Menu

Mode Gelap
Ketua Gerakan Merah Putih Irian Jaya Papua Barat Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas dan Bijak Menyikapi Informasi Ruben Bonay Serukan Persatuan, Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas PIDAR Papua Barat Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tidak Mudah Terprovokasi Isu di Media Sosial Pelarian Ayah Tiri Berakhir, Tim URC Resmob Polres Toraja Utara Bekuk JS Terduga Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur Eva Stevany Rataba Bersama Kejari Tana Toraja Kawal Penyaluran PIP Aspirasi 2026 melalui Program Jaga Indonesia Pintar Anggota DPR RI Eva Stevany Rataba Salurkan PIP Aspirasi Tahap 1 untuk 9.245 Pelajar Tana Toraja

Advetorial

Desak Respons Cepat, Anggota DPRD Sulsel Yosia Rinto Kadang Soroti Minimnya Dukungan Operasional Alat Berat dan Proyek Jalan di Mappak-Simbuang

badge-check


					Yosia Rinto Kadang, Anggota DPRD Provinsi Sulsel. Foto: Istimewa Perbesar

Yosia Rinto Kadang, Anggota DPRD Provinsi Sulsel. Foto: Istimewa

MAKASSAR, Vressnews – Anggota Komisi D DPRD Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai NasDem, Yosia Rinto Kadang, melontarkan kritik keras terhadap lambannya respons pemerintah provinsi dalam menangani persoalan bencana dan infrastruktur di wilayah Kabupaten Tana Toraja.

Sorotan utama diarahkan pada keberadaan alat berat excavator yang saat ini hanya “standby” di Kecamatan Simbuang dan Kecamatan Mappak tanpa dukungan anggaran operasional yang memadai. Padahal, kedua wilayah tersebut kerap dilanda bencana longsor yang membutuhkan penanganan cepat dan berkelanjutan.

“Ini persoalan serius. Alat sudah tersedia, tetapi tidak didukung operasional. Akibatnya, penanganan bencana menjadi tidak maksimal. Pemerintah provinsi tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut,” tegas Yosia Rinto Kadang, saat rapat pembahasan LPJ Gubernur Sulawesi Selatan bersama Dinas Bina Marga Bina Kontruksi SulSel di Komisi D DPRD SulSel, Senin (20/4/2026).Ia menilai, tanpa alokasi anggaran operasional, keberadaan excavator tersebut hanya menjadi simbol kesiapsiagaan yang tidak efektif di lapangan.

Selain itu, Legislator Partai Nasdem ini juga mendesak Dinas Pekerjaan Umum Sulawesi Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penetapan titik nol proyek Paket 6. Ia menegaskan bahwa titik awal pengerjaan proyek dinilai keliru dan tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Menurutnya, proyek tersebut seharusnya dimulai dari Jembatan Masuppu, mengingat kondisi ruas jalan di wilayah tersebut sudah dalam tahap kritis dan sangat membahayakan pengguna jalan.

“Kalau pemerintah ingin serius, mulai dari titik yang paling parah. Ruas di Jembatan Masuppu sudah nyaris tidak layak dilalui. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penetapan titik nol yang tidak tepat justru berpotensi memperlambat dampak nyata pembangunan bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Yosia pun mendesak pemerintah provinsi untuk tidak sekadar menjalankan proyek secara administratif, tetapi benar-benar berbasis pada kebutuhan mendesak di lapangan.

“Jangan hanya mengejar progres di atas kertas. Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi nyata,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang Peringatan 1 Juli, Korneles Yenu Ajak Masyarakat Papua Barat Jaga Kamtibmas dan Perkuat Persatuan

30 Juni 2026 - 12:53 WIB

‎Pesparawi XIV Jadi Momentum Tunjukkan Papua Barat yang Aman dan Ramah

14 Juni 2026 - 04:36 WIB

‎Pesparawi XIV Jadi Momentum Tunjukkan Papua Barat yang Aman dan Ramah

14 Juni 2026 - 04:27 WIB

Ratusan Pelajar Satukan Tekad Lawan Narkoba Bangun Masa Depan saat Mengikuti Dialog Pemuda yang Digelar oleh PMTI

21 April 2026 - 10:35 WIB

Bendahara Umum PMTI Raih Doktor : Umur Tidak Menghalangi Kita Untuk Belajar

17 April 2026 - 22:45 WIB

Polres Toraja Utara Terima Kunjungan Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Sulsel Tahap I Tahun 2026, Mantapkan Perencanaan dan Pengorganisasian

16 April 2026 - 08:41 WIB

KKT Sulawesi Utara Dukung Yulius Selvanus Lumbaa di Mubes PMTI : Pemimpin yang Tidak Pernah Mengingkari Ketorajaannya

16 April 2026 - 02:37 WIB

Trending di Advetorial