Menu

Mode Gelap
Hidup Sebatang Kara, Mayat Beni Ditemukan Dalam Rumahnya di Mentirotiku, Sempat Gegerkan Warga! Ketua Umum TP PKK Pusat beserta Rombongan Disambut Keindahan Alam dan Budaya di Toraja Utara Polres Palopo Siagakan 100 lebih Personel, Siap Amankan Sidang Sinode AM Gereja Toraja ke XXVI Viral di Medsos, Penertiban Knalpot Brong saat Iring-iringan Pengantar Jenazah di Tana Toraja Tuai Dukungan dari Masyarakat Pemkab Toraja Utara Sambut 93 Mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin, Perkuat Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan SPBE Minanga Jaya Abadi Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG 3 Kg untuk Tator dan Torut Lancar

News

Warga Sakit di Simbuang Ditandu Puluhan Kilometer, Yulius Dakka: Ketimpangan Kesehatan dan Infrastruktur di Tana Toraja Mau Sampai Kapan Dibiarkan? Jangan Tutup Mata! 

badge-check


					Yulius Dakka, Aktivis dan Praktisi Hukum saat prihatin dengan pelayanan kesehatan dan infrastruktur di Tana Toraja. Foto: Istimewa Perbesar

Yulius Dakka, Aktivis dan Praktisi Hukum saat prihatin dengan pelayanan kesehatan dan infrastruktur di Tana Toraja. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Aktivis Toraja sekaligus praktisi hukum, Yulius Dakka, mengkritik Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang dinilai masih kurang memperhatikan kondisi masyarakat di Kecamatan Simbuang dan Mappak.

Kritik tersebut mencuat setelah seorang warga di Kecamatan Simbuang yang sakit terpaksa ditandu selama 6 jam menempuh puluhan kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan.Menurut Yulius Dakka, yang juga Putra dari Tana Toraja itu mengatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tana Toraja berlatar belakang tenaga medis.

Warga dinilai masih menghadapi keterbatasan pelayanan dasar, khususnya saat situasi darurat kesehatan terjadi.

“Bupati Tana Toraja seorang dokter, Sekda seorang dokter, kadis beberapa yang dokter, anak bupati dokter, mustinya kesehatan masyarakat di Tana Toraja menjadi konsen utama dari pemerintahan zadrak, ini malah masalah kesehatan yang selalu tidak di pedulikan dan diperhatikan,” ujar Yulius Dakka, pada Kamis (21/5/2026).

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki akses layanan kesehatan, termasuk infrastruktur penunjang dan kesiapan fasilitas medis di Kecamatan Simbuang dan Mappak agar warga tidak lagi mengalami kesulitan saat membutuhkan pertolongan darurat.Persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan di Simbuang bukan baru kali ini saja terjadi.

Pada 7 April 2026 warga Simbuang menandu jenasah 10 kilometer akibat jalan rusak, sementara pada 11 Mei 2024 ibu hamil di Simbuang ditandu dan melahirkan di jalan namun bayinya meninggal dunia.

“Ini persoalan pelayanan kesehatan, terutama infrastruktur yang tidak kunjung dinikmati oleh masyarakat di Simbuang sejak berpuluh-puluh tahun lamanya sampai saat ini. Ketimpangan dari segi kesehatan dan infrastruktur sangat terasa bagi warga simbuang. Pemerintah Daerah tidak boleh membiarkan ini terus menerus terjadi, mau sampai kapan?,” tutup Dakka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Sebatang Kara, Mayat Beni Ditemukan Dalam Rumahnya di Mentirotiku, Sempat Gegerkan Warga!

7 Juli 2026 - 12:56 WIB

Ketua Umum TP PKK Pusat beserta Rombongan Disambut Keindahan Alam dan Budaya di Toraja Utara

7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Polres Palopo Siagakan 100 lebih Personel, Siap Amankan Sidang Sinode AM Gereja Toraja ke XXVI

7 Juli 2026 - 11:43 WIB

Viral di Medsos, Penertiban Knalpot Brong saat Iring-iringan Pengantar Jenazah di Tana Toraja Tuai Dukungan dari Masyarakat

7 Juli 2026 - 05:37 WIB

Pemkab Toraja Utara Sambut 93 Mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin, Perkuat Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan

6 Juli 2026 - 11:32 WIB

SPBE Minanga Jaya Abadi Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG 3 Kg untuk Tator dan Torut Lancar

6 Juli 2026 - 11:23 WIB

Polres Tana Toraja Kawal Kunjungan Kerja Ketua Umum TP PKK Pusat

6 Juli 2026 - 11:05 WIB

Trending di Headline