Menu

Mode Gelap
BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemda Serahkan Santunan JKM dan JKK kepada 10 Ahli Waris Pekerja Rentan di HUT ke 69 Tana Toraja Pimpinan Polres Tana Toraja Berganti, AKBP Arwansa Jabat Kapolres, AKBP Budi Hermawan ke Mabes Polri Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dorong Penenun di Tana Toraja Naik Kelas Hidupkan Ekonomi Masyarakat Bangkitkan Minat Generasi Muda Jadi Penenun, Pemda Tana Toraja Gelar Pesona Budaya 2026 ICBA MMA Papua Barat Bulat Dukung Yosias Saroy Calon Ketua KONI Cegah Karhutla, Polsek Sesean Pasang Spanduk Imbauan di Tiga Titik Rawan Kebakaran

News

Warga Sakit di Simbuang Ditandu Puluhan Kilometer, Yulius Dakka: Ketimpangan Kesehatan dan Infrastruktur di Tana Toraja Mau Sampai Kapan Dibiarkan? Jangan Tutup Mata! 

badge-check


					Yulius Dakka, Aktivis dan Praktisi Hukum saat prihatin dengan pelayanan kesehatan dan infrastruktur di Tana Toraja. Foto: Istimewa Perbesar

Yulius Dakka, Aktivis dan Praktisi Hukum saat prihatin dengan pelayanan kesehatan dan infrastruktur di Tana Toraja. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Aktivis Toraja sekaligus praktisi hukum, Yulius Dakka, mengkritik Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang dinilai masih kurang memperhatikan kondisi masyarakat di Kecamatan Simbuang dan Mappak.

Kritik tersebut mencuat setelah seorang warga di Kecamatan Simbuang yang sakit terpaksa ditandu selama 6 jam menempuh puluhan kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan.Menurut Yulius Dakka, yang juga Putra dari Tana Toraja itu mengatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tana Toraja berlatar belakang tenaga medis.

Warga dinilai masih menghadapi keterbatasan pelayanan dasar, khususnya saat situasi darurat kesehatan terjadi.

“Bupati Tana Toraja seorang dokter, Sekda seorang dokter, kadis beberapa yang dokter, anak bupati dokter, mustinya kesehatan masyarakat di Tana Toraja menjadi konsen utama dari pemerintahan zadrak, ini malah masalah kesehatan yang selalu tidak di pedulikan dan diperhatikan,” ujar Yulius Dakka, pada Kamis (21/5/2026).

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki akses layanan kesehatan, termasuk infrastruktur penunjang dan kesiapan fasilitas medis di Kecamatan Simbuang dan Mappak agar warga tidak lagi mengalami kesulitan saat membutuhkan pertolongan darurat.Persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan di Simbuang bukan baru kali ini saja terjadi.

Pada 7 April 2026 warga Simbuang menandu jenasah 10 kilometer akibat jalan rusak, sementara pada 11 Mei 2024 ibu hamil di Simbuang ditandu dan melahirkan di jalan namun bayinya meninggal dunia.

“Ini persoalan pelayanan kesehatan, terutama infrastruktur yang tidak kunjung dinikmati oleh masyarakat di Simbuang sejak berpuluh-puluh tahun lamanya sampai saat ini. Ketimpangan dari segi kesehatan dan infrastruktur sangat terasa bagi warga simbuang. Pemerintah Daerah tidak boleh membiarkan ini terus menerus terjadi, mau sampai kapan?,” tutup Dakka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemda Serahkan Santunan JKM dan JKK kepada 10 Ahli Waris Pekerja Rentan di HUT ke 69 Tana Toraja

1 September 2026 - 00:56 WIB

Pimpinan Polres Tana Toraja Berganti, AKBP Arwansa Jabat Kapolres, AKBP Budi Hermawan ke Mabes Polri

31 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dorong Penenun di Tana Toraja Naik Kelas Hidupkan Ekonomi Masyarakat

30 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Bangkitkan Minat Generasi Muda Jadi Penenun, Pemda Tana Toraja Gelar Pesona Budaya 2026

30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

ICBA MMA Papua Barat Bulat Dukung Yosias Saroy Calon Ketua KONI

29 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Sesean Pasang Spanduk Imbauan di Tiga Titik Rawan Kebakaran

26 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Elmiana Bongga Linggi Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Batu Tallu Masa Bakti 2026 – 2029

26 Agustus 2026 - 02:23 WIB

Trending di Headline