Menu

Mode Gelap
Hidup Sebatang Kara, Mayat Beni Ditemukan Dalam Rumahnya di Mentirotiku, Sempat Gegerkan Warga! Ketua Umum TP PKK Pusat beserta Rombongan Disambut Keindahan Alam dan Budaya di Toraja Utara Polres Palopo Siagakan 100 lebih Personel, Siap Amankan Sidang Sinode AM Gereja Toraja ke XXVI Viral di Medsos, Penertiban Knalpot Brong saat Iring-iringan Pengantar Jenazah di Tana Toraja Tuai Dukungan dari Masyarakat Pemkab Toraja Utara Sambut 93 Mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin, Perkuat Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan SPBE Minanga Jaya Abadi Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG 3 Kg untuk Tator dan Torut Lancar

News

Potret Pilu, Warga Sakit di Tana Toraja Terpaksa Ditandu Puluhan Kilometer Akibat Akses Jalan Tidak Dapat Dilalui Kendaraan

badge-check


					Ambe' Siti (kanan), saat mengalami sakit ia ditandu puluhan kilometer dari Kasambi Lembang Simbuang Batutallu ke Pabatan di Kelurahan Sima, pada Minggu (17/5/2026). Foto: Istimewa Perbesar

Ambe' Siti (kanan), saat mengalami sakit ia ditandu puluhan kilometer dari Kasambi Lembang Simbuang Batutallu ke Pabatan di Kelurahan Sima, pada Minggu (17/5/2026). Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Warga Sakit di Tana Toraja terpaksa harus ditandu melalui hutan belantara dan tebing bukit yang berbatu di penuhi semak belukar akibat akses jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.

Kejadian miris tersebut dialami Ambe’ Siti, warga lingkungan Pabatan di Kelurahan Sima, Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja, pada Minggu (17/5/2026).

Ambe’ Siti terpaksa ditandu dari Kasambi yang berada di Lembang Simbuang Batutallu karena sakit.“Beberapa waktu lalu Ambe’ Siti kesini di Kasambi, namun karena mengalami Sakit ia meminta untuk kembali ke rumahnya di Pabatan di Kelurahan Sima, jadi Ambe’ Siti ditandu kembali ke rumahnya,” ungkap Dhelen, ponakan Ambe’ Siti saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026).

Jarak tempuh dari Kasambi menuju Pabatan yang tersebut sekitar kurang lebih 5 sampai 6 jam berjalan kaki, karena akses yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor dan mobil.

“Ambe’ Siti ditandu 5 sampai 6 jam untuk sampai di rumahnya di Pabatan, puluhan kilometer melewati jalan setapak dipinggir tebing batu dan semak belukar serta hutan,” jelas Dhelen.

Kondisi miris ini telah berlangsung selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka, ketimpangan akses jalan yang tidak merata terus menjadi dinding sekat antara masyarakat di Kecamatan Simbuang dan Mappak untuk dapat menikmati akses jalan yang layak.“Ini sudah berlangsung selama sejak lama, bahkan sejak Indonesia merdeka pun kondisi akses masih sulit dan jauh dari kata layak, masyarakat simbuang harus berjibaku melintas jalan-jalan yang rusak untuk bersekolah, menjual hasil kebun dan sawah, hingga berobat ke pelayanan kesehatan yang ada di Tana Toraja,” tutup Dhelen.

Diketahui lingkungan Pabatan bertetangga dengan Tosik yang sempat viral di Media sosial beberapa tahun lalu, karena fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hidup Sebatang Kara, Mayat Beni Ditemukan Dalam Rumahnya di Mentirotiku, Sempat Gegerkan Warga!

7 Juli 2026 - 12:56 WIB

Ketua Umum TP PKK Pusat beserta Rombongan Disambut Keindahan Alam dan Budaya di Toraja Utara

7 Juli 2026 - 12:13 WIB

Polres Palopo Siagakan 100 lebih Personel, Siap Amankan Sidang Sinode AM Gereja Toraja ke XXVI

7 Juli 2026 - 11:43 WIB

Viral di Medsos, Penertiban Knalpot Brong saat Iring-iringan Pengantar Jenazah di Tana Toraja Tuai Dukungan dari Masyarakat

7 Juli 2026 - 05:37 WIB

Pemkab Toraja Utara Sambut 93 Mahasiswa KKNT Universitas Hasanuddin, Perkuat Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan

6 Juli 2026 - 11:32 WIB

SPBE Minanga Jaya Abadi Pastikan Pasokan dan Distribusi LPG 3 Kg untuk Tator dan Torut Lancar

6 Juli 2026 - 11:23 WIB

Polres Tana Toraja Kawal Kunjungan Kerja Ketua Umum TP PKK Pusat

6 Juli 2026 - 11:05 WIB

Trending di Headline