Menu

Mode Gelap
BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemda Serahkan Santunan JKM dan JKK kepada 10 Ahli Waris Pekerja Rentan di HUT ke 69 Tana Toraja Pimpinan Polres Tana Toraja Berganti, AKBP Arwansa Jabat Kapolres, AKBP Budi Hermawan ke Mabes Polri Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dorong Penenun di Tana Toraja Naik Kelas Hidupkan Ekonomi Masyarakat Bangkitkan Minat Generasi Muda Jadi Penenun, Pemda Tana Toraja Gelar Pesona Budaya 2026 ICBA MMA Papua Barat Bulat Dukung Yosias Saroy Calon Ketua KONI Cegah Karhutla, Polsek Sesean Pasang Spanduk Imbauan di Tiga Titik Rawan Kebakaran

News

Potret Pilu, Warga Sakit di Tana Toraja Terpaksa Ditandu Puluhan Kilometer Akibat Akses Jalan Tidak Dapat Dilalui Kendaraan

badge-check


					Ambe' Siti (kanan), saat mengalami sakit ia ditandu puluhan kilometer dari Kasambi Lembang Simbuang Batutallu ke Pabatan di Kelurahan Sima, pada Minggu (17/5/2026). Foto: Istimewa Perbesar

Ambe' Siti (kanan), saat mengalami sakit ia ditandu puluhan kilometer dari Kasambi Lembang Simbuang Batutallu ke Pabatan di Kelurahan Sima, pada Minggu (17/5/2026). Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Warga Sakit di Tana Toraja terpaksa harus ditandu melalui hutan belantara dan tebing bukit yang berbatu di penuhi semak belukar akibat akses jalan yang tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan empat.

Kejadian miris tersebut dialami Ambe’ Siti, warga lingkungan Pabatan di Kelurahan Sima, Kecamatan Simbuang, Kabupaten Tana Toraja, pada Minggu (17/5/2026).

Ambe’ Siti terpaksa ditandu dari Kasambi yang berada di Lembang Simbuang Batutallu karena sakit.“Beberapa waktu lalu Ambe’ Siti kesini di Kasambi, namun karena mengalami Sakit ia meminta untuk kembali ke rumahnya di Pabatan di Kelurahan Sima, jadi Ambe’ Siti ditandu kembali ke rumahnya,” ungkap Dhelen, ponakan Ambe’ Siti saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026).

Jarak tempuh dari Kasambi menuju Pabatan yang tersebut sekitar kurang lebih 5 sampai 6 jam berjalan kaki, karena akses yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor dan mobil.

“Ambe’ Siti ditandu 5 sampai 6 jam untuk sampai di rumahnya di Pabatan, puluhan kilometer melewati jalan setapak dipinggir tebing batu dan semak belukar serta hutan,” jelas Dhelen.

Kondisi miris ini telah berlangsung selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka, ketimpangan akses jalan yang tidak merata terus menjadi dinding sekat antara masyarakat di Kecamatan Simbuang dan Mappak untuk dapat menikmati akses jalan yang layak.“Ini sudah berlangsung selama sejak lama, bahkan sejak Indonesia merdeka pun kondisi akses masih sulit dan jauh dari kata layak, masyarakat simbuang harus berjibaku melintas jalan-jalan yang rusak untuk bersekolah, menjual hasil kebun dan sawah, hingga berobat ke pelayanan kesehatan yang ada di Tana Toraja,” tutup Dhelen.

Diketahui lingkungan Pabatan bertetangga dengan Tosik yang sempat viral di Media sosial beberapa tahun lalu, karena fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan bersama Pemda Serahkan Santunan JKM dan JKK kepada 10 Ahli Waris Pekerja Rentan di HUT ke 69 Tana Toraja

1 September 2026 - 00:56 WIB

Pimpinan Polres Tana Toraja Berganti, AKBP Arwansa Jabat Kapolres, AKBP Budi Hermawan ke Mabes Polri

31 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Menteri Koperasi Ferry Juliantono Dorong Penenun di Tana Toraja Naik Kelas Hidupkan Ekonomi Masyarakat

30 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Bangkitkan Minat Generasi Muda Jadi Penenun, Pemda Tana Toraja Gelar Pesona Budaya 2026

30 Agustus 2026 - 12:00 WIB

ICBA MMA Papua Barat Bulat Dukung Yosias Saroy Calon Ketua KONI

29 Agustus 2026 - 14:05 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Sesean Pasang Spanduk Imbauan di Tiga Titik Rawan Kebakaran

26 Agustus 2026 - 02:30 WIB

Elmiana Bongga Linggi Kembali Terpilih Jadi Ketua Umum Kerukunan Masyarakat Batu Tallu Masa Bakti 2026 – 2029

26 Agustus 2026 - 02:23 WIB

Trending di Headline