TANA TORAJA, Vressnews – Aktivis Toraja sekaligus praktisi hukum, Yulius Dakka, mengkritik Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang dinilai masih kurang memperhatikan kondisi masyarakat di Kecamatan Simbuang dan Mappak.
Kritik tersebut mencuat setelah seorang warga di Kecamatan Simbuang yang sakit terpaksa ditandu selama 6 jam menempuh puluhan kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan.
Menurut Yulius Dakka, yang juga Putra dari Tana Toraja itu mengatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tana Toraja berlatar belakang tenaga medis.
Warga dinilai masih menghadapi keterbatasan pelayanan dasar, khususnya saat situasi darurat kesehatan terjadi.
“Bupati Tana Toraja seorang dokter, Sekda seorang dokter, kadis beberapa yang dokter, anak bupati dokter, mustinya kesehatan masyarakat di Tana Toraja menjadi konsen utama dari pemerintahan zadrak, ini malah masalah kesehatan yang selalu tidak di pedulikan dan diperhatikan,” ujar Yulius Dakka, pada Kamis (21/5/2026).
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki akses layanan kesehatan, termasuk infrastruktur penunjang dan kesiapan fasilitas medis di Kecamatan Simbuang dan Mappak agar warga tidak lagi mengalami kesulitan saat membutuhkan pertolongan darurat.
Persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan di Simbuang bukan baru kali ini saja terjadi.
Pada 7 April 2026 warga Simbuang menandu jenasah 10 kilometer akibat jalan rusak, sementara pada 11 Mei 2024 ibu hamil di Simbuang ditandu dan melahirkan di jalan namun bayinya meninggal dunia.
“Ini persoalan pelayanan kesehatan, terutama infrastruktur yang tidak kunjung dinikmati oleh masyarakat di Simbuang sejak berpuluh-puluh tahun lamanya sampai saat ini. Ketimpangan dari segi kesehatan dan infrastruktur sangat terasa bagi warga simbuang. Pemerintah Daerah tidak boleh membiarkan ini terus menerus terjadi, mau sampai kapan?,” tutup Dakka.














