Menu ✖

Mode Gelap
Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini, Bupati Buka Toraja Utara Student Climbing Championship 2026 Cegah Peredaran Gelap Narkoba, Polres Tana Toraja Gelar Razia Kapolres Toraja Utara Pererat Silaturahmi Melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Rantepao Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Kapolres Toraja Utara Pimpin Aksi Green Policing di Sungai Sa’dan Bupati Toraja Utara Pimpin Rapat Dinas Pertanian, Dorong Peningkatan Produktivitas Padi dan Kopi Persiapan Penilaian Adipura 2026, Bupati Toraja Utara Ajak Semua Elemen Tingkatkan Kebersihan Lingkungan

News

Warga Sakit di Simbuang Ditandu Puluhan Kilometer, Yulius Dakka: Ketimpangan Kesehatan dan Infrastruktur di Tana Toraja Mau Sampai Kapan Dibiarkan? Jangan Tutup Mata! 

badge-check


					Yulius Dakka, Aktivis dan Praktisi Hukum saat prihatin dengan pelayanan kesehatan dan infrastruktur di Tana Toraja. Foto: Istimewa Perbesar

Yulius Dakka, Aktivis dan Praktisi Hukum saat prihatin dengan pelayanan kesehatan dan infrastruktur di Tana Toraja. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Aktivis Toraja sekaligus praktisi hukum, Yulius Dakka, mengkritik Pemerintah Kabupaten Tana Toraja yang dinilai masih kurang memperhatikan kondisi masyarakat di Kecamatan Simbuang dan Mappak.

Kritik tersebut mencuat setelah seorang warga di Kecamatan Simbuang yang sakit terpaksa ditandu selama 6 jam menempuh puluhan kilometer untuk mendapatkan layanan kesehatan.Menurut Yulius Dakka, yang juga Putra dari Tana Toraja itu mengatakan bahwa kondisi tersebut seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Tana Toraja berlatar belakang tenaga medis.

Warga dinilai masih menghadapi keterbatasan pelayanan dasar, khususnya saat situasi darurat kesehatan terjadi.

“Bupati Tana Toraja seorang dokter, Sekda seorang dokter, kadis beberapa yang dokter, anak bupati dokter, mustinya kesehatan masyarakat di Tana Toraja menjadi konsen utama dari pemerintahan zadrak, ini malah masalah kesehatan yang selalu tidak di pedulikan dan diperhatikan,” ujar Yulius Dakka, pada Kamis (21/5/2026).

Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan langkah konkret untuk memperbaiki akses layanan kesehatan, termasuk infrastruktur penunjang dan kesiapan fasilitas medis di Kecamatan Simbuang dan Mappak agar warga tidak lagi mengalami kesulitan saat membutuhkan pertolongan darurat.Persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan di Simbuang bukan baru kali ini saja terjadi.

Pada 7 April 2026 warga Simbuang menandu jenasah 10 kilometer akibat jalan rusak, sementara pada 11 Mei 2024 ibu hamil di Simbuang ditandu dan melahirkan di jalan namun bayinya meninggal dunia.

“Ini persoalan pelayanan kesehatan, terutama infrastruktur yang tidak kunjung dinikmati oleh masyarakat di Simbuang sejak berpuluh-puluh tahun lamanya sampai saat ini. Ketimpangan dari segi kesehatan dan infrastruktur sangat terasa bagi warga simbuang. Pemerintah Daerah tidak boleh membiarkan ini terus menerus terjadi, mau sampai kapan?,” tutup Dakka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dorong Pembinaan Atlet Sejak Dini, Bupati Buka Toraja Utara Student Climbing Championship 2026

17 Oktober 2026 - 04:12 WIB

Cegah Peredaran Gelap Narkoba, Polres Tana Toraja Gelar Razia

17 Oktober 2026 - 00:05 WIB

Kapolres Toraja Utara Pererat Silaturahmi Melalui Jumat Keliling di Masjid Besar Rantepao

16 Oktober 2026 - 23:48 WIB

Dukung Gerakan Indonesia ASRI, Kapolres Toraja Utara Pimpin Aksi Green Policing di Sungai Sa’dan

16 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Bupati Toraja Utara Pimpin Rapat Dinas Pertanian, Dorong Peningkatan Produktivitas Padi dan Kopi

16 Oktober 2026 - 00:40 WIB

Persiapan Penilaian Adipura 2026, Bupati Toraja Utara Ajak Semua Elemen Tingkatkan Kebersihan Lingkungan

16 Oktober 2026 - 00:29 WIB

Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Kesehatan di Masyarakat, Bupati Toraja Utara Resmikan Gedung Baru Puskesmas Pasang

14 Oktober 2026 - 16:54 WIB

Trending di Headline