TORAJA, Vressnews – Warga Toraja diimbau waspada terhadap cuaca ekstrem jelang Natal dan Tahun Baru 2026.

Hal ini diungkapkan Heri Ismanto, Kepala Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Toraja, bahwa Tekanan udara di wilayah Indonesia umumnya berkiasar 1008 -1010 hPa.
Beberapa wilayah di Indonesia khususnya di bagian barat dan selatan, berpotensi mengalami hujan dan angin kencang akibat pengaruh dari Siklon Tropis Bakung dan 2 (dua) bibit siklon yang berada di sekitar perairan Indonesia.
Hal tersebut tidak menutup kemungkinan akan melanda Toraja dikarenakan Arah angin telah bertiup dari barat menandakan suplai uap air di wilayah Indonesia bertambah.
“Indeks SOI bernilai netral mengindikasikan fenomena ENSO tidak berkontribusi signifikan terhadap peningkatan potensi curah hujan di wilayah timur Indonesia, termasuk Toraja,” ungkap Heri Ismanto.

Bencana Alam Tanah Longsor. Foto: Istimewa
Berdasarkan dinamika atmosfer diatas dan hasil prediksi keluaran model cuaca potensi wilayah Toraja umumnya berawan, terdapat potensi hujan ringan mulai 24 Desember – 26 Desember 2025.
“Prospek cuaca kedepan mulai tanggal 24 sampai 26 Desember di Toraja Utara dan Tana Toraja itu umumnya cerah berawan hingga hujan ringan,” kata Heri.
Namun menurut Heri, perkiraan tersebut tidak menutup kemungkinan cuaca ekstrem akan mengancam sehingga pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
“Kami dari BMKG Toraja mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang dapat berubah sewaktu-waktu, dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti genangan, banjir, longsor, pohon tumbang,” imbaunya.

Maka dari itu masyarakat diharapkah untuk meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar, dan memantau informasi cuaca pada website BMKG cuaca.bmkg.go.id, aplikasi infoBMKG dan melalui media sosial.

















