MANADO, Vressnews – Bagi Kerukunan Keluarga Toraja (KKT) Sulawesi Utara yang adalah Anggota PMTI, figur Yulius Selvanus Lumbaa adalah pemimpin yang tidak pernah mengingkari ketorajaannya.
Hal tersebut diungkapkan langsung Ketua KKT Sulawesi Utara Yasir Tarukbua, jelang musyawarah besar PMTI ke V pada 26 april mendatang.
Yasir Tarukbua mengatakan mubes yang akan digelar nanti itu menjadi keberlanjutan bapak Yulius Selvanus Lumbaa untuk memimpin PMTI periode selanjutnya.
“Kita harapkan Bapak Yulius Selvanus Lumbaa kembali memimpin lagi diperiode 2026 – 2031. Saya melihat belum ada figur yang bisa memimpin PMTI kecuali beliau. Kami mendukung jika beliau kembali terpilih jadi Ketua Umum PMTI. Keberlanjutan program yang menyentuh masyarakat Toraja hingga Mamasa serta diperantauan akan terhenti jika bukan beliau yang memimpin,” ujar Yasir saat dikonfirmasi pada Rabu malam (15/4/2026).
Yasir yang juga Anggota DPRD Kota Manado itu mengungkapkan bahwa mubes PMTI ini menjadi wadah pemersatu dan tempat untuk mencetak figur-figur pemimpin Toraja.
“Jadi seiring berjalan kita dapat mencetak figur-figur baru yang mampu dan bisa melanjutkan kepemimpinan Bapak Yulius Selvanus Lumbaa, figur yang mempersatukan dan merangkul kita diperantauan maupun di Toraja hingga Mamasa seperti bapak Yulius,” ungkap Yasir.
Bagi Yasir, Yulius Selvanus Lumbaa sosok pemimpin yang tidak pernah mengingkari identitas Ketorajaannya, sekalipun beliau juga berdarah Minahasa. Beliau selalu adil dalam pengabdian di Bumi Nyiur melambai dan turut membangun Toraja melalui pengabdian di organisasi PMTI.
“Kami yang mendengar, melihat langsung bagaimana beliau tidak pernah mengingkari Ketorajaannya, bahkan beliau lebih mempertegas. Ketorajaan bapak Yulius Selvanus Lumbaa tidak diragukan lagi. Beliau selalu menyempatkan diri ditengah kesibukannya sebagai Gubernur Sulawesi Utara yang mengabdi di Bumi Nyiur, namun juga menyempatkan diri untuk selalu menghadiri pertemuan, berdiskusi, rapat organisasi, bersama orang Toraja,” tutup Yasir.

Diketahui Kerukunan Keluarga Toraja Sulawesi Utara telah kurang lebih 18 tahun menjadi bagian dari PMTI semenjak dari kepemimpinan almarhum Bapak Frederik Batong.

















