Menu

Mode Gelap
Penahbisan Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Bangkit Rantebolu Jadi Momen Sukacita dan Syukur Bagi Jemaat Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali Toraya Ma’gellu Sukses Digelar, Dongkrak Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Toraja Utara

News

Fenomena Madden-Julian Oscillation Menuju Fase 4, BMKG Toraja Imbau Warga Tetap Waspada

badge-check


					Prediksi Curah Hujan. Foto: BMKG Toraja Perbesar

Prediksi Curah Hujan. Foto: BMKG Toraja

TORAJA, Vressnews – BMKG Toraja imbau masyarakat tetap waspada terhadap peningkatan curah hujan di Toraja dan sekitarnya.

Hal ini diungkapkan oleh Forecaster BMKG Toraja, Saefudin mengatakan bahwa sepekan kedepan masyarakat tetap waspada mengingat fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) menuju ke fase 4 (Perariran Indonesia) yang mungkin akan berdampak terhadap peningkatan curah hujan di Toraja.“Cuaca umum wilayah Toraja sampai saat ini diperkirakan berawan – hujan ringan. Namun kita tetap menghimbau masyarakat untuk selalu waspada,” imbaunya.

Dimana diketahui fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi masih terus mempengaruhi kondisi atmosfer Indonesia dalam beberapa hari ke depan.

“Aktivitas MJO diperkirakan berada fase 3 (Indian Ocean) dan fase 4 (Maritime Continent), yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia,” ungkap Saefudin.

Saefudin menjelaskan bahwa kombinasi antara MJO, Gelombang Rossby Ekuator dan Kelvin serta Gelombang dengan frekuensi rendah (Low Frequency) diprakirakan aktif disejumlah wilayah di Indonesia.

“Seperi di wilayah Samudera Hindia barat daya Lampung hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, sebagian Kalimantan, Laut Sulawesi, sebagian besar Sulawesi, Maluku Utara, Maluku, dan sebagian besar Papua, yang berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas konvektif dan potensi hujan di wilayah tersebut,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penahbisan Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Bangkit Rantebolu Jadi Momen Sukacita dan Syukur Bagi Jemaat

25 Juni 2026 - 13:08 WIB

Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka

24 Juni 2026 - 11:33 WIB

GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya

22 Juni 2026 - 03:00 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah

22 Juni 2026 - 02:45 WIB

Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali

21 Juni 2026 - 11:44 WIB

Toraya Ma’gellu Sukses Digelar, Dongkrak Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Toraja Utara

21 Juni 2026 - 11:01 WIB

Toraya Ma’gellu Tegaskan Toraja sebagai Rumah Budaya yang Hidup di Nusantara

20 Juni 2026 - 00:21 WIB

Trending di Headline