
TANA TORAJA, Vressnews – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Toraja Utara melakukan audiensi dengan Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian, pada Selasa (2/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung di Kantor BNNK Tana Toraja tersebut bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi dalam upaya pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan narkoba di wilayah Toraja Utara dan Tana Toraja.
Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPC GMNI Toraja Utara, Septian Tulak Lande, bersama jajaran pengurus cabang. Pertemuan ini menjadi ruang dialog yang konstruktif antara GMNI Toraja Utara dan BNNK Tana Toraja dalam membahas berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, khususnya terkait ancaman peredaran dan penyalahgunaan narkotika yang semakin mengkhawatirkan.
Dalam kesempatan tersebut, Septian Tulak Lande menyampaikan bahwa mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk turut serta dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba.
Menurutnya, organisasi kemahasiswaan tidak hanya berperan sebagai agen perubahan dalam bidang sosial dan kebangsaan, tetapi juga harus hadir dalam upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
“Pencegahan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum atau BNN semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Septian.
Sementara itu, Kepala BNNK Tana Toraja, AKBP Ustim Pangarian, menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh DPC GMNI Toraja Utara. Ia menilai keterlibatan organisasi mahasiswa merupakan salah satu kekuatan penting dalam mendukung program pencegahan dan pemberantasan narkoba melalui pendekatan edukatif, persuasif, dan partisipatif di tengah masyarakat.
“Kolaborasi antara BNNK dan organisasi kemahasiswaan perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman narkotika yang dapat merusak masa depan bangsa,” ujar Ustim.
Dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat kebersamaan, kedua pihak juga membahas berbagai peluang kerja sama yang dapat diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi, penyuluhan, kampanye anti-narkoba, serta pendidikan publik yang menyasar kalangan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, BNNK Tana Toraja menyatakan kesiapan untuk mendukung berbagai program edukasi yang akan dilaksanakan oleh GMNI Toraja Utara.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah kesediaan BNNK Tana Toraja untuk menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi yang akan digelar pada 26 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan oleh DPC GMNI Toraja Utara.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Toraja Utara yang sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.













