TANA TORAJA, Vressnews – Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok orang berjoget dan bernyanyi diiringi musik dangdut di kawasan Objek Wisata Religi Patung Tuhan Yesus Buntu Burake, Kabupaten Tana Toraja, viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah orang menggelar hiburan layaknya konser kecil. Beberapa di antaranya terlihat berjoget di area objek wisata yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi dan ikon pariwisata Kabupaten Tana Toraja.
Aksi tersebut menuai sorotan dari warganet. Sebagian menilai kegiatan tersebut tidak mencerminkan penghormatan terhadap kawasan wisata religi dan dianggap tidak sejalan dengan nilai-nilai yang melekat pada lokasi tersebut.
Sejumlah komentar bermunculan di media sosial. Salah seorang pengguna Facebook mengaku keberatan dengan adanya hiburan tersebut.
“Saya orang Tondon Makale dan menolak hal ini karena merusak ciri khas yang sudah ditanamkan di Buntu Burake sebagai tempat wisata religi. Pemerintah harus meminta oknum tersebut menyampaikan permintaan maaf di media sosial secepatnya. Jika tidak, hal ini dikhawatirkan akan merusak citra Buntu Burake di mata dunia pariwisata,” tulisnya.
Pendapat serupa juga disampaikan warganet lainnya.
“Kalau secara pribadi saya tidak setuju. Datang berkunjung ke sana silakan, tapi kalau menggelar konser di situ rasanya sudah tidak pada tempatnya,” tulis pengguna media sosial lainnya.
Sementara itu, pengguna Facebook lainnya menilai pengelolaan kawasan wisata religi perlu dievaluasi agar aktivitas yang berlangsung tetap sesuai dengan karakter kawasan.
“Saya bukan mabuk agama, cuma mau bilang kemungkinan pengurus wisata di Burake kurang memahami apa arti dari wisata religi,” tulisnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Tana Toraja, Adelheid Sosang saat dikonfirmasi terkait video yang beredar maupun status perizinan kegiatan tersebut, dirinya mengaku tidak mengetahui hal tersebut.
“Saya tidak tahu, karena tidak ada yang datang minta izin ke kantor,” tulis Adelheid Singkat kepada wartawan saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).

Beragam tanggapan tersebut mendorong munculnya harapan agar pengelola objek wisata maupun Pemerintah Kabupaten Tana Toraja melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan kawasan wisata religi, sehingga setiap kegiatan yang dilaksanakan tetap memperhatikan norma, etika, serta nilai-nilai yang menjadi identitas Buntu Burake.













