Menu ✖

Mode Gelap
Rapat Paripurna DPRD, Bupati Toraja Utara Tegaskan Pengelolaan Aset dan Administrasi Wajib Tertib dan Transparan Kolaborasi Masata dan Masyarakat Adat, Toraja Highland Festival 2026 Siap Digelar Tampilkan Ritus Merok Melayat ke Rumah Duka Padayya Personil Manggala Agni yang Gugur dalam Tugas, Gubernur Sulsel Janji Tanggung Biaya Sekolah Anak Almarhum Melayat ke Rumah Duka Petugas Pemadam Karhutla, Bupati Toraja Utara: Almarhum Gugur Dalam Tugas yang Mulia Ops Patuh Pallawa 2026, Kapolres Tana Toraja : Polri Harus Jadi Contoh Tertib Lalulintas Dating Palembangan Ajak Pemuda Jadikan Hari Sumpah Pemuda Sebagai Energy Untuk Berkarya

News

Tolak Proyek Geothermal di Kecamatan Bittuang, Aliansi Masyarakat Toraja Demo Kantor DPRD Tana Toraja

badge-check


					Aliansi Masyarakat Toraja unjuk rasa di DPRD Tana Toraja menolak proyek geothermal di Kecamatan Bittuang, Kamis (19/2/2026). Foto: Istimewa Perbesar

Aliansi Masyarakat Toraja unjuk rasa di DPRD Tana Toraja menolak proyek geothermal di Kecamatan Bittuang, Kamis (19/2/2026). Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Rencana pengembangan proyek geotermal di Kecamatan Bittuang kembali menuai penolakan.

Aliansi Masyarakat Toraja menggelar unjuk rasa di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tana Toraja, menuntut penghentian rencana tersebut, Kamis (19/2/2026).Dalam orasinya, massa aksi menyoroti bahwa berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Tana Toraja, Kecamatan Bittuang masuk dalam kategori daerah rawan longsor.

Kondisi geografis yang didominasi perbukitan dan lereng curam dinilai sangat rentan terhadap aktivitas eksplorasi dan eksploitasi panas bumi.

“Dalam RTRW jelas disebutkan bahwa Bittuang termasuk kawasan rawan bencana longsor. Kami khawatir proyek geotermal justru memperbesar risiko bencana bagi masyarakat,” tegas Alharis, salah satu perwakilan aliansi.

Selain persoalan kerawanan bencana, massa juga menyinggung potensi dampak terhadap sumber air, lahan pertanian, serta kawasan hutan yang menjadi penopang ekonomi warga.

Mereka meminta DPRD dan pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan strategis yang menyangkut keselamatan masyarakat.

Perwakilan DPRD yang menerima massa aksi menyatakan akan menelaah kembali rencana tersebut, termasuk mencermati kesesuaian proyek dengan RTRW dan kajian lingkungan hidup strategis.

Ketua Komisi II DPRD Tana Toraja, Semuel Tandirerung menegaskan bahwa DPRD tidak pernah dilibatkan dalam proses kajian awal proyek tersebut.

Ia juga menekankan, apabila merugikan masyarakat, maka proyek tersebut harus ditolak.

“Prinsipnya jelas, jika merugikan masyarakat dan berpotensi membahayakan lingkungan, maka harus ditolak. Kepentingan rakyat adalah yang utama,” tegasnya di hadapan massa aksi.Ia menyebut, DPRD memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap investasi yang masuk ke daerah tidak bertentangan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), terlebih Kecamatan Bittuang disebut sebagai kawasan rawan longsor.

“Pembangunan memang penting, namun harus memperhatikan aspek keselamatan, keberlanjutan lingkungan, serta perlindungan terhadap masyarakat adat dan sumber penghidupan warga,” ujarnya

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Aliansi Masyarakat Toraja menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga ada kejelasan sikap pemerintah terhadap rencana pengembangan geotermal di Kecamatan Bittuang, Kabupaten Tana Toraja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Toraja Utara Tegaskan Pengelolaan Aset dan Administrasi Wajib Tertib dan Transparan

30 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Kolaborasi Masata dan Masyarakat Adat, Toraja Highland Festival 2026 Siap Digelar Tampilkan Ritus Merok

29 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Melayat ke Rumah Duka Padayya Personil Manggala Agni yang Gugur dalam Tugas, Gubernur Sulsel Janji Tanggung Biaya Sekolah Anak Almarhum

29 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Melayat ke Rumah Duka Petugas Pemadam Karhutla, Bupati Toraja Utara: Almarhum Gugur Dalam Tugas yang Mulia

29 Oktober 2026 - 12:54 WIB

Ops Patuh Pallawa 2026, Kapolres Tana Toraja : Polri Harus Jadi Contoh Tertib Lalulintas

28 Oktober 2026 - 00:21 WIB

Dating Palembangan Ajak Pemuda Jadikan Hari Sumpah Pemuda Sebagai Energy Untuk Berkarya

27 Oktober 2026 - 23:38 WIB

Prihatin Karhutla, Hingga Kebakaran Liang Batu di Toraja Utara, Dating Palembangan: Ini Duka Kita Semua, Masyarakat Mohon Jangan Buka Lahan dengan Cara Membakar

27 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Trending di Headline