Menu

Mode Gelap
Warga Nanna’ Nanggala Swadaya Cor Jalan dan Bangun Jembatan, Anggota DPRD Toraja Utara Dapil 3 Jangan Tutup Mata! Buka Turnamen Sepak Bola PKB ke-14 di Baruppu, Eva Rataba Dorong Sportivitas dan Persatuan NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Salurkan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Tana Toraja Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Sat Samapta Polres Toraja Utara Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110 Kasus Hilangnya Stoner 3,5 Tahun Tanpa Kejelasan, Pihak Terkait Didesak Segera Tuntaskan Ketua Gerakan Merah Putih Irian Jaya Papua Barat Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas dan Bijak Menyikapi Informasi

Headline

Program MBG di Tana Toraja Tuai Berbagai Sorotan, Hingga Penutupan SPPG Pantan

badge-check


					SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa Perbesar

SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Penyaluran Makanan Bergisi Gratis (MBG) Kabupaten Tana Toraja akhir-akhir ini menuai sorotan akibat ditemukannya buah busuk dalam menu MBG yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantan, Makale.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Tana Toraja, Rudy Andi Lolo menyebut pentingnya perhatian terhadap mitra penyuplai MBG.“Kalo saya ini mitra. Pertama yang saya pikirkan, kalo buah busuk artinya, kau tidak beli dari petani. Salak, seminggu di pasar itu belum busuk. Kalo diambil dari petani tidak perlu disortir. Artinya dibeli dari pasar yang bukan dari tempat itu.” tutur Rudy Andilolo yang juga merupakan Sekda Tana Toraja kepada awak media, pada Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh mitra. Yang pertama, mitra tidak merangkul petani-petani lokal, kedua, tidak mempertimbangkan kesegaran buah.

Pada saat yang sama, Rudy Andi Lolo membeberkan bahwa akibat kejadian tersebut Dapur MBG Pantan dikenakan sanksi berupa pemberhentian operasional hingga kemungkinan terjadinya pergantian pengelola.

“SPPG Pantan disanksi, ditutup sementara waktu. Bisa saja pengelolanya diganti, bisa saja karena BGN tidak main-main dengan ini,” jelasnya.

Sementara terkait belum meratanya penyaluran MBG di semua wilayah Tana Toraja, Rudy Andilolo menyebut persoalan tersebut masih terkendala persoalan dapur MBG yang belum semuanya rampung.

Hingga saat ini dapur yang beroperasi baru sebanyak enam (6) dapur, sementara satu (1) dapur sementara tidak beroperasi, dan empat (4) dapur sementara dalam persiapan operasional.

41 dapur lainnya, yakni empat (4) dapur APBN dan 37 dapur untuk THT masih dalam tahap pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Nanna’ Nanggala Swadaya Cor Jalan dan Bangun Jembatan, Anggota DPRD Toraja Utara Dapil 3 Jangan Tutup Mata!

7 Agustus 2026 - 02:54 WIB

Buka Turnamen Sepak Bola PKB ke-14 di Baruppu, Eva Rataba Dorong Sportivitas dan Persatuan

6 Agustus 2026 - 10:39 WIB

NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Salurkan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Tana Toraja

6 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Sat Samapta Polres Toraja Utara Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110

5 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Kasus Hilangnya Stoner 3,5 Tahun Tanpa Kejelasan, Pihak Terkait Didesak Segera Tuntaskan

5 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Ketua Gerakan Merah Putih Irian Jaya Papua Barat Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas dan Bijak Menyikapi Informasi

2 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Ruben Bonay Serukan Persatuan, Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas

2 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Trending di News