Menu

Mode Gelap
Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali Toraya Ma’gellu Sukses Digelar, Dongkrak Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Toraja Utara Toraya Ma’gellu Tegaskan Toraja sebagai Rumah Budaya yang Hidup di Nusantara

Headline

Program MBG di Tana Toraja Tuai Berbagai Sorotan, Hingga Penutupan SPPG Pantan

badge-check


					SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa Perbesar

SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Penyaluran Makanan Bergisi Gratis (MBG) Kabupaten Tana Toraja akhir-akhir ini menuai sorotan akibat ditemukannya buah busuk dalam menu MBG yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantan, Makale.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Tana Toraja, Rudy Andi Lolo menyebut pentingnya perhatian terhadap mitra penyuplai MBG.“Kalo saya ini mitra. Pertama yang saya pikirkan, kalo buah busuk artinya, kau tidak beli dari petani. Salak, seminggu di pasar itu belum busuk. Kalo diambil dari petani tidak perlu disortir. Artinya dibeli dari pasar yang bukan dari tempat itu.” tutur Rudy Andilolo yang juga merupakan Sekda Tana Toraja kepada awak media, pada Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh mitra. Yang pertama, mitra tidak merangkul petani-petani lokal, kedua, tidak mempertimbangkan kesegaran buah.

Pada saat yang sama, Rudy Andi Lolo membeberkan bahwa akibat kejadian tersebut Dapur MBG Pantan dikenakan sanksi berupa pemberhentian operasional hingga kemungkinan terjadinya pergantian pengelola.

“SPPG Pantan disanksi, ditutup sementara waktu. Bisa saja pengelolanya diganti, bisa saja karena BGN tidak main-main dengan ini,” jelasnya.

Sementara terkait belum meratanya penyaluran MBG di semua wilayah Tana Toraja, Rudy Andilolo menyebut persoalan tersebut masih terkendala persoalan dapur MBG yang belum semuanya rampung.

Hingga saat ini dapur yang beroperasi baru sebanyak enam (6) dapur, sementara satu (1) dapur sementara tidak beroperasi, dan empat (4) dapur sementara dalam persiapan operasional.

41 dapur lainnya, yakni empat (4) dapur APBN dan 37 dapur untuk THT masih dalam tahap pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka

24 Juni 2026 - 11:33 WIB

GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya

22 Juni 2026 - 03:00 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah

22 Juni 2026 - 02:45 WIB

Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali

21 Juni 2026 - 11:44 WIB

Toraya Ma’gellu Sukses Digelar, Dongkrak Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Toraja Utara

21 Juni 2026 - 11:01 WIB

Toraya Ma’gellu Tegaskan Toraja sebagai Rumah Budaya yang Hidup di Nusantara

20 Juni 2026 - 00:21 WIB

Event Budaya Toraya Ma’gellu Jadi Magnet Turis Mancanegara, Art Center Rantepao Dipadati Penonton

20 Juni 2026 - 00:11 WIB

Trending di Headline