Menu ✖

Mode Gelap
Kapolres Toraja Utara Laksanakan Subuh Keliling di Masjid Taqwa Karassik, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Tingkatkan Keimanan Kapolres Toraja Utara Bangun Sinergi Bersama Masyarakat Melalui Jumat Keliling di Masjid Taqwa Karassik Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Toraja Utara Berikan Pembekalan Kepada Peserta Pelatihan di UPTD BLK Torut Kumpul Bersama Masyarakat di Baruppu, Kapolres Toraja Utara Harap Pemberdayaan Pam Swkarsa Melalui Pos Satkamling Rapat Paripurna DPRD, Bupati Toraja Utara Tegaskan Pengelolaan Aset dan Administrasi Wajib Tertib dan Transparan Kolaborasi Masata dan Masyarakat Adat, Toraja Highland Festival 2026 Siap Digelar Tampilkan Ritus Merok

Headline

Program MBG di Tana Toraja Tuai Berbagai Sorotan, Hingga Penutupan SPPG Pantan

badge-check


					SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa Perbesar

SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Penyaluran Makanan Bergisi Gratis (MBG) Kabupaten Tana Toraja akhir-akhir ini menuai sorotan akibat ditemukannya buah busuk dalam menu MBG yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantan, Makale.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Tana Toraja, Rudy Andi Lolo menyebut pentingnya perhatian terhadap mitra penyuplai MBG.“Kalo saya ini mitra. Pertama yang saya pikirkan, kalo buah busuk artinya, kau tidak beli dari petani. Salak, seminggu di pasar itu belum busuk. Kalo diambil dari petani tidak perlu disortir. Artinya dibeli dari pasar yang bukan dari tempat itu.” tutur Rudy Andilolo yang juga merupakan Sekda Tana Toraja kepada awak media, pada Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh mitra. Yang pertama, mitra tidak merangkul petani-petani lokal, kedua, tidak mempertimbangkan kesegaran buah.

Pada saat yang sama, Rudy Andi Lolo membeberkan bahwa akibat kejadian tersebut Dapur MBG Pantan dikenakan sanksi berupa pemberhentian operasional hingga kemungkinan terjadinya pergantian pengelola.

“SPPG Pantan disanksi, ditutup sementara waktu. Bisa saja pengelolanya diganti, bisa saja karena BGN tidak main-main dengan ini,” jelasnya.

Sementara terkait belum meratanya penyaluran MBG di semua wilayah Tana Toraja, Rudy Andilolo menyebut persoalan tersebut masih terkendala persoalan dapur MBG yang belum semuanya rampung.

Hingga saat ini dapur yang beroperasi baru sebanyak enam (6) dapur, sementara satu (1) dapur sementara tidak beroperasi, dan empat (4) dapur sementara dalam persiapan operasional.

41 dapur lainnya, yakni empat (4) dapur APBN dan 37 dapur untuk THT masih dalam tahap pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolres Toraja Utara Laksanakan Subuh Keliling di Masjid Taqwa Karassik, Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Tingkatkan Keimanan

7 November 2026 - 13:05 WIB

Kapolres Toraja Utara Bangun Sinergi Bersama Masyarakat Melalui Jumat Keliling di Masjid Taqwa Karassik

6 November 2026 - 11:35 WIB

Polisi Peduli Pengangguran, Kapolres Toraja Utara Berikan Pembekalan Kepada Peserta Pelatihan di UPTD BLK Torut

5 November 2026 - 13:55 WIB

Kumpul Bersama Masyarakat di Baruppu, Kapolres Toraja Utara Harap Pemberdayaan Pam Swkarsa Melalui Pos Satkamling

5 November 2026 - 13:50 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Bupati Toraja Utara Tegaskan Pengelolaan Aset dan Administrasi Wajib Tertib dan Transparan

30 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Kolaborasi Masata dan Masyarakat Adat, Toraja Highland Festival 2026 Siap Digelar Tampilkan Ritus Merok

29 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Melayat ke Rumah Duka Padayya Personil Manggala Agni yang Gugur dalam Tugas, Gubernur Sulsel Janji Tanggung Biaya Sekolah Anak Almarhum

29 Oktober 2026 - 13:19 WIB

Trending di Headline