Menu

Mode Gelap
PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara Bupati Toraja Utara Buka Rapat Percepatan Survei Penilaian Integritas Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

News

SPPG Tambunan Akui Lalai : Rambutan Busuk Ditemukan Dalam Menu MBG yang Disajikan di Tana Toraja

badge-check


					Viral Rambutan busuk ditemukan di Menu MBG yang disajikan SPPG Tambunan. Foto: Istimewa Perbesar

Viral Rambutan busuk ditemukan di Menu MBG yang disajikan SPPG Tambunan. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah buah busuk ditemukan dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa SMKN 1 Tana Toraja di Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Dalam menu MBG yang viral tersebut, siswa menerima buah rambutan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Temuan ini memicu kekecewaan dan menimbulkan pertanyaan serius terkait standar pengawasan kualitas makanan dalam program yang ditujukan untuk menunjang gizi pelajar.Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG Tambunan Makale Utara mengakui adanya kelalaian sehingga buah yang tidak layak konsumsi tetap lolos ke dalam paket MBG.

“Mungkin ada sedikit lalai, mungkin. Tapi untuk sengaja, itu tidak ada. Namanya kita manusia biasa, tidak sengaja. Rambutan ji,” ujar perwakilan SPPG Tambunan, Ibu Onna kepada Awak Media, Jumat (27/2/2026).

SPPG Tambunan juga mengklaim bahwa sebelum makanan disalurkan, telah dilakukan proses penyortiran berlapis.

“Bayangkan dikemas pagi, dikasih masuk plastik. Disortir dulu oleh kepala dapur dengan ahli gizi, setelah itu masuk dalam pemorsian, setelah itu disortir lagi,” jelasnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan rambutan busuk tetap sampai ke tangan siswa. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas proses sortir yang diklaim telah dilakukan beberapa tahap.

Jika memang telah melalui pemeriksaan berlapis, publik menilai seharusnya tidak ada lagi bahan makanan yang tidak layak konsumsi yang lolos distribusi.

Program MBG sejatinya dirancang untuk memastikan siswa mendapatkan asupan sehat dan aman. Karena itu, kejadian ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kualitas dan pengawasan distribusi makanan benar-benar diperketat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama

19 September 2026 - 04:23 WIB

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

12 September 2026 - 10:17 WIB

Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

8 September 2026 - 09:33 WIB

Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

8 September 2026 - 00:51 WIB

Satresnarkoba Polres Toraja Utara Amankan Pria Asal Luwu Atas Kepemilikan 2 Sachet Sabu

8 September 2026 - 00:44 WIB

Trending di Headline