Menu

Mode Gelap
Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Kelas 3 SD yang Tenggelam di Enrekang Bocah Kelas 3 SD di Enrekang Tenggelam di Sungai, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Bupati Torut Ucapkan Selamat HUT Getor ke 79, Menjaga Keluhuran Toraja untuk Masa Depan yang Bermartabat Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Dukung Pemberantasan Penyakit Masyarakat di Toraja, Semua Harus Bersatu Selamatkan Budaya dan Generasi Muda BL Ditangkap Polisi Usai Cabuli Adik Kandungnya Sendiri di Toraja Utara dengan Tawaran Uang dari Rp5 Ribu hingga Rp10 Ribu FKUB Toraja Utara dan Tana Toraja Sepakat Perangi Judi, Narkoba dan Seks Bebas

Headline

Jamaah Asy-Syahadatain di Indramayu Rayakan Idul Fitri Lebih Awal

badge-check


					Sekitar 700 jamaah Asy-Syahadatain di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Minggu (30/3/2025). Foto: Istimewa Perbesar

Sekitar 700 jamaah Asy-Syahadatain di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Minggu (30/3/2025). Foto: Istimewa

INDRAMAYU, Vressnews – Sekitar 700 jamaah Asy-Syahadatain di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Minggu (30/3/2025).

Perayaan Hari Raya Idul Fitri ini dilakukan lebih awal dibandingkan dengan penanggalan resmi pemerintah yang jatuh pada hari Senin (31/3/2025).

Pimpinan Asy-Syahadatain Desa Tinumpuk, Habib Zaenal Abidin, menjelaskan bahwa penentuan awal Syawal merujuk pada metode isnaeniyah yang diajarkan oleh guru mereka.

“Ketika tahun Za seperti sekarang, awal Ramadan dimulai pada Sabtu Paing. Kami menguranginya satu hari, sehingga puasa dimulai pada Jumat. Setelah 30 hari berpuasa, 1 Syawal jatuh pada hari Ahad (Minggu),” jelasnya, ditemui usai pelaksanaan sholat Ied.

Habib Zaenal menambahkan, meski kadang berbeda, ada tahun di mana mereka bertepatan dengan penanggalan umum. “Tahun lalu kami sama (dengan pemerintah), tapi tahun ini berbeda,” ucap dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Tarekat Asy-Syahadatain didirikan oleh Habib Umar bin Ismail bin Yahya pada tahun 1947 di Cirebon, Jawa Barat, sebagai perkumpulan pengajian yang berkembang menjadi tarekat.

Nama “Asy-Syahadatain” diambil dari penekanan tarekat pada pemahaman mendalam terhadap dua kalimat syahadat.

Ciri khas tarekat ini meliputi pembacaan syahadatain dan salawat tunjina, penggunaan pakaian serba putih saat salat wajib dan sunah, serta mengikuti mazhab Syafi’i dan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Habib Umar sendiri pernah mengalami tekanan dari penjajah Belanda dan Jepang, bahkan ditangkap pada tahun 1939 dan 1943 karena aktivitas dakwahnya.

Meskipun terkadang terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya, jamaah Asy-Syahadatain tetap menjalankan ibadah dengan khidmat, mengikuti tradisi yang diwariskan oleh para guru mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Kelas 3 SD yang Tenggelam di Enrekang

26 Maret 2026 - 07:15 WIB

Bocah Kelas 3 SD di Enrekang Tenggelam di Sungai, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian

26 Maret 2026 - 05:25 WIB

Bupati Torut Ucapkan Selamat HUT Getor ke 79, Menjaga Keluhuran Toraja untuk Masa Depan yang Bermartabat

25 Maret 2026 - 11:07 WIB

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Dukung Pemberantasan Penyakit Masyarakat di Toraja, Semua Harus Bersatu Selamatkan Budaya dan Generasi Muda

25 Maret 2026 - 10:17 WIB

BL Ditangkap Polisi Usai Cabuli Adik Kandungnya Sendiri di Toraja Utara dengan Tawaran Uang dari Rp5 Ribu hingga Rp10 Ribu

25 Maret 2026 - 08:26 WIB

FKUB Toraja Utara dan Tana Toraja Sepakat Perangi Judi, Narkoba dan Seks Bebas

25 Maret 2026 - 08:00 WIB

Tega Cabuli 2 Adik Kandungnya, Seorang Pria di Toraja Utara Ditangkap Polisi

25 Maret 2026 - 07:55 WIB

Trending di Headline