Menu ✖

Mode Gelap
Jelang HKGB Ke 74, Polres Toraja Utara Bersama Bhayangkari Gelar Aksi Sosial Kepada Penyandang Disabilitas di Yayasan RBM PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara Bupati Toraja Utara Buka Rapat Percepatan Survei Penilaian Integritas Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

News

Aksi Pengrusakan Lahan Pertanian di Dusun Lakoda Oleh OTK,Insiden Ini Memicu Kecemasan Mendalalam di Kalangan Warga Yang Gantungkan Hidup Dari Sektor Perkebunan

badge-check


					Aksi Pengrusakan Lahan Pertanian di Dusun Lakoda Oleh OTK,Insiden Ini Memicu Kecemasan Mendalalam di Kalangan Warga Yang Gantungkan Hidup Dari Sektor Perkebunan Perbesar

HALTIM,Vressnews.Com – Aksi perusakan lahan pertanian oleh orang tak dikenal (OTK) melanda Dusun Lakoda, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, Rabu dini hari, 4 Maret 2026. Insiden ini memicu kecemasan mendalam di kalangan warga yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari sektor perkebunan.

Wahono Side, seorang petani asal Desa Momole yang menggarap lahan di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa tindakan anarkis ini telah menciptakan iklim ketakutan. Ia mendesak aparat keamanan dan pemerintah daerah segera turun tangan.

“Masyarakat di Dusun Lakoda rata-rata petani. Berkebun adalah fondasi kami mencari nafkah. Saat ini warga diteror, dan ini menimbulkan ketidaknyamanan yang sangat serius,” ujar Wahono kepada media ini.

Wahono menilai, perusakan lahan bukan sekadar kerugian materiil, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga petani. Ia mengkritik lambannya respons otoritas terkait dalam memberikan jaminan keamanan di area perkebunan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan pihak kepolisian harus segera mengambil langkah preventif guna mencegah terjadinya konflik horizontal yang lebih luas. “Pemerintah harus melindungi masyarakat petani. Jangan sampai ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan identitas pelaku perusakan masih gelap. Namun, warga meminta kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi pelaku.

Warga khawatir jika pembiaran terus dilakukan, aksi serupa akan berulang dan memicu tindakan main hakim sendiri demi melindungi aset pertanian mereka.(*).

Penulis : Aples

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang HKGB Ke 74, Polres Toraja Utara Bersama Bhayangkari Gelar Aksi Sosial Kepada Penyandang Disabilitas di Yayasan RBM

25 September 2026 - 11:40 WIB

PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama

19 September 2026 - 04:23 WIB

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

12 September 2026 - 10:17 WIB

Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

8 September 2026 - 09:33 WIB

Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

8 September 2026 - 00:51 WIB

Trending di Headline