Menu

Mode Gelap
Mengenang Jasa Pahlawan, Polres Toraja Utara Gelar Ziarah Rombongan Sambut Hari Bhayangkara ke-80 Penahbisan Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Bangkit Rantebolu Jadi Momen Sukacita dan Syukur Bagi Jemaat Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali

News

Aksi Pengrusakan Lahan Pertanian di Dusun Lakoda Oleh OTK,Insiden Ini Memicu Kecemasan Mendalalam di Kalangan Warga Yang Gantungkan Hidup Dari Sektor Perkebunan

badge-check


					Aksi Pengrusakan Lahan Pertanian di Dusun Lakoda Oleh OTK,Insiden Ini Memicu Kecemasan Mendalalam di Kalangan Warga Yang Gantungkan Hidup Dari Sektor Perkebunan Perbesar

HALTIM,Vressnews.Com – Aksi perusakan lahan pertanian oleh orang tak dikenal (OTK) melanda Dusun Lakoda, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, Rabu dini hari, 4 Maret 2026. Insiden ini memicu kecemasan mendalam di kalangan warga yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari sektor perkebunan.

Wahono Side, seorang petani asal Desa Momole yang menggarap lahan di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa tindakan anarkis ini telah menciptakan iklim ketakutan. Ia mendesak aparat keamanan dan pemerintah daerah segera turun tangan.

“Masyarakat di Dusun Lakoda rata-rata petani. Berkebun adalah fondasi kami mencari nafkah. Saat ini warga diteror, dan ini menimbulkan ketidaknyamanan yang sangat serius,” ujar Wahono kepada media ini.

Wahono menilai, perusakan lahan bukan sekadar kerugian materiil, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga petani. Ia mengkritik lambannya respons otoritas terkait dalam memberikan jaminan keamanan di area perkebunan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan pihak kepolisian harus segera mengambil langkah preventif guna mencegah terjadinya konflik horizontal yang lebih luas. “Pemerintah harus melindungi masyarakat petani. Jangan sampai ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan identitas pelaku perusakan masih gelap. Namun, warga meminta kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi pelaku.

Warga khawatir jika pembiaran terus dilakukan, aksi serupa akan berulang dan memicu tindakan main hakim sendiri demi melindungi aset pertanian mereka.(*).

Penulis : Aples

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mengenang Jasa Pahlawan, Polres Toraja Utara Gelar Ziarah Rombongan Sambut Hari Bhayangkara ke-80

26 Juni 2026 - 03:06 WIB

Penahbisan Gereja Beth-El Tabernakel Kristus Bangkit Rantebolu Jadi Momen Sukacita dan Syukur Bagi Jemaat

25 Juni 2026 - 13:08 WIB

Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka

24 Juni 2026 - 11:33 WIB

GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya

22 Juni 2026 - 03:00 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah

22 Juni 2026 - 02:45 WIB

Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali

21 Juni 2026 - 11:44 WIB

Toraya Ma’gellu Sukses Digelar, Dongkrak Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Toraja Utara

21 Juni 2026 - 11:01 WIB

Trending di Headline