Menu

Mode Gelap
Tim Tenis Toraja Utara Boyong 5 Medali di Kejurnas Dream Team Tenis Makassar Yunior ke-IV di Makassar Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero Tolak Keras Eksplorasi Panas Bumi di Wilayah Adat Sangalla’ Tim Tabur Kejari Tana Toraja Tangkap DPO Terpidana Perzinahan Saat Bersembunyi di Lembang Sereale Toraja Utara Pengendara Moge Warga Jakarta Timur Ditetapkan jadi Tersangka, Usai Menabrak Anak Usia 10 Tahun di Nanggala Toraja Utara Satresnarkoba Polres Toraja Utara Ringkus 2 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu di Tallunglipu Usai Disorot, Harga Elpiji 3 Kg di Simbuang-Mappak Turun Drastis Jadi Rp29 Ribu

News

Aksi Pengrusakan Lahan Pertanian di Dusun Lakoda Oleh OTK,Insiden Ini Memicu Kecemasan Mendalalam di Kalangan Warga Yang Gantungkan Hidup Dari Sektor Perkebunan

badge-check


					Aksi Pengrusakan Lahan Pertanian di Dusun Lakoda Oleh OTK,Insiden Ini Memicu Kecemasan Mendalalam di Kalangan Warga Yang Gantungkan Hidup Dari Sektor Perkebunan Perbesar

HALTIM,Vressnews.Com – Aksi perusakan lahan pertanian oleh orang tak dikenal (OTK) melanda Dusun Lakoda, Kecamatan Maba Selatan, Halmahera Timur, Rabu dini hari, 4 Maret 2026. Insiden ini memicu kecemasan mendalam di kalangan warga yang menggantungkan hidup sepenuhnya dari sektor perkebunan.

Wahono Side, seorang petani asal Desa Momole yang menggarap lahan di wilayah tersebut, mengungkapkan bahwa tindakan anarkis ini telah menciptakan iklim ketakutan. Ia mendesak aparat keamanan dan pemerintah daerah segera turun tangan.

“Masyarakat di Dusun Lakoda rata-rata petani. Berkebun adalah fondasi kami mencari nafkah. Saat ini warga diteror, dan ini menimbulkan ketidaknyamanan yang sangat serius,” ujar Wahono kepada media ini.

Wahono menilai, perusakan lahan bukan sekadar kerugian materiil, melainkan ancaman langsung terhadap ketahanan ekonomi keluarga petani. Ia mengkritik lambannya respons otoritas terkait dalam memberikan jaminan keamanan di area perkebunan.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur dan pihak kepolisian harus segera mengambil langkah preventif guna mencegah terjadinya konflik horizontal yang lebih luas. “Pemerintah harus melindungi masyarakat petani. Jangan sampai ada korban jiwa baru bertindak,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, motif dan identitas pelaku perusakan masih gelap. Namun, warga meminta kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengidentifikasi pelaku.

Warga khawatir jika pembiaran terus dilakukan, aksi serupa akan berulang dan memicu tindakan main hakim sendiri demi melindungi aset pertanian mereka.(*).

Penulis : Aples

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim Tenis Toraja Utara Boyong 5 Medali di Kejurnas Dream Team Tenis Makassar Yunior ke-IV di Makassar

5 Mei 2026 - 05:12 WIB

Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero Tolak Keras Eksplorasi Panas Bumi di Wilayah Adat Sangalla’

5 Mei 2026 - 04:40 WIB

Tim Tabur Kejari Tana Toraja Tangkap DPO Terpidana Perzinahan Saat Bersembunyi di Lembang Sereale Toraja Utara

5 Mei 2026 - 04:17 WIB

Pengendara Moge Warga Jakarta Timur Ditetapkan jadi Tersangka, Usai Menabrak Anak Usia 10 Tahun di Nanggala Toraja Utara

4 Mei 2026 - 15:04 WIB

Satresnarkoba Polres Toraja Utara Ringkus 2 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu di Tallunglipu

4 Mei 2026 - 09:58 WIB

Usai Disorot, Harga Elpiji 3 Kg di Simbuang-Mappak Turun Drastis Jadi Rp29 Ribu

4 Mei 2026 - 03:58 WIB

Longsor Terjang Kecamatan Masanda di Tana Toraja, Jalan Antar Kampung Terputus Total

4 Mei 2026 - 03:47 WIB

Trending di Headline