Menu

Mode Gelap
6 Pria Terduga Pelaku Judi di Lokasi Adu Kerbau Tondon Langi’ Diamankan Polisi Bantu Masyarakat Dapatkan Jaminan Perlindungan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pembinaan Agen Perisai di Toraja Kapolri Mutasi Wakapolda Sulsel, Putra Asal Enrekang Ini Dipercaya Jabat Kapolda Sulawesi Tengah NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Bagikan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Toraja Utara Dilelang Kerbau Seribu Harapan Untuk Pembangunan Gedung Olahraga Passemba Toraya Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, TP-PKK Toraja Utara Gencar Sosialisasikan Posyandu Era Baru di 19 Kecamatan

News

Warga Desa Momole Minta Pemdes Transparansi Pengelolaan Anggaran DD dan ADD

badge-check


					Warga Desa Momole Minta Pemdes Transparansi Pengelolaan Anggaran DD dan ADD Perbesar

HALTIM,Vressnews.Com – Pemerintah Desa (Pemdes) Momole Kecamatan Maba Selatan, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim),kini tengah menjadi sorotan.

Pasalnya, muncul dugaan kuat terkait penggelapan Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), serta Dana Bagi Hasil (DBH) tahun anggaran 2025.

​Berdasarkan pantauan media di lapangan pada Selasa (24/2/2026), tidak ditemukan adanya papan informasi publik terkait rincian anggaran tersebut di depan Kantor Desa Momole. Padahal, pemasangan papan informasi merupakan kewajiban sebagai bentuk transparansi pengelolaan keuangan negara.

​Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bahwa masyarakat tidak mengetahui secara pasti bagaimana anggaran tersebut dikelola.

​”Papan informasi itu sangat penting supaya masyarakat tahu berapa nominal dana desa tahun 2025. Namun, sejauh ini kami tidak melihat adanya papan tersebut. Kami jadi bertanya-tanya dana ini digunakan untuk apa saja,” ujarnya kepada media.

​Ia juga mendesak agar Kepala Desa Momole, julfikar Hi karajan, harus bersikap lebih terbuka dan tidak menutup-nutupi pengelolaan anggaran yang seharusnya menjadi konsumsi publik.

​Warga tersebut menambahkan bahwa informasi yang beredar menyebutkan Dana Desa Momole tahun 2025 mencapai angka kurang lebih Rp1,8 miliar Namun, besaran anggaran tersebut dinilai tidak sebanding dengan realisasi pembangunan yang tampak di lapangan.

Menurut penuturan warga, sepanjang tahun 2025, kegiatan fisik yang terlihat hanya berupa, Renovasi saluran air (selokan atau got). Pengecatan pagar desa. Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk lansia dan sekitar 20 Kepala Keluarga (KK).

​”Untuk pemberdayaan fisik dan pembagian BLT jika dibandingkan dengan dana desa yang mencapai Rp1 miliar lebih itu sangat tidak cocok. Seharusnya jika dana tersebut digunakan secara wajar, pemerintah desa akan bersikap terbuka dan transparan kepada masyarakat,” tegasnya.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Momole belum memberikan keterangan resmi terkait tidak dipasangnya papan informasi anggaran maupun tudingan miring dari masyarakat tersebut.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

6 Pria Terduga Pelaku Judi di Lokasi Adu Kerbau Tondon Langi’ Diamankan Polisi

10 Mei 2026 - 07:47 WIB

Bantu Masyarakat Dapatkan Jaminan Perlindungan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Pembinaan Agen Perisai di Toraja

10 Mei 2026 - 07:08 WIB

Kapolri Mutasi Wakapolda Sulsel, Putra Asal Enrekang Ini Dipercaya Jabat Kapolda Sulawesi Tengah

8 Mei 2026 - 14:56 WIB

NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Bagikan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Toraja Utara

8 Mei 2026 - 08:32 WIB

Dilelang Kerbau Seribu Harapan Untuk Pembangunan Gedung Olahraga Passemba Toraya

8 Mei 2026 - 06:45 WIB

Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat, TP-PKK Toraja Utara Gencar Sosialisasikan Posyandu Era Baru di 19 Kecamatan

7 Mei 2026 - 04:59 WIB

Pemerintah Kabupaten Toraja Utara Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Baruppu

7 Mei 2026 - 03:51 WIB

Trending di Headline