TORAJA UTARA, Vressnews – Event Toraya Ma’gellu’ 2026 yang digelar selama dua hari di Gedung Art Center dan Alun-alun Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, resmi ditutup pada Sabtu (20/6/2026) malam.
Closing ceremony ditandai dengan pemukulan gendang oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, bersama Ketua DPC Masyarakat Sadar Wisata (Masata) Toraja Utara, Damayanti Batti, sebagai simbol berakhirnya rangkaian event tersebut.
Malam penutupan semakin semarak dengan penampilan berbagai tarian tradisional khas Toraja serta kesenian dari sejumlah daerah di Indonesia.
Pengunjung juga dihibur dengan penampilan band dan prosesi penyerahan cendera mata kepada para penampil yang turut menyukseskan Toraya Ma’gellu’ 2026.
Meski hanya berlangsung selama dua hari, Toraya Ma’gellu’ berhasil menarik antusiasme masyarakat dan wisatawan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan nusantara hingga mancanegara yang datang untuk menikmati kekayaan tradisi Toraja.
Pelaksanaan event tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat. Keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal turut menggeliatkan perekonomian daerah melalui peningkatan transaksi dan kunjungan wisata.

Tahun ini, Toraya Ma’gellu’ tampil istimewa setelah resmi masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Event budaya kebanggaan Toraja Utara itu juga menjadi satu dari empat event di Sulawesi Selatan yang berhasil masuk dalam agenda nasional tersebut.
Keberhasilan penyelenggaraan Toraya Ma’gellu’ 2026 semakin memperkuat posisi Toraja Utara sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan Indonesia yang mampu memadukan pelestarian tradisi dengan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.













