TORAJA UTARA, Vressnews – Ditengah gejolak harga bahan pangan yang mulai merangkak naik, langkah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak 24 Kabupaten/Kota se-Sulsel yang digelar hari ini, Kamis 21 Mei 2026. Ini menjadi angin segar bagi masyarakat Rantepao, Toraja Utara.
Ratusan warga Rantepao, Toraja Utara berdatangan menyerbu pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Toraja Utara di Halaman GOR Rantepao hari ini.
Mereka berburu kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kabupaten Toraja Utara jelang Hari Raya Idul adha.
Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah serentak se-Sulsel ini dalam rangka menjaga stabilisasi harga dan pasokan sembako di Hari Raya Idul Adha.
“Kegiatan ini untuk mengamankan pasokan sembako dan khususnya menjagaharga tetap stabil menjelang hati besar keagaamn nasional yakni Idul Adha,” kata Frederik Victor Palimbong.
Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Toraja Utara, Deddy Elward Rombe Raru, mengatakan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) menjadi salah satu upaya strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional.
“Puji Tuhan, pagi hari ini kita melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan bahan pokok jelang Hari Raya Iduladha. Kegiatan ini juga untuk menjaga inflasi daerah,”ujar Deddy Raru.
Dalam pelaksanaannya, Pemkab Toraja Utara menggandeng berbagai pihak, mulai dari Rumah Pangan Kita (RPK), Bulog hingga dan supplier bahan pokok lokal. Kolaborasi tersebut menghadirkan berbagai komoditas dengan harga yang jauh lebih rendah dibanding harga pasar.
Warga bisa memperoleh beras SPHP hanya Rp60 ribu per 5 kilogram, minyak goreng kita bersubsidi Rp15.700 per liter, dan telur ayam ras Rp44 ribu per bak.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Sejak kegiatan dibuka, warga langsung menyerbu pangan murah untuk mendapatkan kebutuhan rumah tangga dengan harga terjangkau.
Hal ini menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah (GPM) bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata keberpihakan pemerintah daerah kepada masyarakat di tengah tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.













