TANA TORAJA, Vressnews – Persoalan tingginya harga elpiji 3 kilogram di wilayah terpencil Kecamatan Mappak dan Simbuang akhirnya menemukan titik terang.
Setelah menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi II DPRD Tana Toraja, harga yang sebelumnya mencapai Rp50 ribu per tabung kini turun signifikan menjadi Rp29 ribu.
Penurunan harga tersebut terjadi setelah distribusi elpiji dilakukan langsung dari Makale ke wilayah Mappak oleh PT Herman R Tambing pada Selasa, 28 April 2026.
Skema distribusi baru ini dinilai efektif memangkas rantai pasok yang selama ini menjadi faktor utama melambungnya harga di tingkat masyarakat.
Dalam unggahan resmi akun Instagram perusahaan, PT Herman R Tambing menyebut pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyaluran elpiji 3 kg berjalan lancar hingga ke tangan warga, meski harus melewati medan yang tergolong ekstrem.
Distribusi ini, menurut pihak perusahaan, merupakan bagian dari komitmen sosial dalam mendukung akses energi yang merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah terpencil.
“Kami percaya setiap warga, termasuk di wilayah terpencil, berhak mendapatkan akses energi yang mudah,” tulis pernyataan perusahaan dalam unggahan tersebut.
Perusahaan juga mengapresiasi peran pemerintah setempat, khususnya pihak Kecamatan Mappak, yang dinilai berkontribusi dalam memperlancar distribusi melalui koordinasi yang baik di lapangan.

Upaya ini turut mendapat respons positif dari pemerintah kecamatan. Sekretaris Kecamatan Mappak, Thomas Tangsumolong, menyampaikan bahwa penurunan harga ini menjadi kabar baik bagi masyarakat.
“Kita bersyukur karena harganya kini jauh lebih terjangkau, bahkan hampir setengah dari sebelumnya. Dulu gas yang masuk dari Polewali bisa mencapai Rp50 ribu per tabung,” ujarnya, Sabtu (2/05/2026).
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada PT Herman R Tambing atas kesediaannya mendistribusikan langsung elpiji ke wilayah Mappak.
“Terlebih kepada PT Herman R Tambing yang telah mendistribusikan langsung gas elpiji 3 kg meski melalui medan yang ekstrem untuk sampai di Mappak,” tambahnya.
Sebelumnya, mahalnya harga elpiji di Mappak dan Simbuang menjadi keluhan utama masyarakat akibat keterbatasan akses dan panjangnya jalur distribusi. Intervensi yang dilakukan pasca RDP dinilai menjadi langkah konkret dalam memperbaiki tata niaga distribusi energi di wilayah tersebut.
Ke depan, langkah ini diharapkan tidak bersifat sementara, melainkan menjadi solusi berkelanjutan agar akses energi di daerah terpencil tetap terjamin dengan harga yang wajar dan stabil.













