Menu

Mode Gelap
PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara Bupati Toraja Utara Buka Rapat Percepatan Survei Penilaian Integritas Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

News

Longsor Terjang Kecamatan Masanda di Tana Toraja, Jalan Antar Kampung Terputus Total

badge-check


					Longsor di Kecamatan Masanda, Tana Toraja. Foto: Istimewa Perbesar

Longsor di Kecamatan Masanda, Tana Toraja. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Longsor yang dipicu curah hujan tinggi melanda Dusun Taiwan, Lembang Paliorong, Kecamatan Masanda, pada Sabtu (2/5/2026).

Bencana ini menyebabkan akses jalan antar kampung terputus total dan mengganggu aktivitas warga.

Material longsor berupa tanah, bambu, dan pepohonan menutup jalur utama yang menghubungkan Kampung To’ao’, Dusun Pali, dan Pasapa’.Jalur tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Warga setempat, Natalia Tikulangi, mengatakan bahwa meski tidak menimbulkan korban jiwa, dampak longsor cukup signifikan.

Sejumlah lahan produktif seperti kebun kakao dan persawahan tertimbun material, yang berpotensi menurunkan hasil panen.

“Jaringan listrik juga terdampak karena tiang ikut roboh akibat longsor,” ujarnya.

Dalam kondisi darurat, warga berupaya membuka akses secara swadaya. Namun jalur yang tersedia masih terbatas dan hanya dapat dilalui pejalan kaki serta kendaraan roda dua.

Terputusnya akses ini tidak hanya menghambat mobilitas, tetapi juga menyoroti kerentanan wilayah terhadap bencana serta keterbatasan infrastruktur dasar.

“Harapan kami segera ada penanganan dari pemerintah. Ke depan, kami juga membutuhkan pembangunan jembatan. Untuk menuju dusun ini harus melewati tiga sungai yang belum memiliki jembatan, sehingga saat musim hujan anak-anak sekolah terpaksa berjalan kaki,” kata Natalia.

Sementara itu, Kepala Lembang Paliorong menyampaikan bahwa pihaknya telah meninjau lokasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tana Toraja untuk melakukan survei awal.

“Kami sudah turun ke lokasi bersama BPBD untuk melihat langsung kondisi di lapangan sebagai dasar penanganan lebih lanjut,” katanya.

Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya peningkatan infrastruktur di wilayah pedalaman, khususnya akses jalan dan jembatan, guna meminimalkan dampak bencana dan menjamin kelangsungan aktivitas masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama

19 September 2026 - 04:23 WIB

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

12 September 2026 - 10:17 WIB

Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

8 September 2026 - 09:33 WIB

Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

8 September 2026 - 00:51 WIB

Satresnarkoba Polres Toraja Utara Amankan Pria Asal Luwu Atas Kepemilikan 2 Sachet Sabu

8 September 2026 - 00:44 WIB

Trending di Headline