TORAJA UTARA, Vressnews – GMNI Toraja Utara Dukung BPS Gereja Toraja dalam Pencegahan Praktik Judi dan Penyakit Sosial di Arena Tedong Silaga.
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Toraja Utara secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap langkah strategis Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja dalam upaya pencegahan dan penanggulangan praktik perjudian serta berbagai bentuk penyakit sosial yang terjadi di arena Tedong Silaga.
Ketua DPC GMNI Toraja Utara, Septian Tulak Lande’ menegaskan bahwa Tedong Silaga merupakan bagian dari ekspresi adat dan budaya masyarakat Toraja yang memiliki nilai historis, spiritual, dan sosial yang harus dilestarikan secara bertanggung jawab.

Namun demikian, segala bentuk praktik perjudian dan aktivitas yang menyimpang dari nilai-nilai budaya, moral, dan keagamaan merupakan ancaman serius yang tidak dapat ditoleransi.
“Pelestarian budaya tidak boleh dijadikan legitimasi bagi praktik yang merusak. Judi dan penyakit sosial lainnya harus diberantas secara sistematis karena bertentangan dengan nilai adat, norma agama, serta hukum yang berlaku,” tegas Septian Tulak Lande’ dalam keterangan yang diterima Redaksi, Rabu (18/3/2026).
Sejalan dengan peran strategis BPS Gereja Toraja sebagai lembaga pembinaan umat, GMNI Toraja Utara menilai bahwa pendekatan yang dilakukan perlu bersifat realistis, berkelanjutan, dan menyentuh akar persoalan di tengah masyarakat.
Selain itu, GMNI Toraja Utara menyoroti secara serius fenomena keterlibatan anak-anak usia sekolah di arena Tedong Silaga. Kehadiran pelajar, bahkan hingga mengabaikan kewajiban pendidikan, merupakan indikasi nyata lemahnya pengawasan sosial dan menjadi ancaman bagi masa depan generasi muda.
“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada langkah konkret yang langsung dirasakan masyarakat, khususnya dalam melindungi anak-anak dan pelajar,” lanjutnya.
Sebagai langkah solutif yang lebih aplikatif, DPC GMNI Toraja Utara merekomendasikan:
Penegasan aturan berbasis adat dan gereja melalui himbauan resmi BPS Gereja Toraja yang melarang praktik perjudian dalam setiap kegiatan Tedong Silaga, disertai komitmen bersama tokoh adat untuk menegakkan aturan tersebut.
Pembatasan akses bagi pelajar, dengan mendorong keluarga dan gereja untuk tidak mengizinkan anak-anak sekolah berada di arena pada jam belajar, serta melibatkan pengurus jemaat dalam pengawasan langsung.
Pendampingan pastoral dan edukasi rutin, melalui khotbah, persekutuan pemuda, dan pembinaan keluarga yang secara khusus membahas dampak judi dan pentingnya pendidikan.
Pengaturan waktu dan tata kelola kegiatan budaya, agar pelaksanaan Tedong Silaga tidak mengganggu aktivitas sekolah serta lebih tertib dan terkontrol.
Kolaborasi berbasis komunitas, antara gereja, tokoh adat, pemuda, dan organisasi kemasyarakatan untuk membangun kesepakatan bersama menjaga arena tetap bersih dari praktik perjudian.
DPC GMNI Toraja Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini secara konstruktif serta siap bersinergi dengan BPS Gereja Toraja dan seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pelestarian budaya yang bermartabat, bebas dari praktik perjudian, serta berpihak pada perlindungan dan masa depan generasi muda.










