Menu

Mode Gelap
Kapolda Sulsel dan Ketua Bhayangkari Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Operasi Ketupat 2026 Berjalan Optimal di Makassar Frederik Kalalembang Kawal Pemulangan Jenazah Mathius Pulo Asal Toraja ke Indonesia Bupati Toraja Utara Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, Momen Menjaga dan Merawat Persaudaraan Wujud Kepedulian Jaga Kamtibmas, Kapolres Tana Toraja Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Khutbah Jumat Tindak Lanjuti Soal Tongkonan, Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Inisiasi Seminar Strategis Untuk Kemajuan Toraja Aliansi Dosen Muda Toraja Dukung BPS Getor Tolak Praktik Judi Tedong Petarung

Headline

Program MBG di Tana Toraja Tuai Berbagai Sorotan, Hingga Penutupan SPPG Pantan

badge-check


					SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa Perbesar

SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Penyaluran Makanan Bergisi Gratis (MBG) Kabupaten Tana Toraja akhir-akhir ini menuai sorotan akibat ditemukannya buah busuk dalam menu MBG yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantan, Makale.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Tana Toraja, Rudy Andi Lolo menyebut pentingnya perhatian terhadap mitra penyuplai MBG.“Kalo saya ini mitra. Pertama yang saya pikirkan, kalo buah busuk artinya, kau tidak beli dari petani. Salak, seminggu di pasar itu belum busuk. Kalo diambil dari petani tidak perlu disortir. Artinya dibeli dari pasar yang bukan dari tempat itu.” tutur Rudy Andilolo yang juga merupakan Sekda Tana Toraja kepada awak media, pada Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh mitra. Yang pertama, mitra tidak merangkul petani-petani lokal, kedua, tidak mempertimbangkan kesegaran buah.

Pada saat yang sama, Rudy Andi Lolo membeberkan bahwa akibat kejadian tersebut Dapur MBG Pantan dikenakan sanksi berupa pemberhentian operasional hingga kemungkinan terjadinya pergantian pengelola.

“SPPG Pantan disanksi, ditutup sementara waktu. Bisa saja pengelolanya diganti, bisa saja karena BGN tidak main-main dengan ini,” jelasnya.

Sementara terkait belum meratanya penyaluran MBG di semua wilayah Tana Toraja, Rudy Andilolo menyebut persoalan tersebut masih terkendala persoalan dapur MBG yang belum semuanya rampung.

Hingga saat ini dapur yang beroperasi baru sebanyak enam (6) dapur, sementara satu (1) dapur sementara tidak beroperasi, dan empat (4) dapur sementara dalam persiapan operasional.

41 dapur lainnya, yakni empat (4) dapur APBN dan 37 dapur untuk THT masih dalam tahap pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolda Sulsel dan Ketua Bhayangkari Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Operasi Ketupat 2026 Berjalan Optimal di Makassar

20 Maret 2026 - 11:29 WIB

Frederik Kalalembang Kawal Pemulangan Jenazah Mathius Pulo Asal Toraja ke Indonesia

20 Maret 2026 - 11:08 WIB

Bupati Toraja Utara Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, Momen Menjaga dan Merawat Persaudaraan

20 Maret 2026 - 09:18 WIB

Wujud Kepedulian Jaga Kamtibmas, Kapolres Tana Toraja Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Khutbah Jumat

20 Maret 2026 - 08:50 WIB

Tindak Lanjuti Soal Tongkonan, Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Inisiasi Seminar Strategis Untuk Kemajuan Toraja

20 Maret 2026 - 06:56 WIB

Aliansi Dosen Muda Toraja Dukung BPS Getor Tolak Praktik Judi Tedong Petarung

20 Maret 2026 - 05:35 WIB

DPD GAMKI Sulsel Dukung Sikap BPS Gereja Toraja Berantas Judi dan Penyakit Sosial

19 Maret 2026 - 10:16 WIB

Trending di Headline