Menu

Mode Gelap
PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara Bupati Toraja Utara Buka Rapat Percepatan Survei Penilaian Integritas Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

Headline

Program MBG di Tana Toraja Tuai Berbagai Sorotan, Hingga Penutupan SPPG Pantan

badge-check


					SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa Perbesar

SPPT Pantan di Tana Toraja salah satu penyedia MBG ditutup. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Penyaluran Makanan Bergisi Gratis (MBG) Kabupaten Tana Toraja akhir-akhir ini menuai sorotan akibat ditemukannya buah busuk dalam menu MBG yang disajikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pantan, Makale.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas MBG Tana Toraja, Rudy Andi Lolo menyebut pentingnya perhatian terhadap mitra penyuplai MBG.“Kalo saya ini mitra. Pertama yang saya pikirkan, kalo buah busuk artinya, kau tidak beli dari petani. Salak, seminggu di pasar itu belum busuk. Kalo diambil dari petani tidak perlu disortir. Artinya dibeli dari pasar yang bukan dari tempat itu.” tutur Rudy Andilolo yang juga merupakan Sekda Tana Toraja kepada awak media, pada Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut menunjukkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh mitra. Yang pertama, mitra tidak merangkul petani-petani lokal, kedua, tidak mempertimbangkan kesegaran buah.

Pada saat yang sama, Rudy Andi Lolo membeberkan bahwa akibat kejadian tersebut Dapur MBG Pantan dikenakan sanksi berupa pemberhentian operasional hingga kemungkinan terjadinya pergantian pengelola.

“SPPG Pantan disanksi, ditutup sementara waktu. Bisa saja pengelolanya diganti, bisa saja karena BGN tidak main-main dengan ini,” jelasnya.

Sementara terkait belum meratanya penyaluran MBG di semua wilayah Tana Toraja, Rudy Andilolo menyebut persoalan tersebut masih terkendala persoalan dapur MBG yang belum semuanya rampung.

Hingga saat ini dapur yang beroperasi baru sebanyak enam (6) dapur, sementara satu (1) dapur sementara tidak beroperasi, dan empat (4) dapur sementara dalam persiapan operasional.

41 dapur lainnya, yakni empat (4) dapur APBN dan 37 dapur untuk THT masih dalam tahap pembangunan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama

19 September 2026 - 04:23 WIB

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

12 September 2026 - 10:17 WIB

Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

8 September 2026 - 09:33 WIB

Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

8 September 2026 - 00:51 WIB

Satresnarkoba Polres Toraja Utara Amankan Pria Asal Luwu Atas Kepemilikan 2 Sachet Sabu

8 September 2026 - 00:44 WIB

Trending di Headline