TANA TORAJA, Vressnews – Sebanyak 24 Tower Telekomunikasi bantuan Pemerintah Pusat yang dibangun di Tana Toraja tidak berfungsi dengan baik dan tidak beroperasi.
Hal ini diungkap Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Tana Toraja Berthy Mangontan dalam rapat pansus LKPJ Bupati Tana Toraja, pada Rabu (22/4/2026) kemarin.
Hal ini disampaikan Berthy sebagai laporan pertanggungjawaban terhadap pengawasan jaringan telekomunikasi di Kabupaten Tana Toraja.
Dalam laporannya Berthy Mangontan mengatakan ada 24 Tower Telekomunikasi yang jaringannya kurang bagus bahkan tidak berfungsi.
24 tower ini menggunakan operator seluler H3I (Indosat) yang dibangun sejak tahun 2022 dan tersebar di 8 Kecamatan di Tana Torajaa yakni Masanda, Bittuang, Bonggakaradeng, Gandangbatu Sillanan, Malimbong Balepe’, Rano, Mappak dan Simbuang.
Dalam laporannya, Kepala Diskominfo Tana Toraja itu menyampaikan telah melayangkan surat kepada Kementerian Komunikasi terkait masalah tersebut.
Sementara Pansus LKPJ merekomendasikan dan meminta Dinas terkait untuk melakukan upaya lain untuk pemanfaatan tower telekomunikasi tersebut dengan menggandeng operator seluler lain seperti Telkomsel mengingat sebagian besar masyarakat Tana Toraja adalah pengguna jaringan seluler Telkomsel.
24 tower yang tidak berfungsi baik ini merupakan bagian dari proyek pembangunan 32 tower telekomunikasi bantuan pusat di Tana Toraja pada tahun 2022 untuk menjawab persoalan jaringan telekomunikasi di sejumlah daerah blank spot (Daerah Tanpa Sinyal).

Namun fakta di lapangan tower telekomunikasi ini justru tidak berfungsi dengan baik bahkan ada yang sama sekali tidak dapat difungsikan.













