TORAJA, Vressnews – Menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palopo siagakan dua posko pelayanan di Toraja.
Hal ini diungkapkan Manager PLN UP3 Palopo, Yekti Kurniawan bahwa langkah mitigasi telah dilakukan agar masyarakat dapat menikmati layanan kelistrikan secara optimal selama masa siaga Nataru yang berlangsung 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

“Seluruh petugas PLN disiagakan untuk memastikan masyarakat, khususnya umat Nasrani, dapat menjalankan ibadah Natal dengan tenang dan nyaman. Ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang andal dan berkelanjutan,” jelasnya.
PLN UP3 Palopo juga membentuk Special Force Siaga Nataru yang melibatkan 80 personel dan tersebar khusus di 2 posko siaga Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara. Tim tersebut didukung berbagai peralatan pendukung, antara lain 4 unit genset, 2 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), serta 2 unit Gardu Bergerak (UGB) guna menjaga kontinuitas pasokan listrik.
Untuk mempercepat penanganan gangguan di lapangan, PLN juga menyiapkan sarana operasional berupa 1 unit truk crane, 20 unit sepeda motor, dan 35 unit kendaraan operasional.

Dari sisi pasokan daya, Yekti menjelaskan bahwa proyeksi Beban Puncak (BP) Sistem Kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) pada periode Nataru mencapai 1.757 MW. Dengan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 2.248,3 MW, sistem kelistrikan masih memiliki cadangan daya sekitar 491,3 MW.
Sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, terutama pengguna kendaraan listrik, PLN UP3 Palopo juga memastikan ketersediaan 7 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Toraja Utara dan Kabupaten Tana Toraja.









