TORAJA UTARA, Vressnews – Pasca Aksi Demonstarasi ratusan massa Komunitas Pecinta Tedong Silaga di kantor Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara menggelar pertemuan dengan menghadirkan seluruh tokoh lintas agama dan Pengurus Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja di ruang pertemuan lantai 2 Tongkonan Sangulele, Selasa (24/3/2026).
Pertemuan tokoh agama dari berbagai lintas agama di pimpin langsung oleh Ketua FKUB Toraja Utara, Pdt. Musa Salusu didampingi Sekretrisnya, Pastor Paulus Tongli dan Wakil Ketua, H. Bumbun Pakata serta sejumlah pengurus lainnya.
Selain Pengurus FKUB yang hadir, BPS Gereja Toraja juga mengahadirkan budayawan Toraja, Daud Pangarungan, sejumlah ulamah, pendeta dari dedominasi gereja serta Ketua GRANAT Toraja, Yiswa Saranga’.
Dalam pertemuan tersebut, FKUB, BPS Gereja Toraja dan Budayawan membahas terkait penyakit sosial yang terjadi di arena tedong silaga (lokasi kerbau petarung).
Pada kesempatan tersebut Ketua FKUB Toraja Utara, Pdt Musa Salusu menjelaskan kepada pertemuan bersama lintas umat beragama bahwa pasca aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para pecinta tedong (kerbau) petarung di halaman kantor sinode merupakan suatu tindakan yang tidak menghargai lembaga gereja.
“Ini menjadi perhatian khusus kita bersama Forum Komunikasi Umat Beragama di Toraja Utara,” ucap Pdt Musa Salusu.
Menurutnya Kerbau Petarung atau tedong silaga tidak menjadi masalah, yang menjadi soal itu adalah dalam arena itu di boncengi oleh peristiwa-peristiwa sudah tidak benar.
“Adanya arena atau kandang kerbau petarung muncullah disana peristiwa-peristiwa seperti perjudian, transaksi narkoba dan penyakit sosial,” kata Musa.
Ia juga menyebutkan bahwa Ketua BPS Gereja Toraja sudah mengundang kedua Bupati yakni Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dan Bupati Tana Toraja, dr Sadrak Tombeq.
“Dalam pertemuan di BPS Gereja Toraja dengan Bupati Tana Toraja dan Toraja Utara sepakat dan diperlukan pemahaman yang seragam, dan sikap bersama dari pimpinan FKUB Toraja Utara dan Pemerintah dua kabupaten,” pungkas Ketua FKUB Toraja Utara, Pdt Musa Salusu.













