Menu

Mode Gelap
Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Kelas 3 SD yang Tenggelam di Enrekang Bocah Kelas 3 SD di Enrekang Tenggelam di Sungai, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Bupati Torut Ucapkan Selamat HUT Getor ke 79, Menjaga Keluhuran Toraja untuk Masa Depan yang Bermartabat Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Dukung Pemberantasan Penyakit Masyarakat di Toraja, Semua Harus Bersatu Selamatkan Budaya dan Generasi Muda BL Ditangkap Polisi Usai Cabuli Adik Kandungnya Sendiri di Toraja Utara dengan Tawaran Uang dari Rp5 Ribu hingga Rp10 Ribu FKUB Toraja Utara dan Tana Toraja Sepakat Perangi Judi, Narkoba dan Seks Bebas

News

Marak Eksekusi Tongkonan di Toraja, Firmina Tallulembang Politisi Gerindra Angkat Bicara!

badge-check


					Firmina Tallulembang, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Partai Gerindra. Foto: Istimewa Perbesar

Firmina Tallulembang, Anggota DPRD Provinsi Sulsel Fraksi Partai Gerindra. Foto: Istimewa

MAKASSAR, Vressnews – Maraknya eksekusi atau penggusuran rumah adat Toraja (tongkonan) kembali menuai sorotan publik. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Gerindra, Firmina Tallulembang, menegaskan penolakannya terhadap praktik tersebut karena dinilai mencederai nilai budaya sekaligus meresahkan masyarakat adat.

Firmina menekankan bahwa tongkonan tidak bisa dipandang sekadar bangunan fisik. Lebih dari itu, tongkonan adalah simbol identitas, persatuan, serta warisan leluhur yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat Toraja.

“Tongkonan adalah pusat kehidupan orang Toraja, tempat berkumpul keluarga besar, sekaligus simbol adat dan budaya. Eksekusi yang dilakukan tanpa solusi kultural jelas melukai perasaan masyarakat Toraja,” ujar Firmina, beberapa waktu lalu.

Ia mengingatkan agar aparat maupun pemangku kebijakan tidak hanya melihat persoalan dari sisi hukum positif, melainkan juga menimbang aspek sosial, kultural, dan kemanusiaan.

“Kami mendesak agar pemerintah bersama lembaga hukum mencari jalan keluar yang bijaksana. Jangan sampai tindakan eksekusi ini menimbulkan konflik horizontal dan merusak tatanan adat yang sudah turun-temurun,” tegasnya.

Politisi Gerindra itu juga mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk lebih serius melindungi situs-situs budaya Toraja, termasuk tongkonan, yang sudah diakui sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Menurut Firmina, persoalan serupa sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme mediasi adat atau kebijakan perlindungan budaya, bukan dengan tindakan represif yang meruntuhkan simbol kultural Toraja.

“Tongkonan adalah warisan lelulur. Kalau diruntuhkan begitu saja, maka hilanglah jati diri orang Toraja. Ini bukan sekadar soal bangunan, tapi soal marwah dan harga diri masyarakat adat,” imbuhnya.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, Firmina juga mendorong pemerintah daerah Tana Toraja maupun Toraja Utara segera menyusun payung hukum dan sanksi tegas bagi pihak-pihak yang mencoba melanggar atau mengabaikan nilai adat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Kelas 3 SD yang Tenggelam di Enrekang

26 Maret 2026 - 07:15 WIB

Bocah Kelas 3 SD di Enrekang Tenggelam di Sungai, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian

26 Maret 2026 - 05:25 WIB

Bupati Torut Ucapkan Selamat HUT Getor ke 79, Menjaga Keluhuran Toraja untuk Masa Depan yang Bermartabat

25 Maret 2026 - 11:07 WIB

Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Dukung Pemberantasan Penyakit Masyarakat di Toraja, Semua Harus Bersatu Selamatkan Budaya dan Generasi Muda

25 Maret 2026 - 10:17 WIB

BL Ditangkap Polisi Usai Cabuli Adik Kandungnya Sendiri di Toraja Utara dengan Tawaran Uang dari Rp5 Ribu hingga Rp10 Ribu

25 Maret 2026 - 08:26 WIB

FKUB Toraja Utara dan Tana Toraja Sepakat Perangi Judi, Narkoba dan Seks Bebas

25 Maret 2026 - 08:00 WIB

Tega Cabuli 2 Adik Kandungnya, Seorang Pria di Toraja Utara Ditangkap Polisi

25 Maret 2026 - 07:55 WIB

Trending di Headline