Menu

Mode Gelap
Ciptakan Rasa Aman dan Damai, Batalyon B Pelopor Kawal Perayaan Paskah di Parepare Korpala Unhas Berhasil Temukan Gua di Buntu Kandora Sepanjang 1,2 Kilometer Tembus Sampai Sangalla’ Nekat Perkosa Sepupunya, Seorang Pria di Toraja Utara Diamankan Polisi Mantan Kapolres Victor Datuan Batara Sesalkan Oknum TNI – Polri Masuk THM dan Buat Onar Batalyon B Pelopor Polda Sulsel Gelar Patroli Pengamanan Rangkaian Ibadah Jumat Agung dan Paskah di Kota Parepare Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal Nilai Pemda dan DPRD Tana Toraja Serampangan Susun Ranperda RTRW

News

Korpala Unhas Berhasil Temukan Gua di Buntu Kandora Sepanjang 1,2 Kilometer Tembus Sampai Sangalla’

badge-check


					Tim Speleologi Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin saat temukan Gua di Buntu Kandora. Foto: Istimewa Perbesar

Tim Speleologi Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin saat temukan Gua di Buntu Kandora. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Tim Speleologi Korps Pencinta Alam Universitas Hasanuddin (Korpala Unhas) melakukan kegiatan eksplorasi selama 7 hari sejak 23 – 29 maret 2026 di kawasan Karst Buntu Kandora Lembang Palipu’ Kecamatan Mengkendek Tana Toraja.

Eksplorasi dengan tema Toraja Karst Exploration ini beranggotakan 12 anggota Korpala Unhas masing-masing Richardy Nura’ Bandaso’, Hamrullah, Walad Radillah Idham, Affection Kurniawan Sosang, Andreas Parhusip, Ahmad Resa Tamrin, Muhammad Maulana Arif, Muhammad Farhan Abdullah, Heryanto Manalu, Afriliani Yohana Lubis, Miswanja Batu Padang dan Karasiak Maliku.Dari kegiatan eksplorasi selama 7 hari tersebut, Tim Speleologi Korpala Unhas berhasil mengidentifikasi sedikitnya tujuh gua dalam kawasan karst yang ditelusuri. Dari keseluruhan tersebut, tiga gua telah berhasil dipetakan hingga selesai.

Salah satu gua yang paling menonjol adalah Lo’ko’ Mapia, dengan total panjang lorong mencapai sekitar 1,2 km dan kedalaman vertikal hingga 150 meter. Proses pemetaan gua ini dilakukan selama kurang lebih 12 jam secara intensif di dalam gua. Lo’ko’ Mapia memiliki sistem sungai bawah tanah yang signifikan, yang mengalir dari Dusun Naniong, Lembang Palipu’ Kecamatan Mengkendek dan muncul kembali (resurgence) di Dusun Kalembang, Lembang Turunan Kecamatan Sangalla’.

Richardy Nura’ Bandaso’ salah satu anggota Korpala Unhas kepada Wartawan Kareba Toraja menjelaskan bahwa penemuan awal gua pada kawasan kasrt buntu kandora berawal dari analisis penginderaan jauh, yaitu dengan memanfaatkan citra satelit dan data topografi untuk mengidentifikasi indikasi morfologi karst, seperti depresi tertutup (dolina), lineament, sungai bawah tanah serta potensi bukaan gua.

Dari hasil interpretasi tersebut, tim kemudian melakukan verifikasi lapangan (ground check) untuk memastikan keberadaan objek yang terindikasi. Saat survei lapangan itulah tim menemukan beberapa gua yang selanjutnya dilakukan eksplorasi lebih lanjut.

Pendekatan ini menggabungkan analisis spasial berbasis GIS dengan observasi langsung di lapangan, sehingga penemuan gua tidak bersifat kebetulan, melainkan melalui proses ilmiah yang terencana.

Dalam penelusuran gua, tim menggunakan metode eksplorasi speleologi yang sistematis, dimulai dari observasi lorong secara visual, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan gua.

Tim menerapkan teknik SingleRope Technique (SRT) untuk menjelajahi bagian vertikal gua, serta melakukan pengukuran lorong menggunakan alat seperti kompas, clinometer, dan disto meter untuk memperoleh data panjang, arah dan kemiringan lorong.

Selain itu, tim juga melakukan dokumentasi kondisi gua, termasuk aspek geologi, hidrologi, serta temuan-temuan di dalam. Seluruh kegiatan dilakukan dengan memperhatikan standar keselamatan dan etika eksplorasi gua.

Metode ini memungkinkan tim tidak hanya menelusuri gua, tetapi juga menghasilkan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam penelusuran tersebut, tim juga menerapkan teknik ultralight dalam eksplorasi gua. Teknik ini dilakukan dengan membawa peralatan seminimal mungkin untuk meningkatkan efisiensi pergerakan di dalam gua.

Pada titik resurgence tersebut, aliran air telah dimanfaatkan oleh masyarakat setempat dengan cara dibendung sebagai sumber air untuk kebutuhan sehari-hari.Lebih lanjut, sistem sungai bawah tanah di kawasan karst Kandora ini diduga memiliki potensi jaringan yang lebih panjang. Hal ini diperkuat dengan temuan pada dua gua lain yang juga telah dipetakan, di mana keduanya menunjukkan keberadaan aliran sungai bawah tanah di dalamnya. Kondisi ini mengindikasikan kemungkinan adanya konektivitas hidrologi antar gua dalam satu sistem karst yang lebih luas.

Di luar temuan gua, tim juga mengidentifikasi tiga lokasi yang terindikasi sebagai situs pemakaman tradisional, salah satunya ditandai dengan keberadaan erong. Selain itu, ditemukan pula keanekaragaman biota gua, antara lain kepiting gua, koloni kelelawar dan berbagai jenis serangga selain itu, tim juga mengidentifikasi keberadaan organisme yang diduga merupakan parasit dalam ekosistem gua.

Pada kawasan eksokarst di sekitar lokasi, tim juga mencatat indikasi keberadaan fauna liar, termasuk dugaan kuskus beruang dan beberapa jenis primata (monyet).

Salah satu temuan menarik dari eksplorasi ini juga terlihat dari aspek antropologi, di mana kawasan Buntu Kandora diduga memiliki peran sebagai salah satu titik penyebaran Aluk Todolo.

Interpretasi ini diperoleh berdasarkan hasil diskusi dengan masyarakat setempat serta didukung oleh survei literatur terkait. Sementara itu, dari sisi geologi, kawasan karst Kandora menunjukkan karakteristik yang cukup unik.

Interpretasi geologi ini didasarkan pada hasil pengamatan langsung di lapangan, yang kemudian divalidasi dengan data sekunder berupa peta geologi regional.Seluruh hasil eksplorasi ini masih merupakan temuan awal yang memerlukan tindak lanjut melalui kajian dan eksplorasi yang lebih mendalam.

Diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan aspek sistem gua, hidrologi, geologi, arkeologi, antropologi, serta keanekaragaman hayati secara komprehensif.

Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi tahap awal dari rangkaian eksplorasi berkelanjutan yang akan dilakukan oleh Tim Speleologi Korpala Unhas dalam upaya mengungkap potensi dan karakteristik kawasan karst secara lebih utuh dan ilmiah.

Sebelumnya di tahun 2013 – 2014, Tim Speleologi Korpala Unhas juga telah melakukan kegiatan eksplorasi namun masih terpusat di Wilayah Kecamatan Gandangbatu Sillanan, sehingga kawasan lain seperti Buntu Kandora masih relatif belum banyak terungkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ciptakan Rasa Aman dan Damai, Batalyon B Pelopor Kawal Perayaan Paskah di Parepare

5 April 2026 - 04:13 WIB

Nekat Perkosa Sepupunya, Seorang Pria di Toraja Utara Diamankan Polisi

3 April 2026 - 10:08 WIB

Mantan Kapolres Victor Datuan Batara Sesalkan Oknum TNI – Polri Masuk THM dan Buat Onar

3 April 2026 - 10:01 WIB

Batalyon B Pelopor Polda Sulsel Gelar Patroli Pengamanan Rangkaian Ibadah Jumat Agung dan Paskah di Kota Parepare

3 April 2026 - 04:15 WIB

Aliansi Masyarakat Toraja Tolak Geotermal Nilai Pemda dan DPRD Tana Toraja Serampangan Susun Ranperda RTRW

1 April 2026 - 12:30 WIB

Sebanyak 2000 Tanda Tangan Dilayangkan ke Pemerintah, Bentuk Penolakan Proyek Geotermal di Bittuang Tana Toraja

1 April 2026 - 06:56 WIB

Puluhan Tahun Bertarung di Jalan Rusak, IPPEMSI Makassar Desak Pemerintah Tana Toraja Perhatikan Urat Nadi Simbuang Mappak

1 April 2026 - 06:36 WIB

Trending di Headline