Menu

Mode Gelap
Reses di Mentirotiku, Yopi Rante Maliku Siap Kawal Pembangunan Kantor Kelurahan, Kebersihan Lingkungan, dan Revitalisasi Jembatan Tengko Situru’ – Ba’lele Selain 4 Pelaku Judi Tedong Silaga, Polisi Juga Mengamankan 2 Pelaku Lainnya di Arena Adu Kerbau Saloso Pemerintah Toraja Utara Bersama BPJS Ketenagakerjaan Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tim Resmob Polres Toraja Utara Kembali Amankan 4 Pria Terduga Pelaku Judi Adu Kerbau Nekat Karena Nafsu, Pelajar di Luwu Timur yang Tega Habisi Nyawa Abi Limbong adalah Tetangga Sekaligus Sepupu Korban Musnahkan 132 Kilogram Sabu, BNN Buktikan Keseriusan Perang Lawan Narkotika

News

Gerakan Akar Rumput dari Sangalla Untuk Indonesia : Smart Soul Club Bersama OMK Paroki jadi Perintis Penandatanganan Komitmen Anti Bullying

badge-check


					Smart Soul Club (SSC) secara resmi bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla menandatangani Komitmen Anti Bullying. Foto: Istimewa Perbesar

Smart Soul Club (SSC) secara resmi bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla menandatangani Komitmen Anti Bullying. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Ditengah maraknya isu perundungan (bullying) yang seringkali hanya ditangani secara formalitas oleh instansi pemerintah terkait, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal untuk menekan aksi perundungan yang terjadi khususnya di Tana Toraja.

Sebuah gerakan akar rumput muncul dari pelosok Tana Toraja, yakni Komunitas swadaya masyarakat Smart Soul Club (SSC) secara resmi memfasilitasi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla untuk menjadi pelopor ikrar dan penandatanganan komitmen stop bullying pertama yang diinisiasi secara mandiri oleh komunitas pemuda di Indonesia.Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu 21 – 22 Februari 2026 tersebut dilaksanakan di Gereja Katolik Santo Paulus Lebani’, Kelurahan Leatung, Kecamatan Sangalla.

Berlangsung secara khidmat namun penuh semangat ini dimulai dengan sesi fasilitasi yang dipimpin langsung oleh Founder Smart Soul Club, Desyanti Tandirerung.

Sebagai seorang praktisi kesehatan, Desyanti menekankan bahwa perundungan bukan sekadar masalah disiplin, melainkan ancaman serius bagi kesehatan mental dan integritas jiwa generasi muda.

Metode Interaktif dan Pendekatan Iman Untuk mencairkan suasana dan membangun empati, tim volunteer SSC menghidupkan acara melalui berbagai permainan (games) edukatif.

Tidak berhenti pada aspek psikologis, materi kemudian diperdalam dengan tinjauan “Bullying dalam Pandangan Iman Katolik”.

Sesi ini memberikan landasan spiritual bagi para peserta bahwa tindakan merendahkan sesama adalah pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai citra Allah.

Acara dilanjutkan dengan sharing session yang emosional, di mana para anggota OMK berbagi pengalaman dan keresahan mereka, hingga mencapai puncaknya pada pembacaan Ikrar Bersama Stop Bullying.

Komitmen Hitam di Atas Putih Berbeda dengan kampanye pada umumnya, gerakan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Piagam Komitmen Stop Bullying.

Penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh P.Andreas Melky, Pr (Pastor Moderator OMK Paroki KIAA Sangalla), Semuel Suprianto (Ketua OMK Paroki KIAA Sangalla), Desyanti Tandirerung (Founder Smart Soul Club).

“Ini adalah langkah nyata dari Sangalla untuk Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa komunitas swadaya masyarakat dan orang muda gereja bisa menjadi penggerak utama dalam memutus rantai bullying, tanpa harus menunggu program formal dari pemerintah,” tegas Desyanti Tandirerung.

Harapan Nasional Aksi OMK Paroki Sangalla ini diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas-komunitas pemuda kategorial lainnya di seluruh Indonesia untuk berani menyatakan sikap serupa.

Dengan dokumen komitmen yang jelas, OMK Sangalla kini resmi menyandang status sebagai agen perubahan (agent of change) dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan penuh cinta kasih.

Untuk diketahui Smart Soul Club adalah komunitas swadaya masyarakat yang fokus pada penguatan karakter, kesehatan reproduksi ,kesehatan mental, dan fasilitasi sosial bagi generasi muda. Berbasis di Tana Toraja, SSC berkomitmen melahirkan individu-individu berjiwa cerdas yang peduli pada kemanusiaan, yang dirancang sebagai “teman seperjalanan” bagi anak dan remaja untuk mendapatkan akses terhadap hak-hak dasar seperti ilmu pengetahuan umum, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, dan keterampilan hidup (life skills).

Sementara OMK sendiri adalah komunitas wadah kreativitas, pengembangan, dan pengaderan generasi muda di lingkungan Gereja Katolik. OMK berfungsi sebagai tempat bersosialisasi dan berdinamika bagi remaja dan kaum muda untuk mengembangkan diri dalam iman serta pelayanan kepada sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Reses di Mentirotiku, Yopi Rante Maliku Siap Kawal Pembangunan Kantor Kelurahan, Kebersihan Lingkungan, dan Revitalisasi Jembatan Tengko Situru’ – Ba’lele

12 Juni 2026 - 10:55 WIB

Selain 4 Pelaku Judi Tedong Silaga, Polisi Juga Mengamankan 2 Pelaku Lainnya di Arena Adu Kerbau Saloso

12 Juni 2026 - 09:13 WIB

Pemerintah Toraja Utara Bersama BPJS Ketenagakerjaan Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia

12 Juni 2026 - 08:33 WIB

Tim Resmob Polres Toraja Utara Kembali Amankan 4 Pria Terduga Pelaku Judi Adu Kerbau

12 Juni 2026 - 08:04 WIB

Nekat Karena Nafsu, Pelajar di Luwu Timur yang Tega Habisi Nyawa Abi Limbong adalah Tetangga Sekaligus Sepupu Korban

12 Juni 2026 - 03:27 WIB

Musnahkan 132 Kilogram Sabu, BNN Buktikan Keseriusan Perang Lawan Narkotika

11 Juni 2026 - 09:10 WIB

Expo Satpol PP Damkar 2026, Bupati Toraja Utara Hadiahi Penambahan Anggaran Penunjang Tugas dan Tanggung Jawab

9 Juni 2026 - 04:38 WIB

Trending di Headline