TORAJA UTARA, Vressnews – Mitra Satuan Pelayanan Pemenihan Gizi (SPPG) Sesean Palawa’ Kabupaten Toraja Utara menggelar Konfrensi Pers di kantor SPPG Palawa setelah mengetahui hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikeluarkan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar seluruhnya negatif atau seluruh Makanan yang Diuji Memenuhi Syarat untuk Dikonsumsi.
Mengawali konfrensi Pers, Mitra SPPG Palawa Sesean Eta Pabutungan menyampiakan permohonan maaf dan rendah hati kepada masyarakat, keluarga atau anak-anak kami penerima manfaat MBG yang sempat terjadi kegaduhan atau kesalahpahaman yang terjadi di SMA Negeri 3 Toraja Utara pada 8 Oktober 2026 lalu.
Didepan awak media, Mitra SPPG Palawa’ Sesean Eta Pabutungan didampingi para staf mengungkapkan, bahwa di beberapa media mengatakan pihak SPPG Palawa’ belum memberikan klarifikasi atau tanggapan karena kami masih mendalami dan mempelajari kejadian ini, karena kami tidak akan berbicara sebelum ada bukti atau data yang otentik.
“Walaupun sebenarnya secara non medis kami sudah dapat menilai bahwa kejadian ini kami anggap ada kejanggalan,” ungkap Eta Pabutungan pada Senin (19/10/2026).
Ia menegaskan bahwa kami dari dapur SPPG Palawa’ sudah menjalankan SOP yang begitu ketat dan memenuhi stndar,” tegas Eta Pabutungan, selaku Mitra SPPG Palawa’ Sesean.
Dengan dikeluarkannya hasil Uji Sampel MBG oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, pihak Mitra SPPG Palawa’ Sesean, Eta Pabutungan menyampaikan dengan tegas bahwa kegaduhan atau narasi yang dibuat oleh beberapa media selama ini yang mengungkapkan bahwa indikasi keracunan adalah narasi yang keliru.
“Jadi sekali lagi saya menyatakan bahwa narasi indikasi keracunan adalah narasi yang keliru,” ungkapnya.
Mitra SPPG Palawa menyatakan seperti itu, karena pihak SPPG Palawa’ sudah memegang 2 bukti otentik, yang tadi pagi (red-senin 19/10) sudah dibacakan oleh Kepala Satgas MBG Kabupaten Toraja Utara dan itu disaksikan oleh pihak manajemen kami dari SPPG Palawa’, dan itu tidak ada indikasi keracunan karena tidak ditemukan bakteri.
“Semua hasil tes, ada 6 item itu semuanya negatif, dan itu dari pandangan medis,” tuturnya.
Lanjut disampaikan Mitra SPPG Palawa bahwa pihaknya sudah menerima hasil uji sampel makanan yang dikeluarkan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, dan kami juga dari sejak awal sudah menerima dari UPT Puskesmas Rante Pangli bahwa tidak ada indikasi keracunan, karena para siswa hanya merasakan mual dan sakit perut.
Ia juga menyebutkan bahwa selain 6 sampel makanan yang di bawa ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Makassar, pihak Mitra SPPG Palawa’ juga meminta hasil muntah dan feses siswa dilakukan uji laboratorium, namun karena tidak ada satupun siswa yang muntah dan diambil fesesnya akhirnya tidak ada yang dibawa ke balai besarlaboratorium.
“Jadi yang hanya dibawa ke Balai besar laboratorium kesehatan masyarakat di Makassar adalah sampel makanan dari kami di SPPG Palawa’ Sesean,” terang Eta Pabutungan selaku Mitra SPPG Palawa’ Sesean.

Konfrensi pers yang digelar untuk menyampaikan hasil pemeriksaan secara terbuka kepada masyarakat sekaligus memberikan kejelasan berdasarkan hasil pengujian laboratorium menyusul insiden keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa dan tenaga pendidik di SMA Negeri 3 Toraja Utara, Kecamatan Sesean, pada 8 Oktober 2026 lalu.
Eta Patungan juga menegaskan bahwa terus mempelajari apa yang terjadi sebenarnya, karena kami tidak ingin terjadi kedepannya, dan kami juga tidak ingin terjadi kepada SPPG lain.
“Untuk itu kami dari SPPG Palawa’ terus melakukan pengawasan lebih ketat lagi sesuai SOP yang ditentukan dari BGN,” ungkapnya.
Saat ini sejumlah penerima manfaat mMBG dari dapur SPPG Palawa’ Sesean meminta bahwa MBG segera beroperasi.
“Terimahkasih dan Puji Tuhan bahwa hasil Laboratorium uji sampel makanan yang diduga keracunan tersebut negatif artinya tidak ada yang bermasalah di menu MBG yang diterima siswa. Kami meminta untuk MBG di Sekolah kami untuk segera dilayani karena siswa dan orangtua merasa terbantu dengan adanya program MBG,” ujar Hermin Tandiseru, Kepala Sekolah SMPN 1 Sesean pada Rabu (21/10/2026).
Sementara itu Mitra SPPG Palawa’ Sesean memohon dan berharap sekiranya bisa beroperasional kembali dan dapat memdistribusikan lagi MBG yang selama ini sudah kami lakukan sesuai standar yang ditetapkan.
“Terimakasih kepada pihak kepolisian yang sudah mengawal terjadinya indikasi ini dan juga Dinas Kesehatan Kabupaten Toraja Utara yang secara intensif memeriksa dan meneliti sejak awal sampai adanya hasil yang dikeluarkan oleh Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat,” tutup Eta Pabutungan.













