HALTIM,Vressnews.Com-Ketua Umum Sentral Organisasi pelajar Mahasiswa lndonesia Halmahera Timur (SeOPMI Haltim)Syahnakri Ciliu menyoroti dugaan pelanggaran serius yang dilakukan oleh HRD PT. CHINA RAILWAY ENGINEERING INDONESIA (PT. CREI) Saiful Anwar yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara sepihak. Sabtu, (31/01/2026).
pasalnya adalah permasalahan ketenakerjaan mengenai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak oleh perusahaan yang merupakan Supkontraktornya Adalah PT Feni Haltim itu Justru bertentangan Dengan undang-undang Ketenaga kerjaan

Pemecatan/PHK yang di lakukan Oleh perusahaan tersebut tidak berdasar seharusnya pihak Perusaha mematuhi ketentuan UU No. 13 Tahun 2003, tentang ketenagakerjaan.
Di Katakan “sesuai dengan Peraturan yang berlaku Bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) diwajibkan untuk melakukan perundingan terlebih dahulu dengan para penerima kerja yang menjadi korban pemberhentian atau dapat dikatakan keputusan untuk melakukan (PHK) tidak bisa diambil sepihak oleh perusahaan” ungkapnya.
Kebijakan Yang di ambil oleh Perusahaan PT. CREI Subkontraktornya PT. FENI HALMAHERA TIMUR itu dinilai menabrak aturan Sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2021 tentang Perjanjian Kerja Waktu Tertentu, Alih Daya, Waktu Kerja dan Waktu Istirahat, serta Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Berdasarkan informasi yang Beredar Bahwa, ada satu Karyawan di PT. CREI, diduga diberhentikan tanpa alasan yang jelas, tanpa melalui surat peringatan (SP) pada 26 Januari 2026 lalu. Sementara itu, empat karyawan lainnya juga mengalami PHK tanpa melalui Surat Peringatan (SP) dan tidak mendatangani surat pemutusan hubungan kerja sebagaimana mestinya.
Selain itu, ada 25 (Dua Puluh Lima) Karyawan mengajukan Resign karena perusahaan tersebut dianggap tidak memiliki Kontrak Kerja yang jelas, ungkapnya.
Terpisah HRD PT. CREI Saiful Anwar mengatakan Bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan pernyataan kariawan di rumahkan karena Perusahan mau pinda ke Kalimantan
“Kalian tidak di berhentikan tapi kalian di rumahkan sementara dulu karena karena Perusahan mau pinda ke kalimantan dan perusahan sedang Close Project dan gaji Kalian tidak di Potong Kalian Terimah Full”, Ujarnya HRD perusahan Saiful Anwar.
Padahal Nyatanya perusahaan tersebut belum Close Project Justru Perusahan Sedang aktif dan Beroperasi itulah cara HRD Saiful Anwar untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau menyingkirkan Kariayawan di perusahan Tersebut.
Lebih mirisnya lagi, PT. CHINA RAILWAY ENGINEERING INDONESIA (PT. CREI) diam diam melakukan Perekrutan Karyawan Baru di luar Daerah Lingkar Industri pertambangan, mendatangkan Karyawan dari Luar Maluku Utara dengan dalih Karyawan Mutasi.
“Karena itu Kami menilai tindakan perusahaan ini tidak hanya melanggar aturan hukum yang berlaku, tetapi juga mencederai prinsip keadilan dan perlindungan terhadap hak-hak buruh. Perilaku HRD yang sewenang-wenang ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Nakri
Ketua SeOPMI Haltim, Nakri sapaan akrabnya, menilai bahwa HRD PT. CREI gagal menjalankan tanggung jawabnya dalam menerapkan peraturan secara profesional dan berkeadilan.
“Kegaduhan ini menunjukkan ketidakmampuan dan kelalaian pihak HRD dalam memahami dan menjalankan regulasi ketenagakerjaan”, ucapnya.
Kami mendesak Dinas Tenaga Kerja dan Instansi terkait untuk segera turun tangan dan melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran ini,” Tandasnya
Penulis : Aples









