Menu

Mode Gelap
Warga Nanna’ Nanggala Swadaya Cor Jalan dan Bangun Jembatan, Anggota DPRD Toraja Utara Dapil 3 Jangan Tutup Mata! Buka Turnamen Sepak Bola PKB ke-14 di Baruppu, Eva Rataba Dorong Sportivitas dan Persatuan NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Salurkan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Tana Toraja Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Sat Samapta Polres Toraja Utara Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110 Kasus Hilangnya Stoner 3,5 Tahun Tanpa Kejelasan, Pihak Terkait Didesak Segera Tuntaskan Ketua Gerakan Merah Putih Irian Jaya Papua Barat Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas dan Bijak Menyikapi Informasi

Headline

Bupati Toraja Utara Dedy Palimbong Akan Gunakan Mobil Listrik, Hemat yang Ramah Lingkungan

badge-check


					Dedy Palimbong Bupati Toraja Utara. Foto: Istimewa Perbesar

Dedy Palimbong Bupati Toraja Utara. Foto: Istimewa

TORAJA UTARA, Vressnews – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong menyatakan tidak akan menggunakan Alphard, melainkan mobil listrik sebagai kendaraan operasional atau mobil dinas.

“Jadi bukan Alphard, tapi mobil listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan,” jelas Frederick Victor Palimbong, Minggu (30/3/2025).

Jawaban Bupati ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar di masyarakat tentang pengadaan mobil dinas jenis Toyota Alphard seharga Rp 1,8 miliar oleh Pemkab Toraja Utara.

Meski begitu, Dedy sapaanya, membenarkan bahwa berdasarkan APBD tahun 2025 yang sudah disahkan pada akhir tahun lalu (saat dirinya belum jadi Bupati), terdapat mata anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas operasional Bupati dan Wakil Bupati.

“Anggaran kan sudah direncanakan dan disahkan akhir tahun lalu. Setelah kita lihat kembali, terkait efisiensi ini, kita review kembali. Kita memang membutuhkan kendaraan dinas, tetapi bukan Alphard yang harganya mahal itu, tetapi pilihan kita lebih ke mobil listrik, yang lebih ekonomis dan efisien,” urainya.

Ia menjelaskan, mobil listrik ini bisa menghemat setengah harga dari Toyota Alphard.

Kemudian, dengan penghematan ini, Pemkab Toraja Utara bisa membeli lagi aset berupa mobil hybrid, Hyunda.

Mobil hybrid ini bisa menggunakan bahan bakar, juga bisa menggunakan daya baterai.

“Mobilnya juga belum ada, tapi orang sudah ribut. Nda apa-apa, itu tandanya masyarakat kita peka dan terus mengawal pemerintah dalam semua kebijakannya,” ungkapnya.

Dedy Palimbong mengatakan, dengan menggunakan mobil listrik, juga merupakan salah satu bentuk efisiensi. Karena, pemerintah bisa berhemat dari sisi bahan bakar dan pemeliharaan.

“Dari sisi bahan bakar dan pemeliharaan ini, kita bisa berhemat banyak. Belum lagi dari sisi lingkungannya. Kalau Alphard, satu kali perjalanan kita ke Makassar bisa habis Rp 2 juta hanya untuk bensin saja. Tapi kalau mobil listrik paling Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” terangnya.

Dedy juga menyatakan, dalam pemerintahannya akan terus menpertimbangkan input dan ouput.

Artinya, setelah mendapat fasilitas mobil dinas, dirinya akan berupaya kerja maksimal kepada masyarakat.

“Saya selalu meliat input dan outputnya seperti apa, artinya saya harus mengembalikan 10 kali lipat dari apa yang saya lakukan. Minggu lalu saya ke Makassar, saya bilang ke pak Gubernur saya beli mobil listrik bukan Alphard, katanya bagus sekali, akhirnya kita dijanjikan oleh PLN stasiun pengisian kendaraan listrik umum,” ujarnya.

Diam-diam Lakukan Efisiensi

Lebih jauh, Dedy menyatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir ini, pihaknya melakukan review anggaran di semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

“Ini memang belum final ya, tapi anggaran kita di tahun 2025, yang sudah disahkan sebelumnya itu, banyak sekali yang tidak tepat sasaran. Sehingga, mengikuti arahan Bapak Presiden Prabowo, kita coba review kembali dan bisa mendapatkan penghematan yang luar biasa besar,” ungkap Dedy.

Dari upaya penghematan ini, pemerintah mengalokasikannya ke beberapa kegiatan strategis dan mendesak, seperti revitalisasi Sungai Sa’dan, revitalisasi drainase dan Pasar Bolu dan beberapa titik langganan banjir di dalam kota.

Kemudian perbaikan beberapa ruas jalan dalam kota. Pembangunan jalan ke Baruppu’ Parodo dan dari Sapan ke Pulu-Pulu.

“Ini kan isunya mungkin kurang keren, jadi tidak terangkat ke permukaan. Tapi nda apa-apa, kita kerja dalam senyap. Dedy-Andre siap tidak populer demi kebaikan masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Nanna’ Nanggala Swadaya Cor Jalan dan Bangun Jembatan, Anggota DPRD Toraja Utara Dapil 3 Jangan Tutup Mata!

7 Agustus 2026 - 02:54 WIB

Buka Turnamen Sepak Bola PKB ke-14 di Baruppu, Eva Rataba Dorong Sportivitas dan Persatuan

6 Agustus 2026 - 10:39 WIB

NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Salurkan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Tana Toraja

6 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Sat Samapta Polres Toraja Utara Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110

5 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Kasus Hilangnya Stoner 3,5 Tahun Tanpa Kejelasan, Pihak Terkait Didesak Segera Tuntaskan

5 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Ketua Gerakan Merah Putih Irian Jaya Papua Barat Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas dan Bijak Menyikapi Informasi

2 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Ruben Bonay Serukan Persatuan, Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas

2 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Trending di News