Menu ✖

Mode Gelap
Menteri Pertanian Buka Mubes PMTI ke V, Ingatkan Terus Merawat dan Menjaga Persaudaraan Kepsek dan Kapus Rante Pangli Sebut Puluhan Siswa di SMA 3 Toraja Utara Belum Bisa Dipastikan Keracunan MBG Mubes PMTI ke V Siap Digelar Hari Ini, Momentum Merajut Harmoni Persatuan dan Kesatuan Berorganisasi Lolos Seleksi Ketat Tingkat Nasional, Toraja Utara Dapat Program LSDP Rp102 Miliar Buah dari Kerja Nyata Unit PPA Polres Toraja Utara Tahan Pelaku Penganiayaan MS yang Dirawat di RSUD Dadi Makassar Merawat Sinergitas, Polsek Sangalla Sambangi Koramil 1414/06 Beri Ucapan Selamat HUT TNI ke 81

News

Kepsek dan Kapus Rante Pangli Sebut Puluhan Siswa di SMA 3 Toraja Utara Belum Bisa Dipastikan Keracunan MBG

badge-check


					Kepala Sekolah SMA 3 Toraja Utara Lukas Tandibadoang (kiri), dan Kepala Puskesmas Rante Pangli Sarah Pamangin (kanan). Foto: Istimewa Perbesar

Kepala Sekolah SMA 3 Toraja Utara Lukas Tandibadoang (kiri), dan Kepala Puskesmas Rante Pangli Sarah Pamangin (kanan). Foto: Istimewa

TORAJA UTARA, Vressnews – Terkait keracunan yang terjadi di SMA Negeri 3 Toraja Utara, pihak Kepala Sekolah dan Puskesmas Rante Pangli belum bisa memastikan penyebab mual dan sakit perut yang menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan medis pada Kamis (8/10/2026). width=1080Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA 3 Toraja Utara, Lukas Tandibadoang yang mengatakan bahwa dirinya belum bisa memastikan apakah 63 siswa yang dibawah ke Puskesmas Rante Pangli itu disebabkan karena keracunan saat mengonsumsi MBG (Makanan Bergizi Gratis).

“Ia menyebutkan bahwa sebelum Makan Gizi Gratis (MBG) masuk ke sekolah kami, sejumlah siswa sudah merasakan sakit perut dan mual, sehingga dari pihak sekolah langsung membawa ke puskesmas Rantepangli untuk dilakukan penanganan, namun kami belum bisa memastikan penyebabnya,” ujarnya. width=1080Sementara itu Kepala Puskesmas Rante Pangli Sarah Pamangin menegaskan bahwa puluhan siswa SMA 3 Toraja Utara yang datang secara bersamaan tersebut belum bisa didiagnosa sebagai keracunan MBG karena untuk memastikan hal tersebut itu butuh pemeriksaan hasil laboratorium.

“Karena kalau kita mau mendiagnosa itu harus ada hasil laboratorium, apakah itu dari air, dan makanan. Jadi yang kemarin itu hanya keluhan saja, jadi setelah diperiksa dokter dan diberikan obat, para siswa Puji Tuhan sudah bisa pulang. Jadi tidak ada yang parah dan butuh penanganan medis secara maksimal. Jadi ke 63 siswa itu tidak ada yang dirawat inap, hanya ada 4 siswa yang sempat diinfus dan setelah setengah cairan infus diberikan mereka sudah bisa pulang,” tegas Sarah Pamangin saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/2026).

Diketahui sampel makanan program MBG dari dapur SPPG Palawa Sesean telah dibawah ke Makassar untuk diperiksa, dan menunggu hasil dari uji laboratorium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menteri Pertanian Buka Mubes PMTI ke V, Ingatkan Terus Merawat dan Menjaga Persaudaraan

10 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Mubes PMTI ke V Siap Digelar Hari Ini, Momentum Merajut Harmoni Persatuan dan Kesatuan Berorganisasi

10 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Lolos Seleksi Ketat Tingkat Nasional, Toraja Utara Dapat Program LSDP Rp102 Miliar Buah dari Kerja Nyata

6 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Unit PPA Polres Toraja Utara Tahan Pelaku Penganiayaan MS yang Dirawat di RSUD Dadi Makassar

6 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Merawat Sinergitas, Polsek Sangalla Sambangi Koramil 1414/06 Beri Ucapan Selamat HUT TNI ke 81

6 Oktober 2026 - 01:31 WIB

Langit Masih Biru Gemakan Sinergitas TNI Polri di Toraja pada HUT ke 81 Tentara Nasional Indonesia

6 Oktober 2026 - 00:13 WIB

Peringati HKGB ke 74, Bhayangkari Bersama Polsek Sopai Salurkan Bantuan Sosial di Kelurahan Nonongan

6 Oktober 2026 - 00:03 WIB

Trending di Headline