TORAJA UTARA, Vressnews – Terkait keracunan yang terjadi di SMA Negeri 3 Toraja Utara, pihak Kepala Sekolah dan Puskesmas Rante Pangli belum bisa memastikan penyebab mual dan sakit perut yang menyebabkan puluhan siswa harus menjalani perawatan medis pada Kamis (8/10/2026).
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA 3 Toraja Utara, Lukas Tandibadoang yang mengatakan bahwa dirinya belum bisa memastikan apakah 63 siswa yang dibawah ke Puskesmas Rante Pangli itu disebabkan karena keracunan saat mengonsumsi MBG (Makanan Bergizi Gratis).
“Ia menyebutkan bahwa sebelum Makan Gizi Gratis (MBG) masuk ke sekolah kami, sejumlah siswa sudah merasakan sakit perut dan mual, sehingga dari pihak sekolah langsung membawa ke puskesmas Rantepangli untuk dilakukan penanganan, namun kami belum bisa memastikan penyebabnya,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Puskesmas Rante Pangli Sarah Pamangin menegaskan bahwa puluhan siswa SMA 3 Toraja Utara yang datang secara bersamaan tersebut belum bisa didiagnosa sebagai keracunan MBG karena untuk memastikan hal tersebut itu butuh pemeriksaan hasil laboratorium.
“Karena kalau kita mau mendiagnosa itu harus ada hasil laboratorium, apakah itu dari air, dan makanan. Jadi yang kemarin itu hanya keluhan saja, jadi setelah diperiksa dokter dan diberikan obat, para siswa Puji Tuhan sudah bisa pulang. Jadi tidak ada yang parah dan butuh penanganan medis secara maksimal. Jadi ke 63 siswa itu tidak ada yang dirawat inap, hanya ada 4 siswa yang sempat diinfus dan setelah setengah cairan infus diberikan mereka sudah bisa pulang,” tegas Sarah Pamangin saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/2026).
Diketahui sampel makanan program MBG dari dapur SPPG Palawa Sesean telah dibawah ke Makassar untuk diperiksa, dan menunggu hasil dari uji laboratorium.













