TORAJA, Vressnews – Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) turut berbelasungkawa dan prihatin atas insiden yang menimpa masyarakat asal Toraja dalam sepekan di Papua Pegunungan.
Empati dan rasa duka mendalam tersebut diungkapkan Alan Singkali selaku Wakil Sekertaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Masyarakat Toraja.
“PMTI selaku wadah masyarakat toraja diperantauan turut merasakan duka yang mendalam atas insiden penembakan yang terjadi di Papua Pegunungan menewaskan dua orang toraja dalam sepekan, kami turut berdukacita kiranya segenap keluarga selalu diberi kekuatan dan penghiburan yang sejati dari Tuhan Yang Maha Esa,” ungkap Alan Singkali.
Ia mengatakan bahwa rentetan peristiwa yang terjadi di Papua Pegunungan tidak seharusnya terjadi diantara sesama mahkluk ciptaan Tuhan.
“Menghilangkan nyawa seseorang dengan paksa adalah hal yang tidak manusiawi. Kami meminta pihak APH untuk mengusut tuntas hal tersebut sehingga tidak terulang lagi,” tegasnya.
Alan Singkali menjelaskan bahwa sebagai makhluk ciptaan Tuhan sudah sepatutnya kita hidup berdampingan dengan rukun dan damai, saling mengasihi satu sama lain, hidup toleran antar sesama, tanpa memandang suku, agama, dan golongan.
“Saya, Ijin meminjam salah satu perintah Tuhan pada 10 Hukum Taurat yaitu ‘JANGAN MEMBUNUH’ merujuk pada firman Tuhan tersebut kepada umat yang percaya kepada Tuhan bahwa menghabisi nyawa sesama manusia dengan alasan apapun adalah bertentangan dengan perintah Tuhan (DOSA) sehingga kepada sesama ciptaan Tuhan, baik yang ada di Papua maupun di tempat lain. Saya mengajak kita semua merenungkan peristiwa ini selanjutnya saling menjaga dan hidup berdampingan dengan harmonis,” jelasnya.

Alan juga meminta kepada masyarakat Toraja diperantauan untuk selalu menjaga ketenangan, hidup rukun dan damai antar sesama umat ciptaan dimanapun berada.
“Mari kita diaspora masyarakat Toraja saling menjaga, merawat kedamaian, hidup rukun antar sesama bahwa sebagaimana filosofih bahwa dimana bumi dipijak disana langit dijunjung, juga doakan keamanan kotamu dimana kamu hidup supaya kesana berkat Tuhan diperintahkan,” ujar Alan Singkali.













