TANA TORAJA, Vressnews – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Sila H. Pulungan, melaksanakan kunjungan kerja perdana di Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja pada Rabu (13/5/2026) kemarin.
Kunjungan ini difokuskan untuk meninjau infrastruktur serta memastikan kesiapan personel di lingkungan Adhyaksa Tana Toraja.
Dalam kunjungan tersebut, Kajati Sulsel didampingi oleh Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Sulawesi Selatan, Asisten Pembinaan Abdillah, dan Asisten Intelijen Ferizal.
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Frendra AH, beserta jajaran.
Dalam arahannya, Kajati Sulsel Sila H. Pulungan menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme.
“Kedatangan saya untuk mengingatkan arahan Pak Jaksa Agung kepada teman-teman di Tana Toraja. Saya menyampaikan salam dari beliau. Saya minta kita semua kerja yang benar dan baik. Jangan ada yang transaksional,” tegas Sila Pulungan di hadapan jajaran Kejari Tana Toraja.
Kajati Sulsel juga memberikan apresiasi terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana di kantor tersebut.
“Menurut hemat saya, Kejari Tana Toraja sudah kerja baik. Kantornya meski bangunan lama tapi sangat rapi dan bersih. Fasilitas dan sarana dirawat dengan baik,” ujarnya.
Terkait teknis penanganan perkara, Sila Pulungan mengingatkan agar seluruh jajaran patuh pada aturan terbaru dan menjauhi praktik korupsi.
“Dalam penanganan perkara harus sesuai SOP, pelajari KUHP dan KUHAP yang baru. Menerima sesuatu dari perkara adalah sebuah malapetaka,” tambahnya dengan nada peringatan.

Lebih lanjut, Kajati meminta jajaran Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun) untuk bersinergi dengan pemerintah daerah.
“Bantu pemerintah daerah, jaga kondusivitas daerah. Jangan cari-cari kesalahan pemerintah daerah,” pesannya.
Sejalan dengan itu, Asisten Pembinaan Abdillah mengingatkan jajaran untuk tertib administrasi pada aplikasi MySimkari. Sementara Asisten Intelijen Ferizal meminta intelijen daerah membantu pengawalan program prioritas seperti penggunaan Dana Desa dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap kondusif dan tepat sasaran.













