TORAJA UTARA, Vressnews – Anggota DPR RI Frederik Kalalembang serukan semua elemen masyarakat bersatu untuk melakukan pemberantasan dan menyelamatkan generasi muda dari Judi, Narkoba, dan Seks Bebas di Toraja.
Hal ini diungkapkan oleh Irjen Pol. (Purn) Frederik Kalalembang terkait hangatnya isu Tedong Silaga yang disusupi oleh praktik Judi hingga merembet ke Narkoba dan Seks Bebas.
“Judi, Narkoba dan Seks Bebas ini merupakan penyakit masyarakat, artinya kita harus menyelesaikannya dengan bergandengan tangan, semua elemen masyarakat harus terlibat, baik pihak aparat hukum dan pemerintah daerah untuk memberantas penyakit sosial yang merusak generasi kita di Toraja,” tegas Frederik Kalalembang, pada Rabu (25/3/2026).
Frederik juga menyampaikan bahwa stakeholder, aparat penegak hukum, tokoh agama dan tokoh adat, serta organisasi kemasyarakatan harus duduk bersama membahas hal tersebut secara utuh.
“Ini permasalahan yang kompleks yang perlu adanya tindakan nyata agar penyakit masyarakat ini dapat diselesaikan secara utuh tanpa menghilangkan adat dan budaya kita orang toraja,” ungkapnya.
Bagi Jenderal Bintang dua tersebut yang saat ini duduk di DPR RI, Toraja adalah kota pariwisata yang tidak terlepas dari berbagai penyakit masyarakat namun dengan adanya persamaan persepsi dan prinsip dari semua pihak akan dapat menyelesaikan masalah penyakit masyarakat yang saat ini sedang marak.
“Toraja itu adalah daerah pariwisata yang secara tidak langsung memunculkan beragam penyakit masyarakat. Namun ketegasan pemerintah, tokoh adat dan agama untuk memerangi hal tersebut sangat penting agar kita tidak menyesal dikemudian hari. Secara pribadi saya mendukung hal yang saat ini telah berjalan demi generasi, budaya, dan adat kita Toraja kedepan,” tegas Frederik.
Diketahui pada minggu kemarin Frederik Kalalembang baru saja melakukan pertemuan bersama Ketua GAMKI Sulsel, Senior GMKI dan Ketua PGWI Sulselra merencanakan untuk mengadakan Diskusi sehari ttg Peran Kepemimpinan dalam Mewujudkan Toraja sebagai Daerah Pariwisata yang Berdaya Saing.
“Kita tidak pernah berhenti untuk memberikan kontribusi kepada Toraja dengan berbagai cara, agar Toraja dapat berkembang lebih baik lagi menjadi daerah tujuan wisata yang mampu bersaing ditingkat nasional,” tutup Frederik.















