Menu

Mode Gelap
Warga Nanna’ Nanggala Swadaya Cor Jalan dan Bangun Jembatan, Anggota DPRD Toraja Utara Dapil 3 Jangan Tutup Mata! Buka Turnamen Sepak Bola PKB ke-14 di Baruppu, Eva Rataba Dorong Sportivitas dan Persatuan NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Salurkan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Tana Toraja Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Sat Samapta Polres Toraja Utara Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110 Kasus Hilangnya Stoner 3,5 Tahun Tanpa Kejelasan, Pihak Terkait Didesak Segera Tuntaskan Ketua Gerakan Merah Putih Irian Jaya Papua Barat Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas dan Bijak Menyikapi Informasi

News

SPPG Tambunan Akui Lalai : Rambutan Busuk Ditemukan Dalam Menu MBG yang Disajikan di Tana Toraja

badge-check


					Viral Rambutan busuk ditemukan di Menu MBG yang disajikan SPPG Tambunan. Foto: Istimewa Perbesar

Viral Rambutan busuk ditemukan di Menu MBG yang disajikan SPPG Tambunan. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah buah busuk ditemukan dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa SMKN 1 Tana Toraja di Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Dalam menu MBG yang viral tersebut, siswa menerima buah rambutan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Temuan ini memicu kekecewaan dan menimbulkan pertanyaan serius terkait standar pengawasan kualitas makanan dalam program yang ditujukan untuk menunjang gizi pelajar.Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG Tambunan Makale Utara mengakui adanya kelalaian sehingga buah yang tidak layak konsumsi tetap lolos ke dalam paket MBG.

“Mungkin ada sedikit lalai, mungkin. Tapi untuk sengaja, itu tidak ada. Namanya kita manusia biasa, tidak sengaja. Rambutan ji,” ujar perwakilan SPPG Tambunan, Ibu Onna kepada Awak Media, Jumat (27/2/2026).

SPPG Tambunan juga mengklaim bahwa sebelum makanan disalurkan, telah dilakukan proses penyortiran berlapis.

“Bayangkan dikemas pagi, dikasih masuk plastik. Disortir dulu oleh kepala dapur dengan ahli gizi, setelah itu masuk dalam pemorsian, setelah itu disortir lagi,” jelasnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan rambutan busuk tetap sampai ke tangan siswa. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas proses sortir yang diklaim telah dilakukan beberapa tahap.

Jika memang telah melalui pemeriksaan berlapis, publik menilai seharusnya tidak ada lagi bahan makanan yang tidak layak konsumsi yang lolos distribusi.

Program MBG sejatinya dirancang untuk memastikan siswa mendapatkan asupan sehat dan aman. Karena itu, kejadian ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kualitas dan pengawasan distribusi makanan benar-benar diperketat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Nanna’ Nanggala Swadaya Cor Jalan dan Bangun Jembatan, Anggota DPRD Toraja Utara Dapil 3 Jangan Tutup Mata!

7 Agustus 2026 - 02:54 WIB

Buka Turnamen Sepak Bola PKB ke-14 di Baruppu, Eva Rataba Dorong Sportivitas dan Persatuan

6 Agustus 2026 - 10:39 WIB

NasDem Peduli, Eva Stevany Rataba Salurkan Sembako untuk Petugas Kebersihan di Tana Toraja

6 Agustus 2026 - 09:14 WIB

Ciptakan Kondusifitas Wilayah, Sat Samapta Polres Toraja Utara Gencarkan Patroli Dialogis dan Sosialisasi Layanan 110

5 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Kasus Hilangnya Stoner 3,5 Tahun Tanpa Kejelasan, Pihak Terkait Didesak Segera Tuntaskan

5 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Ketua Gerakan Merah Putih Irian Jaya Papua Barat Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas dan Bijak Menyikapi Informasi

2 Agustus 2026 - 10:26 WIB

Ruben Bonay Serukan Persatuan, Ajak Warga Manokwari Jaga Kamtibmas

2 Agustus 2026 - 10:23 WIB

Trending di News