Menu

Mode Gelap
Tim Tenis Toraja Utara Boyong 5 Medali di Kejurnas Dream Team Tenis Makassar Yunior ke-IV di Makassar Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero Tolak Keras Eksplorasi Panas Bumi di Wilayah Adat Sangalla’ Tim Tabur Kejari Tana Toraja Tangkap DPO Terpidana Perzinahan Saat Bersembunyi di Lembang Sereale Toraja Utara Pengendara Moge Warga Jakarta Timur Ditetapkan jadi Tersangka, Usai Menabrak Anak Usia 10 Tahun di Nanggala Toraja Utara Satresnarkoba Polres Toraja Utara Ringkus 2 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu di Tallunglipu Usai Disorot, Harga Elpiji 3 Kg di Simbuang-Mappak Turun Drastis Jadi Rp29 Ribu

News

SPPG Tambunan Akui Lalai : Rambutan Busuk Ditemukan Dalam Menu MBG yang Disajikan di Tana Toraja

badge-check


					Viral Rambutan busuk ditemukan di Menu MBG yang disajikan SPPG Tambunan. Foto: Istimewa Perbesar

Viral Rambutan busuk ditemukan di Menu MBG yang disajikan SPPG Tambunan. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah buah busuk ditemukan dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa SMKN 1 Tana Toraja di Rantelemo, Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja.

Dalam menu MBG yang viral tersebut, siswa menerima buah rambutan dalam kondisi tidak layak konsumsi. Temuan ini memicu kekecewaan dan menimbulkan pertanyaan serius terkait standar pengawasan kualitas makanan dalam program yang ditujukan untuk menunjang gizi pelajar.Menanggapi hal tersebut, pihak SPPG Tambunan Makale Utara mengakui adanya kelalaian sehingga buah yang tidak layak konsumsi tetap lolos ke dalam paket MBG.

“Mungkin ada sedikit lalai, mungkin. Tapi untuk sengaja, itu tidak ada. Namanya kita manusia biasa, tidak sengaja. Rambutan ji,” ujar perwakilan SPPG Tambunan, Ibu Onna kepada Awak Media, Jumat (27/2/2026).

SPPG Tambunan juga mengklaim bahwa sebelum makanan disalurkan, telah dilakukan proses penyortiran berlapis.

“Bayangkan dikemas pagi, dikasih masuk plastik. Disortir dulu oleh kepala dapur dengan ahli gizi, setelah itu masuk dalam pemorsian, setelah itu disortir lagi,” jelasnya.

Namun fakta di lapangan menunjukkan rambutan busuk tetap sampai ke tangan siswa. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas proses sortir yang diklaim telah dilakukan beberapa tahap.

Jika memang telah melalui pemeriksaan berlapis, publik menilai seharusnya tidak ada lagi bahan makanan yang tidak layak konsumsi yang lolos distribusi.

Program MBG sejatinya dirancang untuk memastikan siswa mendapatkan asupan sehat dan aman. Karena itu, kejadian ini dinilai perlu menjadi bahan evaluasi menyeluruh agar kualitas dan pengawasan distribusi makanan benar-benar diperketat, sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tim Tenis Toraja Utara Boyong 5 Medali di Kejurnas Dream Team Tenis Makassar Yunior ke-IV di Makassar

5 Mei 2026 - 05:12 WIB

Keluarga Besar Tongkonan Layuk Kaero Tolak Keras Eksplorasi Panas Bumi di Wilayah Adat Sangalla’

5 Mei 2026 - 04:40 WIB

Tim Tabur Kejari Tana Toraja Tangkap DPO Terpidana Perzinahan Saat Bersembunyi di Lembang Sereale Toraja Utara

5 Mei 2026 - 04:17 WIB

Pengendara Moge Warga Jakarta Timur Ditetapkan jadi Tersangka, Usai Menabrak Anak Usia 10 Tahun di Nanggala Toraja Utara

4 Mei 2026 - 15:04 WIB

Satresnarkoba Polres Toraja Utara Ringkus 2 Tersangka Penyalahgunaan Narkoba Jenis Sabu di Tallunglipu

4 Mei 2026 - 09:58 WIB

Usai Disorot, Harga Elpiji 3 Kg di Simbuang-Mappak Turun Drastis Jadi Rp29 Ribu

4 Mei 2026 - 03:58 WIB

Longsor Terjang Kecamatan Masanda di Tana Toraja, Jalan Antar Kampung Terputus Total

4 Mei 2026 - 03:47 WIB

Trending di Headline