Menu

Mode Gelap
Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara Bupati Toraja Utara Buka Rapat Percepatan Survei Penilaian Integritas Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

News

Gerakan Akar Rumput dari Sangalla Untuk Indonesia : Smart Soul Club Bersama OMK Paroki jadi Perintis Penandatanganan Komitmen Anti Bullying

badge-check


					Smart Soul Club (SSC) secara resmi bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla menandatangani Komitmen Anti Bullying. Foto: Istimewa Perbesar

Smart Soul Club (SSC) secara resmi bersama Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla menandatangani Komitmen Anti Bullying. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Ditengah maraknya isu perundungan (bullying) yang seringkali hanya ditangani secara formalitas oleh instansi pemerintah terkait, namun tidak membuahkan hasil yang maksimal untuk menekan aksi perundungan yang terjadi khususnya di Tana Toraja.

Sebuah gerakan akar rumput muncul dari pelosok Tana Toraja, yakni Komunitas swadaya masyarakat Smart Soul Club (SSC) secara resmi memfasilitasi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Kristus Imam Agung Abadi Sangalla untuk menjadi pelopor ikrar dan penandatanganan komitmen stop bullying pertama yang diinisiasi secara mandiri oleh komunitas pemuda di Indonesia.Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Sabtu 21 – 22 Februari 2026 tersebut dilaksanakan di Gereja Katolik Santo Paulus Lebani’, Kelurahan Leatung, Kecamatan Sangalla.

Berlangsung secara khidmat namun penuh semangat ini dimulai dengan sesi fasilitasi yang dipimpin langsung oleh Founder Smart Soul Club, Desyanti Tandirerung.

Sebagai seorang praktisi kesehatan, Desyanti menekankan bahwa perundungan bukan sekadar masalah disiplin, melainkan ancaman serius bagi kesehatan mental dan integritas jiwa generasi muda.

Metode Interaktif dan Pendekatan Iman Untuk mencairkan suasana dan membangun empati, tim volunteer SSC menghidupkan acara melalui berbagai permainan (games) edukatif.

Tidak berhenti pada aspek psikologis, materi kemudian diperdalam dengan tinjauan “Bullying dalam Pandangan Iman Katolik”.

Sesi ini memberikan landasan spiritual bagi para peserta bahwa tindakan merendahkan sesama adalah pelanggaran terhadap martabat manusia sebagai citra Allah.

Acara dilanjutkan dengan sharing session yang emosional, di mana para anggota OMK berbagi pengalaman dan keresahan mereka, hingga mencapai puncaknya pada pembacaan Ikrar Bersama Stop Bullying.

Komitmen Hitam di Atas Putih Berbeda dengan kampanye pada umumnya, gerakan ini dikukuhkan melalui penandatanganan Piagam Komitmen Stop Bullying.

Penandatanganan dilakukan secara simbolis oleh P.Andreas Melky, Pr (Pastor Moderator OMK Paroki KIAA Sangalla), Semuel Suprianto (Ketua OMK Paroki KIAA Sangalla), Desyanti Tandirerung (Founder Smart Soul Club).

“Ini adalah langkah nyata dari Sangalla untuk Indonesia. Kami ingin membuktikan bahwa komunitas swadaya masyarakat dan orang muda gereja bisa menjadi penggerak utama dalam memutus rantai bullying, tanpa harus menunggu program formal dari pemerintah,” tegas Desyanti Tandirerung.

Harapan Nasional Aksi OMK Paroki Sangalla ini diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas-komunitas pemuda kategorial lainnya di seluruh Indonesia untuk berani menyatakan sikap serupa.

Dengan dokumen komitmen yang jelas, OMK Sangalla kini resmi menyandang status sebagai agen perubahan (agent of change) dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan penuh cinta kasih.

Untuk diketahui Smart Soul Club adalah komunitas swadaya masyarakat yang fokus pada penguatan karakter, kesehatan reproduksi ,kesehatan mental, dan fasilitasi sosial bagi generasi muda. Berbasis di Tana Toraja, SSC berkomitmen melahirkan individu-individu berjiwa cerdas yang peduli pada kemanusiaan, yang dirancang sebagai “teman seperjalanan” bagi anak dan remaja untuk mendapatkan akses terhadap hak-hak dasar seperti ilmu pengetahuan umum, kesehatan mental, kesehatan reproduksi, dan keterampilan hidup (life skills).

Sementara OMK sendiri adalah komunitas wadah kreativitas, pengembangan, dan pengaderan generasi muda di lingkungan Gereja Katolik. OMK berfungsi sebagai tempat bersosialisasi dan berdinamika bagi remaja dan kaum muda untuk mengembangkan diri dalam iman serta pelayanan kepada sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

12 September 2026 - 10:17 WIB

Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

8 September 2026 - 09:33 WIB

Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

8 September 2026 - 00:51 WIB

Satresnarkoba Polres Toraja Utara Amankan Pria Asal Luwu Atas Kepemilikan 2 Sachet Sabu

8 September 2026 - 00:44 WIB

Eva Stevany Rataba Tegaskan Tak Pernah Mendaftar dan Menerima Bansos Termasuk PKH

5 September 2026 - 04:49 WIB

Trending di Headline