Menu ✖

Mode Gelap
Akibat Dianiaya, Jiwa MS Terguncang dan Dirawat di RSKD Dadi Makassar, Keluarga dan Kuasa Hukum Minta Polres Toraja Utara Tahan Pelaku Pengusaha Muda Arcoylius Alik Raih Gelar Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Pancasakti Makassar Sasar Berbagai Elemen Masyarakat di Toraja Utara, JFK Gandeng BPIP Gelar Gerakan Kebajikan Pancasila Jelang HKGB Ke 74, Polres Toraja Utara Bersama Bhayangkari Gelar Aksi Sosial Kepada Penyandang Disabilitas di Yayasan RBM PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

News

Toraya Ma’kombongan : Frederik Kalalembang Minta Dewan Adat Kembali Difungsikan

badge-check


					Frederik Kalalembang Anggota DPR RI Komisi III saat menghadiri Toraya Ma'kombongan digedung Tammuan Mali' Makale. Foto: Istimewa Perbesar

Frederik Kalalembang Anggota DPR RI Komisi III saat menghadiri Toraya Ma'kombongan digedung Tammuan Mali' Makale. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Kegiatan Toraya Ma’kombongan atau musyawarah besar masyarakat adat Toraja yang digelar pemerintah kabupaten Tana Toraja dapat menghasilkan keputusan dan kesepakatan bersama untuk kembali menfungsikan Dewan Adat, yang dapat menjadi solusi menyangkut masyarakat adat, dalam menghadapi maraknya eksekusi rumah adat menggunakan alat berat berat atau eskapator, dan bahkan kedepan masih ada puluhan sengketa lahan tongkonan dan bahkan 6 (enam) diantaranya berpotensi akan dieksekusi.Hal ini disampaikan legislator Senayan asal Toraja dari Fraksi Demokrat, Irjen Pol (Purn) Frederik Kalalembang, kepada wartawan Rabu (17/12/25).

Dirinya menegaskan bahwa maraknya eksekusi rumah adat Tongkonan tidak akan berhenti selama Dewan Adat belum memiliki kebersamaan dan arah yang jelas dalam menyelesaikan persoalan adat dan pertanahan.

Baginya persoalan utama bukan semata pada jumlah eksekusi, melainkan pada proses penyelesaian sengketa yang seharusnya tidak selalu berujung pada jalur pengadilan.“Selama Dewan Adat tidak berfungsi dengan baik dan tidak memiliki kesepahaman, maka eksekusi akan terus terjadi. Padahal idealnya, proses penyelesaian sengketa dikembalikan kepada Dewan Adat setempat selama lembaga tersebut masih berjalan dan dipercaya. Jika tidak, maka hasilnya akan sama saja,” tegas Frederik atau yang akrab disapa JFK.

Dirinya mengatakan bahwa dalam pertemuan lanjutan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kedua kabupaten, akan dirumuskan langkah bersama melalui pelaksanaan seminar yang melibatkan seluruh Dewan Adat, praktisi hukum, akademisi, tokoh agama, serta unsur masyarakat.

“Forum ini penting agar tidak lagi terjadi proses saling tuntut, terutama menyangkut persoalan Tongkonan yang sejatinya melibatkan saudara sendiri. Termasuk persoalan pertanahan, kami mendorong agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak sembarangan menerbitkan sertifikat, tetapi benar-benar menelusuri silsilah dan hak yang sah,” terang JFK yang juga merupakan anggota Komisi III DPR RI.

Dirinya berharap ke depan tidak lagi terjadi eksekusi dengan menggunakan alat berat seperti ekskavator.

Jika pembongkaran terpaksa dilakukan, maka harus ditempuh dengan cara yang lebih manusiawi dan menghormati nilai adat.

Disamping itu, dirinya juga menekankan pentingnya pembenahan administrasi Tongkonan agar tidak memicu saling gugatan, serta peningkatan komunikasi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

“Administrasi Tongkonan harus diperbaiki, komunikasi antara pemerintah dan stakeholder harus diperkuat. Dengan begitu, konflik adat dan pertanahan bisa dicegah sejak dini,” pungkas JFK.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akibat Dianiaya, Jiwa MS Terguncang dan Dirawat di RSKD Dadi Makassar, Keluarga dan Kuasa Hukum Minta Polres Toraja Utara Tahan Pelaku

28 September 2026 - 09:24 WIB

Pengusaha Muda Arcoylius Alik Raih Gelar Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Pancasakti Makassar

28 September 2026 - 01:07 WIB

Sasar Berbagai Elemen Masyarakat di Toraja Utara, JFK Gandeng BPIP Gelar Gerakan Kebajikan Pancasila

28 September 2026 - 00:29 WIB

Jelang HKGB Ke 74, Polres Toraja Utara Bersama Bhayangkari Gelar Aksi Sosial Kepada Penyandang Disabilitas di Yayasan RBM

25 September 2026 - 11:40 WIB

PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama

19 September 2026 - 04:23 WIB

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Trending di Headline