Menu

Mode Gelap
Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali Toraya Ma’gellu Sukses Digelar, Dongkrak Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Toraja Utara Toraya Ma’gellu Tegaskan Toraja sebagai Rumah Budaya yang Hidup di Nusantara

News

Puang Mangasi Andi Lolo Tolak Mengkendek Dijadikan Lokasi Transmigrasi oleh Pemda Tana Toraja

badge-check


					Puang Ferdy Mangasi Andi Lolo, Parengnge' Tongkonan Mangasi Mengkendek. Foto: Istimewa Perbesar

Puang Ferdy Mangasi Andi Lolo, Parengnge' Tongkonan Mangasi Mengkendek. Foto: Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – Puang Mangasi Andi Lolo tolak program transmigrasi di Mengkendek, yang akan dilakukan oleh Pemda Tana Toraja.

Hal ini secara tegas dikatakan oleh Puang Mangasi Andi Lolo, Parengnge’ Tongkonan Mangasi.

Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mau ada masalah dan kesenjangan adat, budaya, dan kehidupan sosial jika program tersebut dilaksanakan.

“Kebutuhan tanah dan lokasi warga sekarang ini makin sempit, jadi sekali lagi program itu dikaji untuk dibatalkan atau ditolak,” tegas Ferdy Mangasi Andi Lolo kepada Redaksi Vressnews Kamis (27/11/2025).

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tana Toraja, Tupa Batara Randa mengungkapkan bahwa program transmigrasi nantinya diperuntukan untuk masyarakat lokal.

“Tana Toraja sebagian besar adalah tanah adat (ulayat) sehingga dalam Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) di Tana Toraja bukan diperuntukkan untuk masyarakat luar Tana Toraja tapi untuk masyarakat lokal Tana Toraja itu sendiri,” katanya.

Namun menanggapi hal tersebut Ferdy menjelaskan bahwa jika program transmigrasi yang dilakukan oleh Pemda Tana Toraja khusus bagi masyarakat lokal yang terdampak oleh bencana dirinya tidak permasalahkan.

“Boleh, tapi program itu untuk transmigrasi lokal karena relokasi dampak bencana, itu boleh. Untuk masyarakat yang kena bencana yang rumahnya hilang karena longsor dan bencana lainnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jambore V Sekolah Minggu Gereja Toraja Klasis Kota Palopo Resmi Dibuka

24 Juni 2026 - 11:33 WIB

GMNI Toraja Utara Gelar Lomba Pidato dan Nobar Film Bung Karno, Momentum Mengenang Sang Proklamator pada Hari Wafatnya

22 Juni 2026 - 03:00 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Toraja Utara Gelar Bakti Religi Bersihkan Tempat Ibadah

22 Juni 2026 - 02:45 WIB

Taekwondo Tana Toraja Raih Juara Umum III Sulteng Open Series VII di Kota Palu, Sukses Boyong Puluhan Medali

21 Juni 2026 - 11:44 WIB

Toraya Ma’gellu Sukses Digelar, Dongkrak Pariwisata, dan Ekonomi Lokal di Toraja Utara

21 Juni 2026 - 11:01 WIB

Toraya Ma’gellu Tegaskan Toraja sebagai Rumah Budaya yang Hidup di Nusantara

20 Juni 2026 - 00:21 WIB

Event Budaya Toraya Ma’gellu Jadi Magnet Turis Mancanegara, Art Center Rantepao Dipadati Penonton

20 Juni 2026 - 00:11 WIB

Trending di Headline