Menu

Mode Gelap
Jadi Khatib Shalat Idul Fitri, Kapolres Tana Toraja Ajak Jamaah Tingkatkan Takwa Dan Jaga Persatuan Kapolda Sulsel dan Ketua Bhayangkari Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Operasi Ketupat 2026 Berjalan Optimal di Makassar Frederik Kalalembang Kawal Pemulangan Jenazah Mathius Pulo Asal Toraja ke Indonesia Bupati Toraja Utara Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, Momen Menjaga dan Merawat Persaudaraan Wujud Kepedulian Jaga Kamtibmas, Kapolres Tana Toraja Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Khutbah Jumat Tindak Lanjuti Soal Tongkonan, Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Inisiasi Seminar Strategis Untuk Kemajuan Toraja

News

PT Inhutani Terancam Dicabut Izinnya, Akibat Penyadapan Getah Pinus Secara Brutal di Tana Toraja

badge-check


					Penyadapan Getah Pinus secara Brutal yang diduga dilakukan  oleh PT Inhutani I Tana Toraja, di Lembang Uluway Barat. Foto: Dok. Istimewa Perbesar

Penyadapan Getah Pinus secara Brutal yang diduga dilakukan oleh PT Inhutani I Tana Toraja, di Lembang Uluway Barat. Foto: Dok. Istimewa

TANA TORAJA, Vressnews – PT Inhutani I Tana Toraja, terancam dicabut izinnya akibat diduga melakukan penyadapan secara brutal di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Saddang I Tana Toraja, ia mengatakan bahwa sebelumnya pihak KPH Saddang I sudah memperingatkan PT Inhutani agar melakukan penyadapan sesuai dengan SOP yang ada, namun ada laporan di Media terkait penyadapan yang diduga tidak sesuai prosedur.

“Kalau ada laporan dari siapapun, kita akan cek ke lapangan dan tindak lanjuti. Kalau sudah diperingatkan dan masih bandel yah kita cabut surat izinnya,” tegas Kadang saat dikonfirmasi pada Jumat (8/8/2025).

“Sudah kami ingatkan, dan kita sarankan untuk bekerja sesuai SOP yang ada, makanya kita mau surati panggil ke kantor untuk dilakukan pembinaan,” tambah Kadang.

Sebelumnya diberitakan bahwa PT Inhutani I Tana Toraja, perusahaan yang bergerak di bidang penyadapan getah pinus dikeluhkan masyarakat lantaran diduga melakukan penyadapan getah pinus dengan brutal.

Dari pantauan dilapangan, di Lembang Uluway Barat, Kecamatan Mengkendek, Tana Toraja yang masuk wilayah kerja PT Inhutani I, terlihat hampir semua pohon pinus mengalami luka pada batang karena penyadapan.

Adri, salah satu warga Uluway Barat, mengeluhkan metode penyadapan yang dilakukan oleh perusahaan Inhutani I yang sangat brutal dan memberikan dampak yang negatif pada pohon yang dikerok getahnya.

“Sangat brutal, coba saja lihat dilapangan, bahkan satu pohon itu sudah tidak ada yang luput dari pengerokan, ini kan bisa berdampak buruk pada pohon tersebut,” ujar Andri kepada Wartawan, Selasa (5/8/2025).

Andri menambahkan, bahwa masyarakat sekitar hutan pinus meminta agar PT Inhutani I memperbaiki metode penyadapan getah pinus dan memastikan bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan cara yang ramah lingkungan dan berkelanjutan, namun hal tersebut tidak pernah diindahkan justru semakin menjadi-jadi.

“Sudah sering disampaikan sama perusahaan (PT Inhutani I), tapi cara penyadapannya tidak pernah berubah malah semakin parah,” ujarnya.

Padahal sudah jelas aturan bahwa kedalaman pengeboran getah pinus diatur agar tidak merusak pohon dan tetap menjaga produktivitas getah.

Diketahui umumnya, kedalaman pengeboran berkisar antara 1,5 hingga 3 cm pada metode sadap “quare” atau “koakan” dan 13-16 mm pada metode pengeboran dengan “bor”.

Penyadapan getah pinus yang dilakukan dengan cara brutal dapat menyebabkan kerusakan pada pohon pinus dan lingkungan sekitar. Sehingga PT Inhutani I diminta untuk memberikan penjelasan dan tindakan konkret untuk memperbaiki metode penyadapan getah pinus yang digunakan.

Pimpinan PT Inhutani I Tana Toraja, Abdul Salam saat dikonfirmasi membenarkan jika sebagian Lembang Uluway Barat masuk dalam wilayah kerja mereka.
“Betul, sebagian wilayah Uluway Barat masuk dalam wilayah kerja kami,” katanya pada Rabu (6/8/2025).

Ditanya soal teknik penyadapan yang dianggap brutal, Abdul menyebut jika pihaknya akan segera mengecek kondisi dilapangan.

“Ya untuk itu petugas saya perlu cek lapangan pak. Saya sedang tugaskan staf kami di toraja untuk chek ke lapangan,” kata Abdul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jadi Khatib Shalat Idul Fitri, Kapolres Tana Toraja Ajak Jamaah Tingkatkan Takwa Dan Jaga Persatuan

21 Maret 2026 - 09:43 WIB

Kapolda Sulsel dan Ketua Bhayangkari Tinjau Pos Pengamanan, Pastikan Operasi Ketupat 2026 Berjalan Optimal di Makassar

20 Maret 2026 - 11:29 WIB

Frederik Kalalembang Kawal Pemulangan Jenazah Mathius Pulo Asal Toraja ke Indonesia

20 Maret 2026 - 11:08 WIB

Bupati Toraja Utara Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1447 Hijriah, Momen Menjaga dan Merawat Persaudaraan

20 Maret 2026 - 09:18 WIB

Wujud Kepedulian Jaga Kamtibmas, Kapolres Tana Toraja Sampaikan Pesan Kamtibmas dalam Khutbah Jumat

20 Maret 2026 - 08:50 WIB

Tindak Lanjuti Soal Tongkonan, Anggota DPR RI Frederik Kalalembang Inisiasi Seminar Strategis Untuk Kemajuan Toraja

20 Maret 2026 - 06:56 WIB

Aliansi Dosen Muda Toraja Dukung BPS Getor Tolak Praktik Judi Tedong Petarung

20 Maret 2026 - 05:35 WIB

Trending di Headline