Menu

Mode Gelap
Harga Bumbu Dapur di Pasar Kota Maba Masih Tinggi Jelang Idulfitri 1447 H Dandim 1414 Tator Hadiri Rapat Kordinasi Lintas Sektoral Ops Ketupat 2026, Perkuat Sinergitas Sambut Idul Fitri Polres Toraja Utara Tegaskan Isu Sabu 160Kg Hilang Dimakan Tikus Adalah Hoaks! Kapolres Tana Toraja Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2026 Restorative Justice Pemulihan yang Berkeadilan : Bupati Toraja Utara Imbau Masyarakat Bermedia Sosial yang Santun Penuhi Kebutuhan Masyarakat Jelang Idul Fitri 2026, Pemda Toraja Utara Gelar Pangan Murah

News

Polres Toraja Utara Tegaskan Isu Sabu 160Kg Hilang Dimakan Tikus Adalah Hoaks!

badge-check


					Viral Sabu 160kg HOAX. Foto: Istimewa Perbesar

Viral Sabu 160kg HOAX. Foto: Istimewa

TORAJA UTARA, Vressnews – Kepolisian Resor (Polres) Toraja Utara Polda Sulsel memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya informasi liar di media sosial yang mengklaim bahwa barang bukti sabu seberat 160 kilogram hilang karena dimakan tikus dan serangga.

Pihaknya menyatakan kabar tersebut adalah hoaks dan menyesatkan. Informasi yang beredar tidak didasarkan pada data yang valid, yang kemudian sengaja dibuat untuk memicu opini negatif.Faktanya, Polres Toraja Utara tidak pernah melakukan pengungkapan atau penyitaan kasus narkoba jenis sabu dengan jumlah sebesar 160 kg. Angka tersebut merupakan manipulasi informasi yang tidak memiliki dasar data sama sekali.

Saat dikonfirmasi Rabu (11/3/2026), Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto menungkapkan bahwa informasi yang belakangan ini beredar di media sosial terkait barang bukti sabu seberat 160 kilogram yang dimankan Polres Toraja Utara hilang karena dimakan tikus dan serangga itu adalah hoaks atau berita bohong.

Ditegaskannya, bahwa sepanjang sejarah berdirinya Polres Toraja Utara, tidak pernah ada pengungkapan kasus sabu dengan barang bukti sebesar 160 kilogram. Informasi mengenai jumlah tersebut adalah fiktif dan tidak berdasar pada catatan kasus di Satresnarkoba.

Alasan “dimakan tikus dan serangga” hanyalah narasi karangan yang tidak logis dan bertujuan untuk mendiskreditkan integritas kepolisian dalam mengelola barang bukti. Gambar yang digunakan juga merupakan hasil rekayasa AI, jelas Kapolres.

“Kami meminta Masyarakat untuk lebih kritis dengan tidak menjadi bagian dari penyebaran hoaks. Mari lebih bijak dalam menyaring informasi yang beredar di media sosial, saring sebelum sharing,” harapnya.

Polres Toraja Utara tetap berdiri teguh dan berkomitmen penuh dalam memerangi peredaran gelap naarkotika di wilayah Kabupaten Toraja Utara demi melindungi Masyarakat dari bahaya narkoba, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Harga Bumbu Dapur di Pasar Kota Maba Masih Tinggi Jelang Idulfitri 1447 H

12 Maret 2026 - 12:54 WIB

Dandim 1414 Tator Hadiri Rapat Kordinasi Lintas Sektoral Ops Ketupat 2026, Perkuat Sinergitas Sambut Idul Fitri

12 Maret 2026 - 08:09 WIB

Kapolres Tana Toraja Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 07:29 WIB

Restorative Justice Pemulihan yang Berkeadilan : Bupati Toraja Utara Imbau Masyarakat Bermedia Sosial yang Santun

12 Maret 2026 - 04:02 WIB

Penuhi Kebutuhan Masyarakat Jelang Idul Fitri 2026, Pemda Toraja Utara Gelar Pangan Murah

12 Maret 2026 - 02:22 WIB

Trending di Headline