JAKARTA, Vressnews – Workshop Tari Pa’gellu Tua dari Toraja digelar guna terus menjaga keaslian budaya dan seni Tari di Nusantara.
Kegiatan Workshop Tari Pa’gellu Tua Toraya digelar di Jakarta diikuti oleh sebanyak kurang lebih 30 peserta dari berbagai sanggar tari di Jakarta.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menjaga keaslian Seni dan BudayanTari yang ada di Nusantara salah satunya adalah Pa’gellu Tua dari Toraja.
“Tujuan kami mengadakan Workshop ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap Seni Tari khususnya Pa’gellu Tua. Agar tari-tari daerah nusantara, tidak mudah terpengaruh oleh kebudayaan asing yang masuk saat ini, baik dari segi gerak, filosofi maupun kostumnya,” ungkap Dra. Kusmawati, selaku Pimpinan Sanggar Galaxi Production.
Kusumawati juga mengatakan bahwa Tari Pa’gellu Tua dari Toraja memiliki ciri khas yang unik pada bagian gerak kaki.
“Biarkan saja tari pa’gellu tua toraja, dengan ciri khas gerak kakinya. Jadi tidak perlu memasukkan unsur-unsur gerak dinamis kedalamnya, seperti loncat, salto dan lain-lain,” jelasnya.
Kegiatan yang digelar di Gedung Transport Hub. Simpang Temu, Jakarta Pusat tersebut pada 15 – 16 Februari 2026, hadir sebagai narasumber workshop Hesti Nona Pala’langan penggiat Seni Budaya Toraja khususnya Tari Pa’gellu Tua.
Dalam workshop diadakan pelatihan, diskusi tanya jawab tentang Tari Pa’gellu Tua, belajar tentang Busana Tari Pa’gellu Tua dan asesoris manik-manik Toraja.
Pada kesempatan tersebut Hesti Nona Pala’langan mengatakan, Workshop Tari Pa’gellu Tua Toraya ini sebagai tempat para penggiat dan pencinta tari untuk menjaga marwah Pa’gellu Tua dengan cara memahami dan memiliki wawasan pengetahuan Sejarah tentang Pa’gellu Tua Toraya
“Dengan kita memahami dan memiliki wawasan tentang Tari Pa’gellu Tua, maka untuk membuat tarian kreasi atau pengembangannya akan tertata dengan baik yang tidak keluar dari pakem adat, akar budaya tari Toraja yang sesungguhnya,” ungkap Hesti lulusan Pasca Sarjana Institut Kesenian Jakarta.
Selain itu, Hesti juga menjelaskan bahwa proses berkesenian dan berkarya sangat penting mengetahui sejarah tentang Seni Tari khususnya Pa’gellu Tua, faktor ini akan membuat para pelaku seni tari Toraja bisa melestarikan Pa’gellu Tua sesuai dengan pakem adat, koreologi dan koreografi.
“Bicara atau praktek menari itu, bukan sekedar bisa goyang saja, namun banyak hal yang harus diperhatikan dan digali dengan baik. Hal tersebut sangat penting untuk kemajuan kebudayaan, keberlanjutan, suistainable yang baik untuk mengelola, merawat eksistensi peradaban seni budaya dan kearifan lokal Toraja warisan leluhur pendahulu kita,” tutup Hesti selaku Co- Founder Yayasan Seni Budaya dan Kearifan Lokal Rorre Sarira di Tana Toraja.










