TORAJA UTARA, Vressnews – Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong, memimpin rapat bersama jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara di Rumah Jabatan Bupati, Rabu (14/10/2026). Pertemuan ini membahas percepatan program pertanian serta peningkatan produktivitas komoditas unggulan, khususnya padi dan kopi.
Dalam arahannya, Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mengurangi angka kemiskinan. Karena itu, seluruh jajaran pertanian diminta bekerja secara terkoordinasi untuk mengoptimalkan potensi yang tersedia.
Untuk pengembangan kopi, Toraja Utara memperoleh bantuan pengembangan lahan seluas 1.650 hektare. Pemerintah daerah juga tengah mengupayakan pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang telah berakhir masa berlakunya dengan luasan lebih dari 3.000 hektare. Potensi tersebut telah dimasukkan dalam Investment Project Ready to Offer (IPRO) guna menarik minat investor.
Bupati menekankan pentingnya peningkatan produktivitas dan kualitas kopi agar daya saing serta pangsa pasar tetap terjaga. Menurutnya, kopi merupakan salah satu komoditas unggulan yang memiliki potensi ekonomi besar bagi masyarakat Toraja Utara.
Sementara itu, pada sektor tanaman pangan, Toraja Utara memperoleh bantuan pengembangan lahan seluas 3.550 hektare. Namun, sejumlah kegiatan Optimalisasi Lahan (OPLAH) masih menghadapi kendala, antara lain ketidaksesuaian harga satuan, belum tersedianya komponen Hari Orang Kerja (HOK), serta perlunya revisi Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan kondisi riil di lapangan.
Bupati meminta agar dokumen Survei, Investigasi, dan Desain (SID) segera ditinjau dan dikoreksi apabila tidak sesuai dengan kondisi lapangan. Dokumen Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk pengembangan kopi juga diminta segera dilengkapi agar pelaksanaan program dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Menghadapi perkiraan musim hujan pada akhir Oktober hingga awal November, percepatan persiapan program menjadi perhatian penting. Penyesuaian dokumen perencanaan dan penyelesaian kendala teknis diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan kegiatan sesuai kebutuhan petani.
Selain itu, Bupati menegaskan pentingnya optimalisasi peran sekitar 52 penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak pemerintah dalam mendampingi petani. Penyuluh diharapkan tidak hanya memberikan pendampingan teknis, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam penerapan praktik pertanian yang produktif dan berkelanjutan, baik pada tanaman pangan maupun perkebunan kopi.
Bupati juga mendorong kajian terhadap peluang peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi IP dua atau IP tiga dengan mempertimbangkan kesiapan lahan, ketersediaan air, waktu tanam, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian.
Untuk memperkuat koordinasi dan mengevaluasi kemajuan program, Bupati mengajak jajaran Dinas Pertanian dan para penyuluh mengadakan pertemuan rutin setiap bulan guna membahas perkembangan kegiatan, mengidentifikasi kendala, dan merumuskan langkah percepatan.

Melalui koordinasi dan kerja bersama, Pemerintah Kabupaten Toraja Utara berharap sektor pertanian semakin produktif dan mampu menjadi penggerak utama perekonomian masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani, serta berkontribusi nyata dalam menurunkan angka kemiskinan di daerah.
Rapat tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara, Medan Sandabunga, Sekretaris Dinas Pertanian Mari Patintingan, para kepala bidang, serta penyuluh pertanian.













