Menu

Mode Gelap
Peduli Kegiatan Keagamaan, Pimpinan PT Malea Victor Datuan Batara Bantu Kontingen Kafilah Tana Toraja Menuju MTQ Sulsel ke XXXIV Passemba Toraya Ukir Prestasi, 3 Atletnya Lolos Tes di Universitas Indonesia Lewat Jalur Prestasi SNBP 2026 Wakil Bupati Toraja Utara Lepas 19 Kafilah Ikuti MTQ ke-XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di Maros Dharma Wanita Persatuan Toraja Utara Gelar Raker dan Sosialisasi “Menjadi Orang Tua Bijak di Era Digital” Kasat Lantas Toraja Utara Berganti, Kapolres: Mutasi Jabatan adalah Peningkatan Karir dan Kinerja Institusi Panen Sayur dan Ikan Lele di P2L, Bhayangkari Cabang Toraja Utara Dukung Kemandirian Pangan

Advetorial

Billy Mambrasar Dorong Kemnaker Perkuat Langkah Strategis Turunkan Pengangguran di Papua

badge-check


					Billy Mambrasar Dorong Kemnaker Perkuat Langkah Strategis Turunkan Pengangguran  di Papua Perbesar

JAKARTA,   — Billy Mambrasar melakukan audiensi strategis dengan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Afriansyah Noor, M.Si., IPU, di Kantor Pusat Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Pertemuan ini secara khusus membahas langkah-langkah konkret dan terukur dalam menurunkan angka pengangguran di Papua sebagai bagian dari penguatan agenda Papua Produktif dalam kerangka Otonomi Khusus.

Dalam paparannya, Billy menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Papua masih menghadapi tantangan serius. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Papua tercatat sebesar 6,96%, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang berada di angka 4,85% pada tahun 2025.

Kesenjangan ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan yang lebih fokus, terintegrasi, dan berbasis kebutuhan riil masyarakat Papua, khususnya bagi Orang Asli Papua (OAP) dan generasi muda terdidik yang belum terserap pasar kerja. Menurut perhitungan kebutuhan pasar kerja, untuk menurunkan TPT secara signifikan dibutuhkan penciptaan dan penyerapan sedikitnya 80 ribu lapangan kerja baru bagi anak muda Papua.

Jumlah tersebut dinilai realistis untuk mulai mendorong perbaikan struktur ketenagakerjaan sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah secara lebih merata dan berkelanjutan.

Dalam audiensi tersebut, Billy Mambrasar menyampaikan sejumlah usulan strategis yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja Papua. Usulan tersebut meliputi prioritas pelatihan literasi keuangan bagi generasi muda Papua, optimalisasi sertifikasi kompetensi kerja di berbagai sektor strategis, perluasan akses kesempatan kerja ke luar negeri, penguatan keterlibatan lulusan baru dalam Program Magang Nasional, serta peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi anak muda Papua yang telah bekerja.

“Penurunan angka pengangguran tidak cukup hanya dengan membuka lapangan kerja, tetapi juga

harus memastikan kesiapan dan kompetensi tenaga kerjanya. Anak muda Papua perlu dibekali

” keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, tersertifikasi, dan memiliki daya saing hingga ke tingkat global,” ujar Billy.

Ia juga mengemukakan pentingnya membangun ekosistem ketenagakerjaan yang terstruktur, mulai dari pemetaan potensi tenaga kerja, penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri, hingga sistem penempatan kerja yang terintegrasi. Dalam hal ini, Billy mengangkat kembali inisiatif Manajemen Talenta Papua yang pernah ia gagas, yang berhasil menyeleksi dan memfasilitasi sejumlah anak muda Papua untuk bekerja di luar negeri. Model tersebut dinilai dapat direplikasi dan diperluas sebagai jembatan antara angkatan kerja Papua dengan peluang kerja nasional maupun internasional.

Billy menambahkan bahwa investasi pada pelatihan kerja dan sertifikasi bukan hanya berdampak pada penurunan TPT, tetapi juga memperkuat posisi tawar tenaga kerja Papua dalam menghadapi persaingan global. Dengan sistem pelatihan yang tepat, peluang kerja di sektor formal, sektor industri strategis, hingga pasar kerja luar negeri dapat semakin terbuka.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, pihak Kementerian Ketenagakerjaan menyampaikan komitmennya untuk mendukung langkah percepatan penurunan pengangguran di Papua melalui penguatan program-program yang telah ada.

Strategi lanjutan yang akan dilakukan antara lain meningkatkan peran dan kapasitas Balai Latihan Kerja (BLK) milik Kemnaker serta mendorong reaktivasi Balai Latihan Kerja milik pemerintah daerah di Papua yang sebelumnya tidak beroperasi secara optimal.

Penguatan BLK ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah peserta pelatihan, tetapi juga memastikan kualitas pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Dengan demikian, lulusan pelatihan dapat langsung terserap di pasar kerja atau bahkan mampu menciptakan peluang usaha mandiri. Audiensi ini menjadi langkah awal konsolidasi kebijakan dengan Kementerian Ketenagakerjaan dalam membangun strategi penurunan pengangguran yang lebih sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan solusi nyata bagi generasi muda Papua, memperluas akses kerja yang adil dan merata, serta memperkuat implementasi Otonomi Khusus melalui pembangunan ekonomi yang inklusif dan berbasis peningkatan kualitas sumber daya manusia. (KP/Rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Galaxi Production Gelar Workshop Pa’gellu Tua Toraya, Menjaga Keaslian Seni dan Budaya Tari di Nusantara

24 Februari 2026 - 04:22 WIB

Bupati Halmahera Timur Teken MOU Dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara

13 Februari 2026 - 12:16 WIB

Transformasi GMKI 5.0 Wujud Kebersamaan Lintas Generasi : Jembatan Visi Misi antara Kader dan Senior

10 Februari 2026 - 05:08 WIB

Jelang Akhir Tahun, Kodim 1414 Tator Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Perkuat Sinergitas

23 Desember 2025 - 06:43 WIB

BMKG Toraja Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Natal dan Tahun Baru

14 Desember 2025 - 01:51 WIB

Panggung THF 2025 Hidupkan Elegansi Tenun Toraja

13 Desember 2025 - 04:31 WIB

Jelang Natal dan Tahun Baru, PT Malea Salurkan 1000 Paket Sembako untuk Warga di Tana Toraja

12 Desember 2025 - 14:45 WIB

Trending di Advetorial