TORAJA UTARA, Vressnews – Dating Palembangan selaku Sekjen Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) turut prihatin atas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Toraja Utara.
Diketahui sejumlah peristiwa kebakaran hutan dan lahan di Toraja Utara terjadi beberapa pelan terakhir.
Menurutnya sepanjang sejarah karhutla di bumi Pong Tiku baru pada tahun 2026 ini menjadi musibah yang paling memprihatinkan.
Dating Palembangan mengimbau masyakarat untuk tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar, karena saat ini kemarau panjang sangat rentan akan terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang meluas.
“Tentu sosialisasi kepada masyarakat dimulai dari keluarga, gereja, pemerintah lembang dan kecamatan serta pemerintah daerah untuk memotivasi masyarakat agar menjaga tidak terjadinya karhutla serta mengedukasi resiko dan dampak dari karhutla,” ujar Dating Palembangan pada Selasa (27/10/2026).
Menurutnya Letupan atau pemicu yang terkadang tanpa disadari oleh oknum masyarakat menyebabkan musibah besar, terlebih sampai api menyentuh dan membakar liang tempat menguburkan leluhur yang sangat dihormati oleh anak cucunya dan keturunannya, seperti yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu di Kecamatan Baruppu.
“Kebakaran tersebut mengisahkan pilu yang sangat dalam bagi kita orang Toraja terlebih bagi rumpun keluarga, dan tentunya menambah luka duka yang sangat pedih yang sudah terlupakan oleh berlalunya waktu. Namun kondisi dihadapi saat ini banyak keluarga merasa pilu baik yang tinggal di kampung terlebih yang berada di perantauan yang sangat merasakannya,” ungkapnya.
Dating menyebut memposisikan diri dalam musibah ini apabila terjadi pada diri kita yang mendengar berita bahkan menonton vidio kebakarannya, maka air mata tidak akan kering meratapinya.
“Maka dari itu Kepada keluarga yang ada di kampung, saya mengimbau dihimbau dalam kondisi saat ini supaya melakukan pembersihan dedauan atau rumput kering di sekitar pekuburan dan patane karena peristiwa alam ini sulit diperkirakan akankah selesai atau masih ada, semua dalam rahasia Tuhan namun kita sebagai manusia diberi akal untuk selalu mawas diri dalam menjalani kehidupan ini, turut prihatin dan mendoakan kepada segenap keluarga beroleh kesabaran dan kekuatan menghadapi duka yang mendalam ini,” imbuh Dating.













