TORAJA UTARA, Vressnews – Sejumlah Guru dan Siswa di Pangli yang menerima manfaat dari Dapur SPPG Palawa’ Sesean minta program MBG jangan dihentikan.
Hal ini diungkapkan oleh salah satu Kepala Sekolah penerima manfaat program MBG dari Dapur SPPG Palawa’ Sesean.
Hermin Tandiseru Kepala Sekolah SMPN 1 Sesean mengungkapkan bahwa Guru dan Siswa disekolah yang dipimpinnya tersebut merasa kecewa jika program MBG distopkan dan dihentikan karena sangat bermanfaat dan membantu.
“Kami merasa kecewa, kalau bisa MBG dari SPPG Palawa’ Sesean jangan distopkan, karena membantu sebagian orang tua siswa yang tidak memberikan bekal kepada anaknya setiap pagi, program MBG ini sangat membantu kami,” ungkap Hermin Tandiseru saat dikonfirmasi pada Senin (12/10/2026).
Menurut Hermin bahwa program MBG selama ini sangat membantu orangtua dan siswa mereka, menu-menu makanan yang sehat serta buah-buahan segar sangat bermanfaat untuk kesehatan dan gizi siswa.
“Program ini sangat membantu, menu makanan serta buah-buahan segar yang disajikan sangat dinikmati para siswa,” tutup Hermin.
Sementara itu sejumlah siswa di SMA 3 Toraja Utara penerima manfaat mengungkapkan bahwa jangan hentikan program MBG yang telah meraka rasakan selama ini. Bahkan salah satu siswa mengatakan bahwa dugaan keracunan yang kemarin terjadi itu dari makanan lain bukan dari MBG.
“Kembalikan MBG kami, kembalikan MBG kami, kami butuh MBG, kami sehat makan MBG, yang keracunan itu dari Makanan lain,” sorak sejumlah Siswa saat dimintai tanggapannya terkait distopkannya program MBG di sekolah mereka.
Diketahui dapur SPPG Palawa’ Sesean yang melayani penerima manfaat diwilayah Kecamatan Sesean di suspend atau dihentikan dan tidak beroperasi selama 30 hari akibat puluhan siswa diduga keracunan MBG, namun hingga saat ini pihak terkait masih menunggu hasil laboratorium uji sampel dari menu MBG yang disajikan.

Sebelumnya pihak SMA 3 Toraja Utara menyatakan belum bisa memastikan apakah para siswa keracunan MBG dikarenakan menurut Kepala Sekolah Lukas Tandibadoang bahwa para siswa ke Puskesmas sebelum menyantap MBG.
Kepala Puskesmas Rante Sarah Pamangin yang dikonfirmasi mengatakan bahwa para siswa datang dengan keluhan mual dan sakit perut, ditangani oleh dokter namun itu hanya keluhan dan tidak bisa di diagnosa sebagai keracunan MBG karena butuh hasil laboratorium.













