TORAJA, Vressnews – Pada periode mudik lebaran tahun 2026, berdasarkan data citra satelit dan model prakiraan untuk analisa cuaca untuk wilayah kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara diprediksi cerah berawan.
Hal ini diungkapkan Kepala BMKG Toraja Amernurfitra Andi Rusdin, bahwa berdasarkan fenomena gelombang atmosfer MJO untuk pembentukan awan hujan di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara cenderung menurun.
“Hal ini disebabkan pusat pertumbuhan awan sedang bergeser menjauhi wilayah maritim Indonesia menuju Afrika. Analisa Outgoing Longwave Radiation (OLR) atau gelombang radiasi dapat dilihat untuk wilayah kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara untuk minggu ke-3 Maret 2026 didominasi kondisi cuaca yang minim hujan atau lebih kering namun pada minggu ke-4 Maret 2026 Tana Toraja akan mulai memasuki kembali periode basah dengan peningkatan awan hujan,” ungkap Amernurfitra pada Rabu (18/3/2026).

Amernurfitra menambahkan dengan prediksi tersebut Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara pada lebaran tahun ini secara umum didominasi cerah berawan hingga berawan pada pagi hari dan siang hari.
“Peluang hujan masih ada namun bersifat lokal dengan durasi singkat, biasanya terjadi pada sore atau menjelang malam hari dengan intensitas ringan hingga sedang akibat faktor topografi khas pegunungan Toraja,” tambahnya.
Diketahui untuk saat ini tutuan awan yang berkurang menyebabkan suhu udara pada siang hari terasa lebih terik dari biasanya, sementara malam hingga dini hari akan terasa lebih dingin karena pelepasan panas bumi ke atmosfer tidak terhalang awan.
Pihak BMKG Toraja juga mengingat dan menghimbau masyarakat untuk selalu waspada setiap saat, meskipun prakiraan cuaca untuk wilayah Toraja cukup cerah.
“Kita selalu tetap Waspada terhadap segala kemungkinan akan terjadinya hujan sedang maupun hingga lebat, yang disertai kilat, petir dan angin kencang secara mendadak di area perbukitan pada sore hari. Berhati-hati saat berkendara, tidak berteduh di bawah pohon dan tiang saat hujan lebat. Saat melewati area perbukitan, waspada akan potensi terjadinya longsor. Terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini cuaca ekstrem dari kanal BMKG,” tutup Amernurfitra.










