Menu

Mode Gelap
Polres Toraja Utara Gelar Aksi Kerja Bakti, Wujudkan Indonesia Bersih Belo Tarran: Luwu Anak Tiri, Toraja Tak Dianggap, Solusi Daerah Otonomi Baru DPRD se-Luwu Setuju Tana Toraja dan Toraja Utara Gabung dengan Provinsi Luwu Raya Uskup Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa Tahbiskan Tiga Imam Baru dan Satu Diakon Pemda Halmahera Timur Bergerak Cepat Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait Kelangkaan Minyak Tanah DPC GMNI Toraja Utara Nilai Wacana Bergabungnya Toraja ke DOB Provinsi Luwu Raya Rasional Secara Administratif dan Pelayanan Publik

Headline

Victor Datuan Batara Bagikan Ilmu Strategi Manajemen Konflik kepada Mahasiswa Politeknik Dewantara di Museum Nek Gandeng Toraja Utara

badge-check


					AKBP (Purn) Victor Datuan Batara, S. H. jadi pemateri dalam kuliah Manajemen Konflik pada kegiatan Dewantara Youth Diplomacy (DYD) Generation 4th 2026 Politeknik Dewantara di Museum Nek Gandeng, Sabtu (31/1/2026). Foto: Istimewa Perbesar

AKBP (Purn) Victor Datuan Batara, S. H. jadi pemateri dalam kuliah Manajemen Konflik pada kegiatan Dewantara Youth Diplomacy (DYD) Generation 4th 2026 Politeknik Dewantara di Museum Nek Gandeng, Sabtu (31/1/2026). Foto: Istimewa

TORAJA UTARA, Vressnews – Pimpinan PT Malea Hydro Energi, AKBP (Purn) Victor Datuan Batara, jadi pemateri Manajemen Konflik dalam kegiatan akademik Dewantara Youth Diplomacy (DYD) Generation 4th 2026 Politeknik Dewantara gelombang pertama pada Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Museum Ne’gandeng, Kabupaten Toraja Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan DYD Generation 4th 2026 merupakan salah satu program akademik unggulan Politeknik Dewantara yang bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan kepemimpinan, diplomasi, serta kemampuan menyelesaikan konflik di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi dengan antusiasme yang tinggi.

Sesi pemaparan materi Manajemen Konflik dipandu oleh moderator yang juga dosen Politeknik Dewantara, Chalik Mawardi Moderator mengarahkan jalannya diskusi sehingga berlangsung dinamis dan interaktif antara pemateri dan peserta.

Dalam penyampaiannya, Victor Datuan Batara menyampaikan materi dengan penuh semangat serta disertai berbagai pengalaman nyata yang ia peroleh selama menjalani karier panjang di bidang pemerintahan, kepolisian, dan politik. Ia menekankan bahwa manajemen konflik merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh generasi muda, khususnya mahasiswa, baik dalam kehidupan organisasi, dunia kerja, maupun kehidupan bermasyarakat.

Victor Datuan Batara yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Tana Toraja, mantan Kapolres Tana Toraja, serta saat ini masih menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja, memaparkan berbagai contoh konkret dalam menangani konflik. Salah satu pengalaman yang dibagikan adalah saat dirinya bertugas sebagai perwira kepolisian dalam menangani konflik Poso, yang menuntut ketenangan, ketegasan, serta kemampuan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak.

Menurutnya, konflik tidak selalu harus dihindari, melainkan dikelola dengan cara yang tepat agar dapat menghasilkan solusi yang konstruktif. Ia menekankan pentingnya memahami akar persoalan, menjaga komunikasi, serta mengedepankan pendekatan persuasif dalam penyelesaian konflik.

Direktur Politeknik Dewantara, Dr. Suaedi secara simbolis menyerahkan sertifikat kepada AKBP (Purn) Victor Satuan Batara sebagai bentuk apresiasi sebagai Pemateri. Foto: Politeknik Dewantara

Selama sesi berlangsung, suasana diskusi terlihat hidup. Para peserta atau mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan, baik terkait teori manajemen konflik maupun penerapannya di lapangan. Pemateri menjawab setiap pertanyaan dengan lugas dan memberikan motivasi kepada mahasiswa agar berani berpendapat serta mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan.

Selain membahas manajemen konflik, Victor juga memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Ia menekankan pentingnya fokus pada tujuan yang ingin dicapai, memiliki visi yang jelas, serta keberanian untuk mengambil risiko sebagai bagian dari proses menuju kesuksesan. Menurutnya, kegagalan merupakan bagian dari pembelajaran yang akan membentuk karakter dan mental kepemimpinan.

Di akhir kegiatan, Direktur Politeknik Dewantara, Dr. Suaedi secara simbolis menyerahkan sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kesediaannya berbagi ilmu serta pengalaman kepada mahasiswa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama antara pemateri, pimpinan, dosen, dan peserta DYD Generation 4th 2026.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Politeknik Dewantara berharap mahasiswa dapat memperoleh bekal pengetahuan dan pengalaman praktis yang bermanfaat dalam membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan diplomasi, serta keterampilan manajemen konflik yang dibutuhkan di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Toraja Utara Gelar Aksi Kerja Bakti, Wujudkan Indonesia Bersih

6 Februari 2026 - 10:54 WIB

Belo Tarran: Luwu Anak Tiri, Toraja Tak Dianggap, Solusi Daerah Otonomi Baru

6 Februari 2026 - 06:39 WIB

DPRD se-Luwu Setuju Tana Toraja dan Toraja Utara Gabung dengan Provinsi Luwu Raya

6 Februari 2026 - 06:28 WIB

Uskup Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa Tahbiskan Tiga Imam Baru dan Satu Diakon

6 Februari 2026 - 06:08 WIB

Pemda Halmahera Timur Bergerak Cepat Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait Kelangkaan Minyak Tanah

6 Februari 2026 - 03:04 WIB

Trending di News