Menu

Mode Gelap
Polres Toraja Utara Gelar Aksi Kerja Bakti, Wujudkan Indonesia Bersih Belo Tarran: Luwu Anak Tiri, Toraja Tak Dianggap, Solusi Daerah Otonomi Baru DPRD se-Luwu Setuju Tana Toraja dan Toraja Utara Gabung dengan Provinsi Luwu Raya Uskup Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa Tahbiskan Tiga Imam Baru dan Satu Diakon Pemda Halmahera Timur Bergerak Cepat Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait Kelangkaan Minyak Tanah DPC GMNI Toraja Utara Nilai Wacana Bergabungnya Toraja ke DOB Provinsi Luwu Raya Rasional Secara Administratif dan Pelayanan Publik

News

Cegah Pelansiran BBM Subsidi, Satreskrim Polres Toraja Utara Lakukan Pengawasan Disejumlah SPBU 

badge-check


					Cegah Pelansiran BBM Subsidi, Satreskrim Polres Torut Lakukan Pengawasan Disejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Toraja Utara. Foto: Istimewa Perbesar

Cegah Pelansiran BBM Subsidi, Satreskrim Polres Torut Lakukan Pengawasan Disejumlah SPBU yang ada di Kabupaten Toraja Utara. Foto: Istimewa

TORAJA UTARA, Vressnews – Mencegah terjadinya praktek pelansiran Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang dapat merugikan masyarakat, tim dari unit Tipidter Satreskrim Polres Toraja Utara (Torut) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan kegiatan pengawasan pemantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah hukum Polres Torut.Pengawasan dan pemantauan tersebut menyasar aktivitas pengisian BBM, khususnya pada kendaraan yang diduga melakukan pembelian berulang atau menggunakan wadah tidak sesuai ketentuan. Petugas Resmob turut berkoordinasi dengan pengelola SPBU guna memastikan distribusi BBM berjalan sesuai aturan yang berlaku.Menurut Kasat Reskrim Polres Torut, IPTU Ruxon, melalui kanit Tipidter, IPDA Heri Yanto, kepada media mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh oknum pelansir.“Pemantauan ini kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada praktik pelansiran BBM di SPBU, sehingga penyaluran BBM subsidi benar-benar tepat sasaran dan dapat dinikmati oleh masyarakat yang berhak,” terang Hery kepada media disela-sela kegiatan, Kamis (8/1/26).

Dirinya juga mengklaim bahwa di area Torut tidak ada kegiatan pelansir, karena pihaknya gencar melakukan pengawasan setiap saat. Dimana sinergi antara kepolisian, Pertamina, pengelola SPBU, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga distribusi BBM tetap adil, aman, dan tepat sasaran.

Masyarakat pun diimbau untuk ikut berperan aktif dengan melaporkan apabila menemukan dugaan praktik pelansiran BBM di SPBU.

Sementara itu, salah satu pengawas SPBU Nobe P. kepada media menegaslan bahwa petugas mereka sangat tegas untuk tidak melayani pelasir karena semua petugas telah dibekali pengetahuan tentang kapasitas BBM untuk jenis kendaraan yang ada, sehingga kalau ada yang melewati dari batas daya tampung maka petugas tidak akan melayani.

Dirinya memastikan bahwa tidak melayani pelansir atau pengisian BBM menggunakan jerigen dan wadah lain yang tidak sesuai dengan ketentuan.

“Manajemen SPBU berkomitmen menjalankan aturan Pertamina dan tidak melayani pelansir, mobilnya disuruh keluar kalau melebihi kapasitas kendaraannya. Pengisian BBM dilakukan sesuai prosedur dan pengawasan internal terus ditingkatkan,” tegas Nobe.

Terkait keluhan masyarakat bahwa SPBU tersebut menjadi salah penyebab kemacetan, dirinya membantah bahwa karena keberadaan SPBU menjadi biangkerok kemacaten, karena di sekitar SPBU Baruka Permai itu ada kawasan perbelanjaan yang juga ramai dikunjungi, sehingga macet tidak dapat dihindari.

“Penyebab macet tidak hanya karena antrian yang masuk SPBU kami. Ya karena kondisi pertamina kami yang pintu masuk agak kecil. Dan saat ini pimpinan kami sedang berupaya supaya pintu masuk bisa lebih lebar lagi,” terang Nobe.

Dirinya menambahkan bahwa jatah untuk setiap jenis BBM itu rata 8ribu liter, dan buka mulai pukul 06.30 sampai pukul 21.00 WITA. Dan melayani konsumen sistim barcode hanya saja beberapa hari sistemnya bermasalah karena disambar petir sehingga sementara menggunakan sistem manual.

Senada dengan itu pengawas SPBU Bolu, M. Jabir kepada media ini juga memastikan pihaknya juga tidak melayani pelansir.

Ditambahkannya bahwa untuk SPBU Bolu setiap hari mendapatkan jatah 16ribu liter untuk setiap jenis BBM. Dan pelayanan tutup pada pukul 19.00 WITA. Dan menggunakan sistim barcode untuk setiap pelayanan.

Dari pemantauan kegiatan pengisian BBM berjalan normal dan tertib, dengan pengelola SPBU kooperatif mendukung langkah pengawasan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polres Toraja Utara Gelar Aksi Kerja Bakti, Wujudkan Indonesia Bersih

6 Februari 2026 - 10:54 WIB

Belo Tarran: Luwu Anak Tiri, Toraja Tak Dianggap, Solusi Daerah Otonomi Baru

6 Februari 2026 - 06:39 WIB

DPRD se-Luwu Setuju Tana Toraja dan Toraja Utara Gabung dengan Provinsi Luwu Raya

6 Februari 2026 - 06:28 WIB

Uskup Agung Makassar Mgr. Fransiskus Nipa Tahbiskan Tiga Imam Baru dan Satu Diakon

6 Februari 2026 - 06:08 WIB

Pemda Halmahera Timur Bergerak Cepat Tanggapi Keluhan Masyarakat Terkait Kelangkaan Minyak Tanah

6 Februari 2026 - 03:04 WIB

Trending di News