TORAJA UTARA, Vressnews – Yervis Pakan aktivis 98 angkat suara, menolak penyelesaian sengketa lapangan gembira diselesaikan dengan ganti rugi sebesar Rp220 Miliar.
Hal tersebut ditegaskan Yervis M. Pakan terkait Polemik Lapangan Gembira Rantepao, dimana saat ini telah keluar surat aanmaning pada 10 September 2025 dari PN Makale terkait eksekusi.
Yervis mengatakan bahwa nilai yang penggugat berikan dari angka Rp650 Miliar turun ke Rp220 Miliar, itu sudah tidak benar.

“Dari angka Rp650 Miliar turun ke Rp220 Miliar itu membuat orang jadi bertanya tanya, ada apa..?,” kata Yervis Pakan kepada Redaksi, Senin (9/3/2026).
Ia menyebut diatas tanah sengketa itu ada SMA Negeri 2, Gedung Olah Raga, Puskesmas Rantepao, Kantor Kelurahan, Kantor Bawaslu, UPT Kehutanan dan Kantor Samsat yang semuanya adalah penyelenggara negara.
“Apabila negara dalam hal ini Pemerintah Daerah disuruh untuk membayar atau ganti rugi, maka sangat memprihatinkan karena akan memakai uang rakyat yang ada di APBD,” ujar Aktivis 98 itu.
Pemda jangan bayar, tapi harus lagi menempuh jalur hukum untuk mempertahankan Lapangan Gembira di pengadilan.
“Segera Ajukan PK (Peninjauan Kembali). UU KUHP kita tidak membatasi Peninjauan Kembali,” tegasnya.
Yervis juga menuturkan bahwa walau final di Mahkamah Agung (MA), ada banyak kasus yang tidak bisa dieksekusi karena obyek sengketa dikuasai publik dan negara.
“Contoh Gereja Toraja di kelapa gading, Jakarta Utara yang walaupun TNI Angkatan Laut kalah di pengadilan, tapi tetap tidak bisa eksekusi oleh pengadilan karena diatasnya ada instalasi vital negaram Demikian juga Lapangan Gembira, ada banyak bangunan negara diatasnya yang dibiayai APBN dan APBD,” ungkapnya.
Sebagai warga Toraja, ia menyerukan dan mengajak kepada setiap warga Toraja dimanapun berada, untuk bersama sama berjuang menpertahankan asset lapangan gembira.
“Diatas tanah Lapangan gembira tersebut lahir dan terus dilahirkan generasi yang akan menentukan arah bangsa dan negara Indonesia, terkhusus untuk kemajuan Toraja,” serunya.









