Menu ✖

Mode Gelap
Jelang HKGB Ke 74, Polres Toraja Utara Bersama Bhayangkari Gelar Aksi Sosial Kepada Penyandang Disabilitas di Yayasan RBM PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara Bupati Toraja Utara Buka Rapat Percepatan Survei Penilaian Integritas Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

Headline

Jamaah Asy-Syahadatain di Indramayu Rayakan Idul Fitri Lebih Awal

badge-check


					Sekitar 700 jamaah Asy-Syahadatain di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Minggu (30/3/2025). Foto: Istimewa Perbesar

Sekitar 700 jamaah Asy-Syahadatain di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Minggu (30/3/2025). Foto: Istimewa

INDRAMAYU, Vressnews – Sekitar 700 jamaah Asy-Syahadatain di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan salat Idul Fitri 1446 Hijriah di Masjid Nurul Huda, Minggu (30/3/2025).

Perayaan Hari Raya Idul Fitri ini dilakukan lebih awal dibandingkan dengan penanggalan resmi pemerintah yang jatuh pada hari Senin (31/3/2025).

Pimpinan Asy-Syahadatain Desa Tinumpuk, Habib Zaenal Abidin, menjelaskan bahwa penentuan awal Syawal merujuk pada metode isnaeniyah yang diajarkan oleh guru mereka.

“Ketika tahun Za seperti sekarang, awal Ramadan dimulai pada Sabtu Paing. Kami menguranginya satu hari, sehingga puasa dimulai pada Jumat. Setelah 30 hari berpuasa, 1 Syawal jatuh pada hari Ahad (Minggu),” jelasnya, ditemui usai pelaksanaan sholat Ied.

Habib Zaenal menambahkan, meski kadang berbeda, ada tahun di mana mereka bertepatan dengan penanggalan umum. “Tahun lalu kami sama (dengan pemerintah), tapi tahun ini berbeda,” ucap dia.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Tarekat Asy-Syahadatain didirikan oleh Habib Umar bin Ismail bin Yahya pada tahun 1947 di Cirebon, Jawa Barat, sebagai perkumpulan pengajian yang berkembang menjadi tarekat.

Nama “Asy-Syahadatain” diambil dari penekanan tarekat pada pemahaman mendalam terhadap dua kalimat syahadat.

Ciri khas tarekat ini meliputi pembacaan syahadatain dan salawat tunjina, penggunaan pakaian serba putih saat salat wajib dan sunah, serta mengikuti mazhab Syafi’i dan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Habib Umar sendiri pernah mengalami tekanan dari penjajah Belanda dan Jepang, bahkan ditangkap pada tahun 1939 dan 1943 karena aktivitas dakwahnya.

Meskipun terkadang terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya, jamaah Asy-Syahadatain tetap menjalankan ibadah dengan khidmat, mengikuti tradisi yang diwariskan oleh para guru mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jelang HKGB Ke 74, Polres Toraja Utara Bersama Bhayangkari Gelar Aksi Sosial Kepada Penyandang Disabilitas di Yayasan RBM

25 September 2026 - 11:40 WIB

PMTI Turut Berdukacita atas Tewasnya 2 Warga Asal Toraja di Papua, Imbau Diaspora Tetap Menjaga Ketenangan dan Merawat Kerukunan antar Sesama

19 September 2026 - 04:23 WIB

Pengelola SPPG Batupapan I Minta Maaf : Kami Terus Memantau Kondisi Kesehatan Siswa dan Mengevaluasi Pelaksanaan Program MBG

15 September 2026 - 11:10 WIB

Warga Kesulitan Air Bersih, Eva Rataba Bergerak Salurkan Bantuan di Toraja Utara

12 September 2026 - 10:35 WIB

Bupati Toraja Utara Hadiri Pengenalan E-Bike Polygon Transportasi Alternatif yang Menyehatkan

12 September 2026 - 10:17 WIB

Ketua Panitia Soekarno Run Toraja Utara Sriyanti Irene Pailang Dinilai Rendahkan Profesi Wartawan

8 September 2026 - 09:33 WIB

Ketua DPC GMNI Gowa Dukung Bupati Husniah Talenrang Terus Bekerja dan Jaga Pelayanan Publik

8 September 2026 - 00:51 WIB

Trending di Headline